15 November 2019

Palestina

Hamas Anggap Normalisasi Hubungan dengan Israel Sebagai Kejahatan Tak Termaafkan

KONFRONTASI-Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, mengatakan bahwa normalisasi hubungan dengan Israel dan upaya untuk mempengaruhi kesadaran orang-orang adalah kejahatan yang tidak dapat dimaafkan.

Pernyataan Hamas ini ditujukan kepada percepatan proses normalisasi di seluruh wilayah baik di tingkat resmi maupun tidak resmi.

"Normalisasi ini melanggengkan pendudukan Israel dan mencakup kejahatan yang terus berlanjut terhadap rakyat Palestina dalam kaitannya dengan konspirasi Zionis-AS melawan Yerusalem dan para pengungsi Palestina," kata Hamas seperti dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (7/3/2018).

Hamas mengatakan langkah seperti itu oleh Israel dan pendukung mereka di Amerika dan Barat adalah awal dari penyebab "likuidasi" Palestina.

"Upaya tersebut berdiri di samping pemindahan Israel (pengusiran warga Palestina), pembunuhan, penahanan, Yudaisasi dan pembangunan permukiman," kata Hamas. Semua permukiman Israel sendiri menurut hukum internasional ilegal.

Dalam pernyataan ini, jelas Hamas, gerakan tersebut menolak semua bentuk normalisasi. Hamas juga menegaskan keinginan mereka untuk tidak memiliki hubungan dengan pendudukan atau menerima keberadaannya di Palestina yang diduduki.

"Menormalisasi hubungan dengan pendudukan bertentangan dengan sejarah politik negara-negara yang telah menolak pendudukan dan menolak memiliki hubungan apapun dengannya, dan juga menolak untuk melegitimasi keberadaannya," tegas Hamas.

Pesawat-pesawat Tempur Israel Hancurkan Hasil Pertanian Palestina

KONFRONTASI - Pesawat rezim Zionis merusak kebun orang-orang Palestina dan menghancurkan hasil pertanian mereka di jalur Gaza dengan menyemprotkan bahan kimia tertentu dengan alasan membasmi gulma.

Direktur Jenderal Tanah dan Pengairan Kementerian Pertanian Palestina, Nazar Al-Wahidi menyatakan bahwa bahan pembunuh gulma yang dipakai rezim Zionis berbahaya bagi pertanian, dan Israel tidak berhak untuk menyemprotkan cairan pembasmi gulma ke lahan pertanian orang-orang Palestina.

Petani Palestina Ditembaki Tentara Israel Hingga Tewas

KONFRONTASI - Kementerian kesehatan Palestina menyatakan bahwa seorang petani Palestina dilaporkan tewas terkena tembakan tentara Israel di Khan Younis yang terletak di wilayah selatan jalur Gaza.

Sumber Palestina menyatakan bahwa seorang petani bernama Muhammad Ata Abu Jami yang berusia 59 tahun hari Sabtu (3/3) menjadi sasaran tembakan tentara rezim Zionis.

Bulan lalu, tentara Israel menembaki petani dan nelayan Palestina sebanyak 33 kali.

Aksi destruktif militer Israel tersebut menyebabkan sembilan orang warga Palestina gugur.

TGB Serahkan Bantuan untuk Rakyat Palestina

KONFRONTASI - Gubenur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Muhammad Zainul Majdi menyerahkan bantuan dari masyarakat NTB berupa uang tunai Rp 100 juta untuk masyarakat Palestina. Bantuan ini diserahkan kepada Sekjen Komite Al Quds Ikatan Ulama Internasional, Syeikh Dr. Muraweh Mousa Nassar usai shalat Jumat di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center NTB, Jumat (16/2)


TGB mengatakan bantuan tersebut merupakan salah satu cara membalas jasa baik masyarakat Palestina.

Protes Aksi Zionis Israel, Pemuda Yahudi Jalan Kaki dari Swedia ke Palestina

Konfrontasi - Pemuda 25 tahun asal dari Swedia melakukan perjalanan dari negaranya ke Palestina, untuk menyerukan kesadaran masyarakat terkait pelanggaran HAM di wilayah yang diduduki Israel .

Benjamin Ladraa, aktivis dari Swedia tersebut mengatakan, dirinya tergerak setelah berkunjung ke Palestina selama tiga minggu pada April tahun 2017.

Ledakan Tabung Gas Tewaskan Tujuh Warga di Gaza

Konfrontasi - Sedikitnya tujuh warga Palestina tewas dalam sebuah ledakan di Gaza City pada Kamis (1/2/2018), peristiwa yang menurut pejabat disengaja setelah terjadi pertengkaran keluarga.

"Tujuh orang termasuk anak-anak tewas dan sekitar 30 orang lainnya luka-luka dalam ledakan di sebuah rumah" di Gaza City, ujar juru bicara Kementerian Kesehatan.

Pernyataan polisi menyebutkan bahwa anggota keluarga Abu Assi secara sengaja membakar sebuah tabung gas saat terjadi pertengkaran keluarga, dan memicu ledakan.

Palestina Butuh Militer, Bukan Obat-obatan

Oleh : Ust. Dwi Condro Triono

Dulu pernah sewaktu kuliah di Malaysia, saya diminta berpidato dalam acara pengumpulan dana untuk membantu rakyat Palestina yang tengah dibombardir Israel. Semangat warga Malaysia untuk mengumpulkan dana sangat besar. Antusias sekali. Terkumpul dana yang lumayan banyak.

Setelah beberapa pembicara selesai, tiba giliran saya. Saya bertanya pada hadirin :
” Dana ini mau kita belikan apa ?.”

Baitulmaqdis, Dunia Islam Didesak Putus Hubungan dengan Israel

KONFRONTASI- Negara-Negara Islam didesak memutuskan semua bentuk hubungan dengan Israel, sebagai bukti dukungan serempak terhadap perjuangan umat Islam mempertahankan Baitulmakdis.

Imbauan itu merupakan salah satu di antara 14 resolusi yang dicapai dalam Persidangan Meja Bundar Ulama Islam Sedunia Mengenai Baitulmakdis yang berlangsung selama dua hari dalam Festival MyAQSA di Putrajaya, Malaysia, Minggu (28/1), sebagai dilansir Berita Harian.

Raja Yordania: Yerusalem Timur Harus Jadi Ibu Kota Palestina

KONFRONTASI-Raja Abdullah dari Yordania, Minggu, mengungkapkan keprihatinannya atas keputusan Washington untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dengan mengatakan, Yerusalem Timur harus menjadi ibu kota negara Palestina masa depan.

Dalam sambutannya dalam pembicaraan dengan Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence, di Amman, raja dengan latar belakang militer itu mengatakan, satu-satunya solusi untuk konflik Israel-Palestina adalah solusi dua negara.

Abbas akan Minta Uni Eropa Akui Negara Palestina

KONFRONTASI-Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan meminta Uni Eropa (UE) secara resmi mengakui Negara Palestina ketika dia bertemu dengan para menteri luar negeri UE pada Senin (22/1), kata seorang pejabat senior kepada AFP pada Minggu.

Menteri Luar Negeri Palestina Riad al-Maliki mengatakan Abbas akan mengatakan kepada UE bahwa mereka harus mengambil langkah tersebut "sebagai satu cara untuk merespons" keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pages