26 May 2017

Partai NasDem

Soal Video Ridwan Kamil, Ini Tanggapan Jaksa Agung

Konfrontasi - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo tidak mau menanggapi banyak terkait pernyataan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. 

Dalam video yang beredar, Ridwan Kamil mengaku bersedia menerima Partai Nasdem untuk maju calon Gubernur Jawa Barat karena partai itu memiliki media dan menempatkan kadernya menjadi pimpinan Kejaksaaan Agung. Sehingga akan memudahkan langkahnya menjadi orang nomor satu di tanah Pasundan. 

"Saya tidak mau menanggapi. Itu bukan urusan saya," kata Prasetyo di kantornya, Jumat, 19 Mei 2017.

Ini Alasan Nasdem Incar Ridwan Kamil di Pilkada Jawa Barat 2018

Konfrontasi - Partai Nasional Demokrat ( Nasdem) terus bersafari memperkenalkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jawa Barat. Sabtu (22/4/2017) pagi, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem melakukan sosialisasi figur Ridwan Kamil di Kota Tasikmalaya menjelang Pilgub Jabar 2018.

Ketua DPW Partai Nasdem Saan Mustopa mengatakan, kegiatan itu sesuai dengan target dari partai yang ingin mendongkrak popularitas Ridwan Kamil di Jabar.

Nasdem Bagikan Ribuan Rekening Bank DKI Bagi Saksi Partai

Konfrontasi - Partai Nasional Demokrat (Nasdem) membagikan 8.000 rekening Bank DKI kepada para saksi partai yang bertugas mengawasi pemilihan kepala daerah DKI Jakarta di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jakarta. Rekening tersebut merupakan media pembayaran biaya operasional saksi.

Reshuffle Kabinet: NasDem Klaim Tidak Minta Jatah Menteri ke Jokowi

KONFRONTASI - Ketua DPP Partai Nasdem, Martin Manurung menyatakan partainya mendukung pemerintahan Jokowi-JK tanpa syarat, dengan demikian Partai Nasdem tidak mau menjadi beban pemerintah, apalagi masyarakat.

"Apapun yang dibutuhkan agar pemerintahan ini sukses, Nasdem pasti siap untuk mendukung dan memberikan apa yang terbaik. Termasuk tentang kursi kabinet. Nasdem tak pernah meminta jatah dan menuntut presiden," ujar Martin kepada wartawan hari ini (Sabtu, 9/4) menyikapi kuatnya kabar rencana reshuffle kabinet saat ini.

Politikus PBB Sebut Dukungan Parpol ke Ahok Khianati TemanAhok dan Pasangannya

Konfrontasi - Sindiran Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), agar bersikap “jantan” menjadi polemik.

Maknanya, menurut politikus Partai Bulan Bintang (PBB), Teddy Gusnaidi, yang menantang Ahok konsisten dari jalur perseorangan pada Pilkada DKI 2017 tanpa mengharapkan dukungan partai politik.

“Intinya, kalau mau independen, jangan minta partai lagi,” ujar Teddy dilansir Aktual.com, Jumat (25/3/2016).

NasDem Konsisten dengan Politik Tanpa Mahar

Konfrontasi - Jelang pilkada serentak 2017, Partai NasDem konsisten melakukan penjaringan pasangan calon dengan mengedepankan transparansi sekaligus tanpa mahar apa pun.

"NasDem tidak bisa berkompromi dengan kader yang semangatnya tidak sejalan dengan tujuan partai untuk menciptakan proses politik yang bersih," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) NasDem Enggartiasto Lukita.

Ketum Nasdem Minta Jatah: Tengku Erry Dapat 10 SKPD, Surya Paloh 4

KONFRONTASI - Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho tak menampik ada permintaan jatah jabatan di satuan kerja perangkat daerah Pemprov Sumut oleh Wakil Gubernur Tengku Erry Nuradi yang berselisih paham dengannya. Gatot menjelaskan permintaan itu terjadi saat islah antara ia dan Erry di kantor DPP Partai Nasdem 19 Mei 2015 yang dihadiri Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan pengacara Gatot, Otto Cornelis Kaligis.

Kinerja Kejaksaan Agung Sangat Buruk, Kenapa NasDem Ngotot Pertahankan Prasetyo sebagai Jaksa Agung?

KONFRONTASI - Partai NasDem meminta Presiden Jokowi untuk tidak menggusur menteri-menteri dari partai yang sejak awal mengusungnya pada Pilpres. Apalagi kalau langkah itu dilakukan untuk mengakomodir partai baru yang bergabung dan akan bergabung belakangan dalam koalisi Pemerintah.

Demikian permintaan itu disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem M. Kurtubi di Jakarta, Rabu (23/12).

Dinonaktifkan dari Keanggotaan MKD, Akbar Faizal Mencak-mencak

KONFRONTASI - Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Akbar Faizal, yang berasal dari fraksi Partai Nasdem, dilarang mengikuti sidang tertutup penentuan vonis atas Ketua DPR RI, Setya Novanto.

Hal itu diketahui dari Akbar sendiri yang berteriak-teriak di depan ruang MKD, di hadapan wartawan, gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (16/12).

NasDem "Cuci Tangan" Kasus Rio Capella

Konfrontasi - Partai NasDem tampaknya sudah tak mau bersentuhan lagi dengan Patrice Rio Capella dan kasus suap penanganan perkara di Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Sumut yang menjeratnya. Buktinya, partai pimpinan Surya Paloh itu ogah memberi bantuan hukum kepada sang mantan sekretaris jenderal.

Ketua DPP NasDem, Taufik Basari mengatakan, pihaknya tidak mungkin memberi bantuan hukum kepada Rio Capella. Pasalnya, anggota Komisi III DPR itu sudah bukan lagi kader NasDem.

Pages