18 November 2019

Palestina

Paramedis Palestina Tewas, Israel Malah Salahkan Hamas

KONFRONTASI-Ribuan orang berkumpul di Gaza pada Hari Sabtu untuk menghadiri pemakaman Razan al-Najjar, seorang perawat Palestina yang baru berusia 21 tahun.

Tembakan Tentara Israel Renggut Nyawa Paramedis Cantik Ini

KONFRONTASI-Seorang paramedis perempuan Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel di Jalur Gaza pada hari Jumat. Paramedis berparas cantik penolong demonstran yang terluka ini ditembak di Khan Yunis.

Paramedis bernama Razan al-Najjar, 21, telah muncul beberapa kali di tengah-tengah para demonstran Palestina yang terluka oleh tembakan pasukan Israel.

Uni Eropa Kecam Keputusan Israel Hancurkan Desa Badui Palestina di Tepi Barat

KONFRONTASI-Uni Eropa pada Kamis (31/5) mendesak Israel mempertimbangkan kembali keputusannya untuk menghancurkan sebuah desa Badui Palestina di Tepi Barat yang diduduki, dengan mengatakan itu merusak "prospek perdamaian yang dapat bertahan lama."

Wamenlu RI: Kita Harus Dukung Pemulihan Ekonomi Palestina

KONFRONTASI-Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir menyerukan dukungan bagi upaya-upaya rekonstruksi dan pemulihan ekonomi negara Palestina dalam Pertemuan Pejabat Senior Konferensi tentang Kerja Sama antara Negara-negara Asia Timur untuk Pembangunan Palestina (SOM CEAPAD) ke-2.

Khamenei Serukan Negara-negara Islam Bersatu Menentang Kejahatan AS dan Israel

KONFRONTASI- Pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah menjadi sekutu Israel dalam kejahatan baru-baru ini terhadap rakyat Palestina.

Isu ''Pertemuan Rahasia' RI-Israel, Kemenlu Diminta Menjelaskan?

KONFRONTASI- Kementerian Luar Negeri Indonesia perlu memberikan penjelasan resmi kepada DPR tentang pemberitaan media Israel soal 'pertemuan rahasia' pejabat Indonesia dan Israel terkait pelantikan Konsul Kehormatan pertama Indonesia di Palestina.

Turki Usir Dubes Israel Akibat Pembantaian Terhadap 60 Warga Palestina

KONFRONTASI -  Pemerintah Turki mengusir Duta Besar Israel untuk Ankara, Eitan Naeh, setelah pasukan Israel menewaskan 60 warga Palestina dalam demo di Gaza. Pemerintah Palestina menyebut kematian 60 warga dalam demo menentang pembukaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem tersebut sebagai pembantaian.

Puluhan Warga Palestina Dibantai, Turki Usir Dubes Israel

KONFRONTASI-Turki mengatakan kepada duta besar Israel untuk meninggalkan negara itu pada Selasa, setelah pasukan Israel membunuh 60 warga Palestina selama unjuk rasa di perbatasan Gaza terhadap pembukaan kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem.

Turki menjadi salah satu pengecam paling lantang atas tanggapan Israel terhadap unjuk rasa Gaza dan pemindahan kedutaan Amerika Serikat, menarik duta besarnya dari Tel Aviv dan Washington, serta menyerukan pertemuan darurat negara Islam, Jumat.

Presiden Turki, Tayyip Erdogan, menyebut pertumpahan darah, Senin, sebagai yang paling mematikan bagi warga Palestina sejak perang Gaza pada 2014, pemunahan dan menyebut Israel negara teroris. Pemerintahannya menyatakan tiga hari berkabung.

"Duta besar Israel diberitahu bahwa utusan kami untuk Israel dipanggil kembali untuk konsultasi dan diberitahu bahwa akan lebih baik baginya untuk kembali ke negaranya untuk beberapa waktu," kata sumber Kementerian Luar Negeri Turki.

Juru bicara pemerintah, Bekir Bozdag, mengatakan kepada parlemen, Turki menganggap Amerika Serikat sama-sama bertanggung jawab atas kekerasan, Senin.

"Darah orang-orang Palestina yang tidak bersalah ada di tangan Amerika Serikat," katanya, "Amerika Serikat adalah bagian dari masalah, bukan solusi."

Hubungan Ankara dengan Washington, dua sekutu NATO, sangat tegang atas pemindahan kedutaan itu, ketidaksepakatan mengenai penempatan militer di Suriah utara, dan kasus pengadilan terhadap warga negara Turki dan Amerika Serikat di masing-masing negara.

Terdapat demonstrasi melawan Israel di Istanbul dan di Ankara. Erdogan, yang berkampanye untuk pemilihan presiden dan parlemen bulan depan, mengatakan unjuk rasa akan diadakan pada Jumat untuk memprotes pembunuhan tersebut.

Persoalan Palestina menggerakkan banyak orang Turki, termasuk dengan pemilih nasionalis dan religius yang membentuk basis dukungan Erdogan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan di Twitter, Erdogan tidak dalam posisi untuk mengajarkan moralitas kepada mereka, karena dia mendukung gerakan Islamis Palestina Hamas yang memerintah Gaza. "Tidak ada keraguan bahwa dia memahami terorisme dan pembantaian," kata Netanyahu.

Erdogan mencuit kembali, Netanyahu adalah pemimpin negara apartheid yang telah menduduki tanah rakyat yang tidak berdaya selama 60 tahun lebih, yang melanggar resolusi PBB, dengan menambahkan dia mengkritik Turki yang membiaskan perhatian.

"Ingin pelajaran dalam kemanusiaan? Baca Sepuluh Perintah Tuhan," katanya.

Soal Kemerdekaan Palestina, Mana Peran Aktif Indonesia?

KONFRONTASI - Pengajar studi Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Shofwan Al Banna berharap Indonesia bersikap lebih aktif dalam menyuarakan isu kemerdekaan dan kemanusiaan Palestina di forum internasional, apalagi setelah kekerasan yang terjadi di Gaza baru-baru ini.

Relawan ACT & Aksi Kembalinya Tanah Palestina di Gaza

KONFRONTASI -  Aksi Kembalinya Tanah Palestina (Al Awdah March) diikuti ratusan ribu warga Palestina. Relawan lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang bergabung di dalamnya mengungkapkan aksi itu berakhir setelah ditembaki pasukan zionis Israel.

Pages