16 October 2019

Pemerasan

Polisi Tangkap Pelaku Penusukan Santri di Cirebon dengan Timah Panas

Konfrontasi - Kepolisian Resor Cirebon Kota berhasil meringkus pria berinisial YM, pelaku penusukan yang menewaskan santri M Rozian (17) pada Minggu (8/9/2019) dinihari. Pelaku terpaksa dihadiahi timah panas karena sempat mencoba melarikan diri saat penangkapan.

Ngeri, Cerita Keluarga Song Hye Kyo yang Pernah Diancam oleh Mantan Manajer

Konfrontasi - Sebagai seorang selebriti, Song Hye Kyo tak hanya punya banyak fans. Namun, tak sedikit haters yang kerap menyerangnya, baik secara online maupun secara langsung.

Seperti yang dilaporkan oleh Channel A baru-baru ini. Melalui program 'Rumor Has It', Song Hye Kyo dan sang ibunda pernah mendapatkan surat berupa ancaman pada Januari 2005 silam.

Diduga Terlibat Pemerasan, Empat Oknum Polisi Ditahan

KONFRONTASI-Polrestabes Medan menahan empat oknum anggota polisi yang bertugas di Polsek Medan Area karena diduga terlibat aksi pemerasan terhadap keluarga tersangka narkoba. 

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan pihaknya sudah mengamankan keempat oknum Polisi itu. Saat ini, keempatnya sudah diperiksa dan ditahan Rumah Tahanan Polisi (RTP).

"Sudah kita amankan dua hari yang lalu. Jadi empat oknum anggota ini kita proses. Kita tidak tebang pilih. Apabila keempat oknum ini terlibat kita proses," tegasnya.

Ini Motif Rekayasa Penculikan Mahasiswi di Makassar

Konfrontasi - Polisi mengungkap kasus rekayasa penculikan mahasiswi, Reza Azzahra, di Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel). Mahasiswi itu pura-pura diculik dan harus ditebus Rp 25 juta. Apa motif mahasiswi tersebut pura-pura diculik?

"Buat digunakan belanja, bergaul sama teman-temannya. Mungkin karena pengaruh gaya hidup, karena anak ini cukup berprestasi untuk kampusnya," ujar Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, Iptu Eka Bayu Budhiawan, pada Jumat (19/7/2019).

DJ 'Wanita' Peras Pacar Teman Hingga Rp 80 Juta

Konfrontasi - Seorang pria muda berprofesi sebagai disc jockey, GA (21) harus berurusan dengan polisi. GA kini menjadi tersangka kasus penipuan dan pemerasan yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

Polisi Bongkar Sindikat Pemerasan Lewat Layanan Video Call Sex

Konfrontasi - Jajaran Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang pria berinisial SF (25) yang diduga memeras korbannya dengan video call sex.

Akun Facebook milik SF menggunakan profil wanita sexy. 

Kasubdit 1 Ditipidsiber Bareskrim Kombes Dani Kustoni menyampaikan, SF memulai aksinya dengan menghubungi calon korban melalui layanan Facebook video call messenger, setelah korban tertarik diajak masuk dengan video Whatsapp.

Polisi Ringkus Wartawan Abal-abal Tipu Guru di Malang

Konfrontasi - Tim Saber Pungli Polres Malang menangkap tangan tiga oknum wartawan abal-abal  yang memeras guru sekolah di wilayah Kecamatan Pakis. Ketiga pelaku itu Muh Suyuti (48), Yanto (31), dan Dahri (40).

Modus pelaku mengancam akan memuat berita tentang siswa yang tertusuk gunting atau pihak sekolah membayar uang sebesar Rp 7,5 juta.

Nama KPK Dicatut untuk Lakukan Pemerasan

KONFRONTASI-Polisi mengamankan enam orang di Jalan Raya Lingkar Barat Kecamatan Kota, Sumenep, Jawa Timur, Selasa, 6 November 2018. Mereka ditangkap karena diduga memeras warga dan berpotensi dijerat Pasal 368 Kitab Undang-Undang Pidana (KUHP) tentang pemerasan.

Satu unit mobil berwarna putih ikut diamankan sebagai barang bukti. Di bagian belakang mobil tersebut bertuliskan "LP-KPK Komcab Sumenep Jatim". Keenam terdyga pemeras tersebut masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Sumenep.

Peras Kepala Desa, Pak Camat Diciduk Petugas

KONFRONTASI-Plt Camat Kapuas Murung berinisial DP ditangkap petugas Kejaksaan Negeri Kapuas, Kalimantan Tengah, karena diduga memeras beberapa kepala desa, Rabu (26/9).

Kasipidsus Kejaksaan Negeri Kapuas Sahirul Arif mengatakan, DP memeras para kades dengan mencatut instansi penegak hukum sejak 2017 hingga sekarang.

Berdalih Ingin Beli Susu, Bandit Jalanan Peras Pengendara

KONFRONTASI-Polisi membekuk seorang pemeras jalanan Dwi Agus Wijaya. Kini dia meringkuk di balik jeruji besi Mapolsek Tegalsari.

Pria yang akrab disapa Huluk itu beberapa kali memeras pengendara di Jalan Pandegiling dengan nominal yang sudah ditentukannya.

Huluk beralasan menggunakan sejumlah uang yang dimintanya untuk membeli susu adiknya. Dia mematok uang Rp 90 ribu-Rp 125 ribu.

Pages