23 October 2019

Pemalsuan

Kawanan Pemalsu Materai Digulung Polisi di Tangsel

KONFRONTASI- Kawanan pemalsu materai digulung aparat Satreskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel) di Ruko Muncul Komputer, Jalan Raya Puspitek, Setu. Dua pelaku Endun (38) dan Doni Hadidas (39) tak berkutik saat petugas menangkapnya.

"Dari tangan kedua pelaku disita sebanyak 300 lembar materai rekondisi. Materai tersebut asli, hanya saja bekas dipakai dan telah direkondisi menjadi baru lagi," ungkap Wakapolres Tangsel, Kompol Didik Putro Kuncoro pada Rabu (16/10/2019). 

Sindikat Pemalsuan Dokumen untuk Taksi Online Digulung Polisi

KONFRONTASI-Petugas Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, menangkap dua pelaku pemalsu dokumen di Kecamatan Benda. Dokumen palsu ini banyak digunakan untuk melamar pekerjaan sebagai sopir taksi online

"Surat-surat dalam dokumen itu asli. Namun, isinya yang dipalsukan oleh pelaku NF (32) dan HA (33)," ungkap Kapolresta Bandara Soetta AKBP Arie Ardian Rishadi kepada wartawan Rabu (9/10/2019).

Ratusan Truk di Jakarta Diduga Kuat Gunakan KIR Palsu

KONFRONTASI-Ratusan truk barang di Jakarta diduga kuat gunakan KIR palsu. Hal itu terungkap usai Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap jaringan KIR palsu tersebut.

“Ada sekitar 500 truk yang menggunakan KIR palsu. Kami sendiri masih menginventarisir pasti berapa jumlahnya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, Rabu (11/9/2019).

Komedian Qomar Diduga Palsukan Ijazah S2 dan S3

KONFRONTASI-Kabar mengejutkan datang dari pelawak senior Nurul Qomar. Komedian yang juga mantan legislator Partai Demokrat itu ditangkap oleh anggota Polres Brebes, Jawa Tengah, lantaran diduga melakukan pemalsuan ijazah Master (S2) dan Doktor (S3).

Pembuat KTP Palsu Dicokok Polisi

KONFRONTASI-Kepolisian Resort Seram Bagian Barat meringkus PS alias Pieter, seorang oknum pelaku yang diduga sebagai pembuat kartu tanda penduduk (KTP) asli tapi palsu (Aspal).

"Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku membuat KTP palsu dengan cara KTP miliknya discan lalu diganti dengan identitas orang lain, kemudian mengambil gambar atau foto calon korban dilakukan di rumah tersangka," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat di Ambon, Rabu.

Tersangka pembuat KTP aspal ini juga memiliki sebuah rental di Kairatu, Kabupaten SBB yang dimanfaatkan untuk menjalankan operasinya.

"Yang bersangkutan selalu melakukan aktivitas edit foto serta identitas para korban di KTP yang sudah discan selanjutnya dicetak atau diprint menggunakan kertas foto lalu dipress menggunakan plastik pada rental tersebut," kata Ohoirat.

Terungkapnya kasus pembuatan KTP aspal oleh tersangka PS bermula dari pengaduan seorang ibu rumah tangga selaku saksi korban atas nama Aisa alias Ica (35).

Awalnya Ica mengetahui pembuatan KTP aspal tersebut dari ibu kandungnya sehingga dia pergi ke rumah tersangka dengan membawa satu lembar Kartu Keluarga.

Menurut Ohoirat, KK ini diserahkan kepada tersangka dan saksi kemudian difoto dan dijanjikan kembali keesikan harinya untuk mengambi KTP aspal yang sudah jadi.

Saksi juga disuruh membayar Rp120.000 untuk dua lembar KTP aspal yang dibuat terdakwa yaitu untuk saksi Ica dan suaminya Gustam Mangitu, dan pengurusan KTP ini dilakukan karena Ica dan suaminya belum pernah membuat KTP Elektronik.

Tetapi KTP aspal yang dibuat tersangka ternyata tidak bisa digunakan untuk pengurusan segala sesuatu karena dinyatakan palsu dan selalu ditolak.

Kebelet Kawin Lagi, Istri Masih Hidup Dibilang Sudah Meninggal

KONFRONTASI-Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan vonis empat bulan penjara terhadap Samsul Ramelan, terdakwa pembuat catatan palsu kematian isterinya agar dapat dinikahkan oleh Kantor Urusan Agama dengan isteri kedua.

"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 279 dan pasal 263 KUH Pidana tentang perzinahan sehingga menghukum terdakwa selama empat bulan penjara," kata ketua majelis hakim PN setempat, Sofyan Parerungan di Ambon, Kamis.

Polisi Gerebek Gudang Pemalsuan Beras di Trenggalek

KONFRONTASI-Sebuah gudang, sekaligus penggilingan padi digerebek Kepolisian Resort (Polres) Trenggalek. Gudang tersebut diduga digunakan untuk praktik pemalsuan sejumlah beras merek yang ada di pasaran.

Kapolres Trenggalek, AKBP Donny Adityawarman, Rabu (12//7/2017) mengatakan, gudang tersebut milik tersangka MK warga Desa Sambirejo, Kecamatan/ Kabupaten Trenggalek. Di lokasi itu, polisi mengamankan belasan ton beras dari berbagai jenis dan merek, mesin penggilingan padi, mesin jahit serta sejumlah kemasan beras.

"Jadi tersangka ini membeli beras dari petani maupun yang lain, kemudian diputihkan dengan mesih penggilingan dan dikemas dengan menggunakan sejumlah merek," katanya.

Beberapa merek yang dipalsukan diantaranya cap Bianglala, Melon serta Mangga Legi, sedangkan merek Binatang Mas diklaim tersangka merupakan merek yang dimiliki oleh kelompok usahanya.

Namun kapolres memastikan, tersangka tidak memiliki izin perdagangan serta tidak memiliki standar kualitas dalam menjalankan bisnis tersebut.

Sehingga tersangka terancam dijerat dengan Undang-undang Pangan, Undang-undang Perlindungan Konsumen serta Undang-undang Perdagangan, namun tersangka tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukumannya kurang dari lima tahun.

"Kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan degan melibatkan ahlinya serta uji laboratorium, apakah beras yang digunakan layak konsumsi atau tidak. Kami juga akan menyelidiki terkait bahan putih yang digunakan, apakah ada bahan kimia atau tidak," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, praktik ilegal ini dilakukan tersangka sejak tiga terakhir, seluruh barang hasil produksinya diedarkan ke sejumlah pasar tradisional dan toko kelontong di wilayah Trenggalek.

Kades Dibui Gara-gara Palsukan Surat Tanah Milik Ahok

KONFRONTASI-Kepala Desa Pematang Nibung, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara dijebloskan jajaran Polres Batubara ke penjara, Senin (10/4) lalu.

Itu setelah penyidik menetapkan pamong desa itu sebagai tersangka pemalsuan dokumen surat tanah setelah memeriksanya selama enam jam.

Seperti dilansir Pojoksatu, yang bersangkutan, Si, ditetapkan sebagai tersangka karena  diduga menerbitkan Surat Keterangan Tanah (SKT) atas nama abang kandungnya berinisial Ji (40).

Palsukan Dokumen Negara, Oknum PNS Dicokok Polisi

KONFRONTASI-Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan DPRD Provinsi Kepri, Riki Himawan, 31, diciduk jajaran Polsek Lubukbaja karena memalsukan dokumen negara sejak 2015.

Kapolresta Barelang AKBP Hengki menuturkan, Riki diamankan bersama salah seorang rekannya bernama Rahayu Ningsih, 42, Senin (20/3) lalu.

Diamankannya kedua orang pemalsu dokumen negara ini setelah sebelumnya polisi mendapatkan informasi dari masyarakat.

Palsukan Salep 88, Tiga Tersangka Dicokok Polisi

KONFRONTASI-Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap tiga tersangka yang terlibat dalam kasus pembuatan salep palsu bermerek 88 di Kalideres, Jakarta Barat.

"Tiga tersangka berinisial Ya, Us dan Dj," kata Kepala Subdit Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Hendri Marpaung di Jakarta, Kamis.

Menurut Hendri, ketiga tersangka berperan sebagai karyawan di industri rumahan tersebut. Sementara pihaknya masih mengejar pemilik industri rumahan salep palsu.

Pages