20 November 2019

paradoks sedih

Puisi Paradoks Sedih : Neny Isharyanti

Jadi pisau yang kau sarangkan di dadaku ini
membuatku tersadar bahwa
aku pun bisa pedih
ketika dunia melihatku tegak berdiri.

Sudah berapa kali pisau itu terhujam, hingga air mata menitik seperti hujan di musim kemarau?
Kau tentu tak pernah melihatnya bukan?

Dunia tak pernah melihat air mata.
Tak kan pernah.
Sebab kusimpan titiknya di sudut rasa terdalam dalam kelam malam.
Di hadapmu adalah senyum.