18 February 2020

Pemilu

Pede, Hatta Rajasa Targetkan PAN Masuk Tiga Besar di Pemilu 2024

KONFRONTASI-Politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa mentargetkan partainya bisa masuk dalam tiga besar pada Pemilu 2024. "InsyaAllah kami kompak membesarkan partai ini, kami targetkan Insya Allah 2024 Partai Amanat Nasional tiga besar," kata Hatta dalam sambutan pada penutupan Kongres V PAN yang dilaksanakan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu, 12 Februari 2020. 

Said Aqil: Bukan Hanya Santri, Rakyat Juga Ditinggal Setelah Pemilu

KONFRONTASI -   Anggapan bahwa kalangan santri hanya sebatas ‘tukang dorong’ kendaraan politik pihak tertentu untuk dapat memenangkan mereka pada pemilihan umum sudah menjadi pil pahit jemaah NU sejak lama.

Nahdlatul Ulama sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia dengan basis jemaah dari kalangan santri sudah tidak asing dengan istilah tersebut.

“Bukan hanya santri, tapi rakyat hanya di manfaatkan suaranya ketika plihan umum,” ujar Ketum PBNU Said Aqil Siradj kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (3/1).

Politik Indonesia Masih Didominasi Kepentingan Golongan

KONFRONTASI-Perhelatan pemilu mulai dari Presiden dan Wakil Presiden, legislatif tingkat pusat hingga kabupaten/kota itu dinilai masih dinodai ketidakdewasan politik masyarakat Indonesia. 

Pengamat politik Universitas Telkom, Dedi Kurnia Syah menyebutkan, pelaksanaan Pemilu 2019 hanya sebatas memperjuangkan kontestasi politik semata dan bukan kemenangan rakyat atau publik.

Akademisi: Terdapat Inkonsistensi Dalam Pemilu Serentak RI

KONFRONTASI-Akademisi Universitas Paramadina Djayadi Hanan mengatakan terdapat sejumlah inkonsistensi dalam sistem pemilu serentak yang dipraktikkan di Indonesia saat ini.

Dalam sidang uji materi di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis, Djayadi Hanan mengatakan inkonsistensi nampak dalam berlakunya ambang batas presiden yang menjadikan pemilu legislatif sebagai prasyarat untuk pemilu eksekutif.

Peneliti LIPI: Model Pemilu Serentak Bukan Hanya 5 Kotak

KONFRONTASI- Peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris mengatakan setidaknya terdapat enam skema model pemilu serentak yang dapat diterapkan di Indonesia, tidak hanya 5 kotak yang diterapkan saat Pemilu 2019.

Protes Kecurangan Pemilu, 340 Warga Rusia Ditahan

Konfrontasi - Puluhan ribu orang berkumpul di Moskow, Rusia, Sabtu (10/8/2019). Mereka memprotes penolakan terhadap beberapa kandidat oposisi dari pemilihan dewan kota mendatang.

Para demonstran menyerukan pemilihan yang bebas dan adil dalam pemilihan dewan Kota Moskow bulan depan. Protes itu adalah salah satu protes terbesar di Rusia sejak Presiden Vladimir Putin terpilih kembali pada 2012.

Pakar Sebut FB, IG, dan Google Lebih Bahaya dari FaceApp

Konfrontasi - Pakar keamanan siber Pratama Persadha menilai Facebook, Instagram, dan Google jauh lebih berbahaya bagi privasi warganet daripada FaceApp. Contoh yang sudah terjadi adalah kasus Cambridge Analytica yang sempat ramai.

"Namun untuk meminimalisasi potensi bahayanya, sebaiknya orang-orang penting tidak menggunakan aplikasi ini," katanya kepada Antara di Semarang, Sabtu (20/7/2019).

Hamdan Usulkan Pemilu 2024 Disederhanakan Seperti 1999

KONFRONTASI-Sejumlah persoalan yang muncul pada Pileg dan Pilpres lalu, memicu beragam tanggapan dari berbagai kalangan. Sejumlah pilihan pun muncul berbarengan dengan beragamnya pendapat itu.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva menilai, perlu adanya perubahan sistem untuk Pemilu mendatang. Sistem tertutup, adalah tawaran yang disampaikan oleh Hamdan.

Rizal Ramli Sesalkan Bangsa Indonesia Gampang Memaafkan Kecurangan Pemilu

KONFRONTASI=Tokoh bangsa/Ekonom senior Rizal Ramli menilai, karakteristik bangsa Indonesia ini memang mudah memberi maaf. Bahkan, menurut dia, bangsa ini terkesan ‘abai’ dengan adanya dugaan kecurangan Pemilu, padahal sangat membahayakan bagi keberlangsungan Tanah Air.

“Bangsa kita bangsa pemaaf, bahkan cendrung permisive – semua dianggap tidak masalah!” cuit RR, biasa disapa, dalam akun Twitter-nya @RamliRizal, Minggu (9/6/19).

Wacana Pemakzulan Donald Trump Kembali Menghangat

Konfrontasi - Wacana pelengseran Presiden AS Donald Trump kembali menghangat. Penyebabnya adalah pernyataan jaksa khusus Robert Mueller yang menyelidiki keterlibatan Rusia dalam Pemilu AS 2016.

Untuk kali pertama, Mueller buka suara sejak hasil penyelidikannya keluar bulan lalu. Dalam paparannya, Mueller memerinci 10 contoh usaha Trump menghalangi penyelidikan. Itulah tindak kriminal.

Pages