22 November 2019

PBB

PBB Siap Menghadapi Pilkada dan Pemilu 2019

KONFRONTASI - Ketua Umum Partai Bulan Bintang  Yusril Ihza Mahendra mengatakan bahwa partainya telah siap menghadapi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Hal itu dikatakan Yusril usai memimpin rapat harian DPP PBB di markas partai, Jalan Raya Pasar Minggu Jakarta (Minggu 21/1/2018).

Yusril mengatakan sebelum putusan MK minggu yang lalu, PBB sebenarnya telah lolos verifikasi. Dengan putusan MK, verifikasi faktual akan dilanjutkan lagi. PBB, menurut Yusril, siap menghadapi verifikasi yang sebentar lagi akan dilaksanakan KPU di seluruh tanah air.

AS Ajak Pesta Negara yang Setuju Soal Yerusalem di Sidang Umum PBB

Konfrontasi - Duta besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Nikki Haley mengundang pesta beberapa negara yang tidak mendukung resolusi PBB untuk mengecam keputusan Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Situs berita NRG melaporkan, Haley memperpanjang undangan tersebut pada Kamis, beberapa jam setelah Majelis Umum PBB mengeluarkan sebuah resolusi yang mengecam pengakuan Trump pada 6 Desember atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel

Dilansir dari Jerusalem Post, Minggu (24/12/2017), sembilan negara menentang resolusi tersebut, termasuk Israel, Amerika Serikat, Guatemala, Honduras dan Togo. Di antara negara yang abstain termasuk anggota Uni Eropa yaitu Polandia, Rumania, Hungaria, Republik Ceko, Kroasia dan Latvia. Negara Uni Eropa yang lain termasuk di antara 128 negara yang memilih mendukung resolusi.

Ini adalah kali ke-10 dalam sejarah PBB Majelis Umum mengadakan pemungutan suara untuk keadaan darurat. Dalam sidang yang digelar dua hari lalu itu ada 21 negara yang tidak memilih, termasuk Kenya, yang merupakan penerima bantuan AS terbesar kelima tahun lalu, Georgia dan Ukraina, yang semuanya memiliki hubungan dekat dengan Amerika Serikat.

Negara yang absen termasuk jarang terjadi dalam pemungutan suara darurat.

Sebelum pemungutan suara, Trump menulis di Twitter: "Kami melihat suara itu. Biarkan mereka memilih melawan kita, kita akan menghemat banyak. Kami tidak peduli."

Respons Indonesia untuk AS dan Israel yang Kalah Suara soal Yerusalem

Konfrontasi - Pemerintah Indonesia menyambut baik hasil pemungutan suara di Majelis Umum PBB, pada resolusi pembatalan pengakuan Amerika Serikat (AS) atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Diketahui, pada Sidang Majelis Umum PBB pada (21/12/2017) malam, Indonesia bersama 128 negara memenangi voting untuk tidak mendukung Amerika Serikat.

Sedangkan 35 negara lain memilih abstain dan 21 negara absen.

Israel Tolak Resolusi PBB Tentang Jerusalem

Konfrontasi - Israel menolak pengesahan dengan suara mayoritas resolusi PBB yang menyeru Amerika Serikat untuk mencabut pengakuannya mengenai Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Pada Kamis malam (21/12), Sidang Majelis Umum PBB mensahkan keputusan tersebut, dengan 128 negara memberi suara dukungan, sembilan menentang, dan 35 abstein.

Sidang Darurat Majelis Umum PBB Soal Resolusi Pembatalan Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel - 128 : 6 : 35

KONFRONTASI -  Mayoritas negara anggota PBB dalam sidang darurat Majelis Umum telah memilih menolak pengakuan sepihak Amerika Serikat (AS) atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Indonesia termasuk di barisan yang menentang AS dengan mendukung resolusi pembatalan status Yerusalem.

Total 128 negara memilih mendukung resolusi yang berisi penolakan keputusan kontroversial Presiden AS Donald Trump soal Yerusalem pada 6 Desember 2017 lalu.

Sembilan negara menentang resolusi atau pro-AS dan

35 negara lainnya memilih abstain.

Batalkan Klaim Yerusalem Ibu Kota Israel, Ini Kata PBB

KONFRONTASI - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya menyetujui sebuah resolusi yang meminta Amerika Serikat menarik pengakuannya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Sebanyak 128 anggota mendukung resolusi, sembilan negara menolak sementara 35 lainnya abstain.

Dikutip dari Anadolu, pada Jumat 22 Desember 2017, sebanyak 193 anggota Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara atas resolusi yang menolak keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada 6 Desember lalu.

Batalkan Klaim Yerusalem Ibu Kota Israel, Ini Kata PBB

KONFRONTASI - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya menyetujui sebuah resolusi yang meminta Amerika Serikat menarik pengakuannya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Sebanyak 128 anggota mendukung resolusi, sembilan negara menolak sementara 35 lainnya abstain.

Dikutip dari Anadolu, pada Jumat 22 Desember 2017, sebanyak 193 anggota Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara atas resolusi yang menolak keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada 6 Desember lalu.

Pasukan Garuda Misi PBB Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Afrika

KONFRONTASI - Pasukan Garuda Misi Perdamaian PBB yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) dibawah pimpinan Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.E. sebagai Dansatgas, beberapa waktu lalu melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 Hijriah/2017 Masehi, bertempat di Masjid Nurul Hijrah Indo Eng Coy Camp, Mpoko, Bangui, Republik Afrika Tengah.

Dubes Amerika Serikat Kena Semprot di PBB Pasca Trump Nyatakan Yerussalem Ibukota Israel

Konfrontasi - Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dikecam banyak pihak. Namun, setidaknya taipan 72 tahun itu masih bisa menyaksikan kemarahan dunia dengan santai di Gedung Putih.

Nasib berbeda dialami beberapa anak buah Trump. Merekalah yang harus pasang badan, menerima hujan kritik langsung di depan muka, sekaligus memberikan respon.

Demokrat Dorong PBB dan OKI Tekan Amerika Serikat

Konfrontasi - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat (PD) Hinca Pandjaitan menegaskan partainya menentang dan mengecam Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Demokrat, kata Hinca, menilai pernyataan Trump akan menyebabkan ketegangan baru di Timur Tengah maupun global yang bisa memicu kepada konflik internasional. "Serta menjadi ancaman terhadap proses perdamaian antara Palestina dan Israel," tegasnya, Sabtu (9/12/2017).

Pages