18 February 2018

Paus Fransiskus

Paus Fransiskus Kritik Media yang Beri Citra Buruk Pada Imigran

KONFRONTASI-Paus Fransiskus mengkritik media yang memburukkan citra imigran melalui pelaporan yang emosional atau tidak lengkap mengenai situasi mereka.

"Beberapa bulan lalu saya melihat berita utama satu surat kabar tentang kota kecil di Italia yang bertulisan, 'Inilah kota tempat perkosaan paling banyak terjadi tahun ini -- saya tidak ingat kota mana, itu tidak penting -- dan 40 persen dari pemerkosanya adalah imigran', " kata Paus.

Paus Malu Ada Pastor Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Anak-anak

KONFRONTASI-Paus Fransiskus secara terbuka mengungkapkan "rasa sakit dan malu" pada Selasa atas pemerkosaan dan pelecehan terhadap anak-anak oleh pastor di Chile dan kemudian mendengarkan, berdoa dan menangis bersama para korban pada pertemuan pribadi dengan korban.

Juru bicara Vatikan Greg Burke mengatakan bahwa pertemuan tersebut terjadi di Kedutaan Besar Vatikan di Santiago.

"Tidak ada orang lain yang hadir, hanya Paus dan korban saja," kata juru bicara tersebut. "Begitulah mereka bisa berbicara tentang penderitaan mereka kepada Paus Fransiskus, yang mendengarkan mereka dan berdoa dan menangis bersama mereka."

Kali ini adalah kedua kalinya dalam perjalanan luar negerinya paus bertemu dengan korban pelecehan seksual, meskipun dia telah bertemu dengan beberapa orang di Vatikan. Pertemuan sebelumnya dilakukan dalam sebuah perjalanan di Philadelphia pada tahun 2015.

Burke menolak memberikan rincian, namun pernyataannya diberikan pada akhir hari yang intens bagi paus, di mana dia berbicara tentang pelecehan seksual dua kali, setelah meminta maaf atas pelecehan yang dia katakan telah menyebabkan "kerusakan yang tidak dapat diperbaiki" kepada para korban.

Paus asal Argentina itu menyampaikan pernyataan pertamanya di istana kepresidenan, La Moneda, sebuah pilihan yang tidak biasa karena paus biasanya berbicara tentang pelecehan seksual terhadap para pemimpin gereja dan bukan politisi.

Tapi skandal tersebut telah mencengkeram negara tersebut, mendorong banyak politisi untuk mengkritik gereja di negara Katolik yang taat itu, di mana krisis tersebut telah merusak kredibilitasnya.

"Di sini saya merasa wajib untuk mengungkapkan rasa sakit dan rasa malu saya atas kerusakan yang tidak dapat diperbaiki yang ditimbulkan oleh beberapa menteri gereja kepada anak-anak," katanya, yang disambut tepuk tangan meriah, termasuk dari Presiden Michelle Bachelet dan para diplomat.

"Saya satu dengan uskup saya, karena benar meminta pengampunan dan melakukan segala upaya untuk mendukung para korban, bahkan saat kami berkomitmen untuk memastikan hal tersebut tidak terjadi lagi," katanya.

Krisis tersebut berpusat pada penunjukan Uskup Juan Barros untuk memimpin keuskupan kecil Osorno di Chile selatan-tengah oleh paus pada 2015.

Barros, yang menghadiri misa kepausan pada Selasa, telah dituduh melindungi mantan mentornya, Pastor Fernando Karadima, yang dinyatakan bersalah dalam penyelidikan Vatikan pada tahun 2011 karena melecehkan remaja laki-laki selama bertahun-tahun. Karadima membantah tuduhan tersebut, dan Barros mengatakan bahwa dia tidak mengetahui adanya pelanggaran.

"Ada banyak kebohongan yang dikisahkan tentang situasi saya," katanya kepada Reuters setelah misa tersebut.

Tidak jelas apakah korban yang ditemui paus dilecehkan oleh Karadima. Burke hanya akan mengatakan bahwa mereka semua adalah korban pelecehan oleh para pastor.

Seiring dengan semakin berkembangnya sekularisasi, skandal tersebut telah mencederai citra gereja yang membela hak asasi manusia selama kediktatoran Augusto Pinochet 1973-1990.

Paus Sebut Dunia Sudah di Ambang Perang Nuklir

KONFRONTASI-Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus pada Senin (15/1) mengatakan dunia berada di "ambang" perang nuklir dan mengaku bahwa situasi tersebut membuatnya prihatin.

Paus asal Argentina tersebut berbicara di atas pesawat kepausan menuju Chile dan Peru, sehari setelah peringatan rudal palsu menimbulkan kepanikan di negara bagian Hawaii di Amerika Serikat (AS), yang gelisah atas serangan dari Korea Utara.

Pesan Natal Paus Fransiskus: Hormati Status Quo Yerusalem!

KONFRONTASI-- Paus Fransiskus menggunakan pesan Natal-nya untuk menyerukan solusi dua negara untuk mengakhjri konflik Israel-Palestina setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai ketegangan di kawasan Timur Tengah dengan mengakui Yerusalem ibu kota Israel.

Paus Fransiskus akan Temui Raja Abdullah Bahas Yerussalem

Konfrontasi - Paus Fransiskus berencana menemui Raja Abdullah II dari Yordania di Vatikan pekan mendatang, di tengah semakin memanasnya bentrokan antara warga Palestina dengan pasukan keamanan Israel yang dipicu keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Demonstrasi dan aksi kekerasan terjadi antar kedua kubu usai Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember.

Pemimpin Katolik Dunia Temui Pengungsi Rohingya Hari Ini

Konfrontasi - Paus Fransiskus memimpin Misa agung di lapangan terbuka hari ini Jumat (1/12/2017) untuk menabiskan pendeta-pendeta baru dari Bangladesh dalam kunjungannya ke negeri ini dengan jadwal padat di mana dia akan menemui pengungsi muslim Rohingya dari Myanmar hari ini juga.

Sekitar 100 ribu orang menghadiri Misa di Suhrawardy Udyan Park, Dhaka, yang merupakan situs monumental dan museum kemerdekaan Bangladesh dari Pakistan pada 1971 di mana Paus tiba dengan kendaraan terbuka.

Paus Larang Penjualan Rokok di Vatikan

Konfrontasi - Paus Fransiskus melarang penjualan rokok di Vatikan sebagai upaya untuk menunjukkan contoh hidup sehat.

“Bapa Suci telah memutuskan bahwa Vatikan akan mengurangi penjualan rokok kepada pegawai mulai 2018,” kata Vatikan dalam sebuah pernyataan pada Kamis (9/11/2017).

Terlibat Banyak Skandal, Uskup Asal Indonesia Mundur

KONFRONTASI-Pengunduran diri atas nama Uskup Hubertus Leteng asal Indonesia yang diketahui adalah Uskup di Keuskupan Ruteng telah diterima Paus Fransiskus. 

Hal itu terjadi menyusul adanya skandal yang menjerat Uskup Hubertus. Rekannya sesama pastor melaporkan bahwa Uskup Hubertus memiliki kekasih dan melakukan penggelapan dana gereja hingga US$120 ribu.

Pimpin Misa di Mesir, Paus Fransiskus Ucapkan "Assalamu 'Alaikum"

KONFRONTASI-Sebuah pesan toleransi dan koeksistensi disampaikan pemimpin tertinggi hierarki Gereja Katolik, Paus Fransiskus, dalam sebuah perayaan misa di sebuah stadion Kairo sebelum mengakhiri perjalanan dua harinya ke Mesir.

Seperti dilansir dari CNN, kunjungan tersebut dirancang untuk menjalin persaudaraan Muslim-Kristen dan menunjukkan solidaritas dengan kelompok minoritas Kristen Koptik yang terancam di negara tersebut.

Kedatangan Fransiskus terjadi hampir dua minggu setelah pengeboman saat perayaan Minggu Palma di dua gereja Koptik, yang menyebabkan setidaknya 45 orang tewas.

Pengamanan ketat mengelilingi Fransiskus saat memasuki Stadion Pertahanan Udara Kairo dengan sebuah mobil golf terbuka.

Dia melambai kepada umat dan masyarakat kemudian berhenti sejenak untuk memberkati sekelompok anak berkostum. Salah satu bagian stadion dihiasi dengan fotonya serta bendera Mesir dan Vatikan.

"Religiusitas tidak berarti apa-apa kecuali jika diilhami oleh iman dan amal yang dalam," kata Francis.

"Iman yang benar adalah yang membuat kita lebih beramal, lebih berbelas kasih, lebih jujur dan lebih manusiawi," katanya.

"Tuhan senang hanya dengan iman yang diungkapkan oleh hidup kita, karena satu-satunya fanatisme yang dimiliki orang percaya hanyalah karena kasih amal! Fanatisme lainnya tidak datang dari Tuhan dan tidak menyenangkannya."

Paus memulai misa dengan ucapan "Assalamualaikum," salam tradisional dalam bahasa Arab yang berarti "damai sejahtera bagimu," dan diakhiri dengan "al-Masih qam! Bilhaqiqa qam! (Kristus telah bangkit Dia benar-benar bangkit)".

Seorang juru bicara Vatikan mengatakan 15 ribu orang menghadiri misa di stadion, yang menampung 30 ribu orang.

Paus kemudian bertemu dengan anggota komunitas Katolik Koptik kecil Mesir di Seminari Patriarkat St. Leo di lingkungan Maadi, Kairo.

Dalam suasana yang lebih intim dari misa sebelumnya, Fransiskus mendesak berkumpulnya para imam, biarawati dan umat untuk menjadi pembangun perdamaian religius di Mesir, dengan mengatakan bahwa meskipun "keadaan sulit, Anda harus bertahan."

"Meskipun ada banyak alasan untuk berkecil hati, dan banyak kehancuran dan penghukuman. Semoga Anda menjadi penopang harapan, pembangun jembatan dan agen dialog serta harmoni," katanya.

Kemudian pada Sabtu (29/4), Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan seorang penjaga kehormatan bertemu Paus di bandara dalam sebuah upacara perpisahan sebelum dia berangkat ke Roma.

Paus Fransiskus Serukan Perdamaian di Kongo

KONFRONTASI-Paus Fransiskus pada Minggu (2/4) menyerukan perdamaian di Republik Demokratik Kongo, mendesak penghentian segera pertumpahan darah di wilayah konflik Kasai.

"Berita terus bermunculan mengenai bentrokan berdarah di Kasai di Republik Demokratik Kongo -- pertempuran yang menimbulkan korban dan pengungsi," kata Sri Paus di hadapan sekitar 20.000 jemaat dalam sebuah misa di Carpi, kota Italia utara yang dilanda dua gempa bumi mematikan pada 2012.

Pages