18 November 2019

Palestina

Mahasiswa dan Tentara Israel Bentrok di Perbatasan Ramallah

KONFRONTASI-Beberapa puluh mahasiswa Birzeit University pada Rabu (20/3) berdemonstrasi di perbatasan Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan, di dekat pos pemeriksaan Israel untuk memprotes pembunuhan tiga pemuda Palestina di dekat Ramallah dan Balus pada malam sebelumnya.

Tentara Israel menembakkan gas air mata dan peluru logam yang berlapis karet ke arah mahasiswa dan melukai tiga mahasiswa dengan peluru karet sementara mahasiswa lain menderita sesak nafas karena menghirup gas air mata.

Pemukim Yahudi Bersenjata Serang Rumah Warga Palestina di Tepi Barat

KONFRONTASI-Beberapa pemukim Yahudi yang bersenjata pada Ahad (17/3) menyerang beberapa rumah orang Palestina di Desa Twani di bagian selatan Tepi Barat Sungai --yang diduduki, kata seorang pegiat setempat Rateb Al-Jabbour.

Ia mengatakan kepada Kantor Berita Palestina, WAFA, Senin, dari permukiman Maon menyerang rumah orang Palestina yang berada di dekatnya dengan menggunakan batu dan mencfaci-maki penghuni rumah tersebut.

Ia mengatakan tentara Israel yang berada di daerah itu tidak berbuat apa-apa.

Ratusan Pemukim Yahudi Terobos Kompleks Masjid Al-Aqsha, Ketegangan Meningkat

KONFRONTASI-Sebanyak 150 pemukim Yahudi pada Kamis masuk secara paksa ke dalam Kompleks Masjid Al-Aqsha, yang sering menjadi tempat bentrokan di Al-Quds (Jerusalem) Timur, yang diduduki Israel, kata seorang pejabat Palestina.

Kejam, Tentara Israel Pukuli Tahanan Palestina yang Diborgol

KONFRONTASI- Sebuah pengadilan Israel membuka rekaman mengerikan saat tentara-tentara ultra ortodoks Israel, IDF, memukuli seorang ayah Palestina yang diborgol dan putranya yang masih remaja sambil tertawa. Mereka ditangkap dalam sebuah penggerebekan. Video itu adalah bukti dalam persidangan pelecehan tahanan.

Sebuah pengadilan di Jaffa mencabut perintah pembungkaman terhadap video pada hari Selasa setelah permintaan dari media Israel. Rekaman itu menunjukkan tentara ultra ortodoks dari Batalyon Netzah Yehuda 97 IDF menganiayan dua tahanan Palestina yang diborgol dan ditutup matanya di dalam kendaraan militer.

"Kami sedang berpesta," ujar para prajurit sambil tertawa ketika mereka berulang kali memukul kepala para tahanan, menuntut agar mereka "menyapa" ke kamera. Salah satu pria yang terikat terluka sangat parah sehingga penyidik tidak bisa menanyai dia segera setelah itu seperti dikutip dari RT, Kamis (14/3/2019).

Setelah mendengar pembelaan, kelima tentara IDF itu dinyatakan bersalah atas pelecehan dan dijatuhi hukuman penjara antara dua dan enam setengah bulan penjara. Mereka semua diturunkan pangkat dan menjalani masa percobaan.

Sementara itu komandan para tentara itu menghadapi tuduhan gagal mencegah penganiayaan tahanan oleh bawahannya.

Kasus mengejutkan itu mendapat banyak perhatian di Israel. Presenter TV Oshrat Kotler mengatakan bahwa tentara muda IDF menjadi "manusia binatang" setelah mereka kembali dari Tepi Barat.

"Itulah hasil pendudukan tanah Palestina," katanya.

Komentar jurnalis itu disambut dengan serangan balik dan dukungan.

Saudi dan Indonesia Tegaskan Kemerdekaan Palestina Tetap Jadi Prioritas

Konfrontasi - Menteri Negara Urusan Luar Negeri Arab Saudi, Adel Jubeir menegaskan Saudi akan tanpa henti untuk mengejar kemerdekaan Palestina, sesuai dengan perjanjian perbatasan 1967 dan dengan Yerusalem sebagai Ibu Kotanya.

Inggris Kutuk Tindakan Polisi Israel Usir Keluarga Palestina

KONFRONTASI-Wakil Konsul Jenderal Inggris Alison Hall mengutuk pengusiran keluarga Abu Assab oleh polisi Israel dari rumahnya di Wilayah Muslim di Kota Tua Al-Quds (Jerusalem) Timur, yang diduduki Israel.

Rumah itu direncanakan penguasa Yahudi untuk diserahkan kepada pemukim Yahudi.

Penguasa Yahudi pada Ahad (17/2) meminta dengan paksa keluarga Abu Assab pindah dari rumahnya di Wilayah Muslim di Kota Tua Al-Quds dan rumah itu akan diserahkan kepada sekelompok pemukim Yahudi.

Jordania & Palestina Kutuk Penutupan Al-Aqsha Oleh Israel

KONFRONTASI-Presiden Palestina dan Jordania dengan keras mengutuk penutupan dengan menggunakan rantai dan gembok kompleks pemakaman Gerbang Ar-Rahmah --yang berdampingan dengan tembok timur Masjid Al-Aqsha.

Kantor Presiden Palestina juga menentang rencana Israel untuk melakukan penutupan sementara dan pemisahan sebagian masjid tersebut.

Israel Larang Tujuh Perempuan Palestina Masuki Al-Aqsha

KONFRONTASI-Pemerintah Israel pada Ahad malam (3/2) memutuskan untuk melarang tujuh perempuan Palestina warga Al-Quds (Jerusalem) memasuki kompleks Masjid Al-Aqsha selama dua pekan, kata seorang pengacara.

Khaled Zabarqa, seorang pengacara, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Palestina, WAFA --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi, mengatakan polisi militer Israel menahan enam perempuan Palestina dan seorang perempuan muda saat mereka akan meninggalkan tempat bentrokan di Al-Quds Timur melalui beberapa gerbang.

Perlu Aksi Global untuk Cegah Israel Perluas Pemukiman Yahudi

KONFRONTASI-Masyarakat internasional perlu melakukan tindakan tegas untuk menanggapi peningkatan pembangunan permukiman Yahudi baru-baru ini di wilayah pendudukan Tepi Barat Sungai Jordan, termasuk Al-Quds Timur, kata seorang ahli PBB urusan hak asasi manusia.

Perbuatan penguasa Israel tersebut jelas-jelas mengingkari penyelesaian dua-negara, katanya.

Kolumnis New York Times Ini Kecam Kekejaman Israel Terhadap Warga Palestina

KONFRONTASI-Satu artikel di New York Times yang ditulis Michelle Alexander dan disiarkan pada Minggu (20/1), telah mengecam kebijakan Israel terhadap rakyat Palestina.

Di dalam artikel itu, Time to break the silence on Palestine, Michelle --penganjur dan pengacara hak sipil-- mendesak masyarakat internasional agar berbicara secara lantang guna menentang "ketidak-adilan yang sangat besar pada jaman kita". Seruan Michelle persis seperti yang dilakukan Martin Luther King Jr untuk menentang perang di Vietnam.

Pages