12 December 2019

Pakistan

Bomb attack kills 9 near Pakistan's Lahore

KONFRONTASI-At least nine people have been killed and over 20 others injured in a bomb blast that ripped through a police checkpoint on the outskirts of the eastern Pakistani city of Lahore.

Deputy Inspector General of police Haider Ashraf said the bomb exploded when the police were changing guards at the checkpoint just outside an annual religious congregation in the suburb of Raiwind on Wednesday.

"I can at the moment say that police was the target," Ashraf said.

Di Provinsi Khyber, Penata Rambut Pakistan Larang Jenggot ‘Goatee’ Karena Tak Islami

KONFRONTASI - Penata rambut di provinsi Khyber Pakhtunkhwa (KP) Pakistan, Senin (5/3), mengumumkan larangan gaya jenggot ‘goatee’ atau jenggot Perancis karena dianggap tidak Islami.

"Kami membuat keputusan setelah berkonsultasi dengan para ulama," kata ketua Penata Rambut KP Muhammad Sharif Kahlun dalam sebuah konferensi pers.

Kahlun mengatakan para ulama sepakat bahwa gaya jenggot seperti itu harus dilarang, dan bahwa memelihara jenggot dalam Islam sesuai dengan Sunnah Nabi Muhammad.

3 Tahun Berjalan, Belum Ada Titik Terang Kasus Tewasnya WNI di Hong Kong

Konfrontasi - Seorang pria Pakistan diduga membunuh kekasihnya yang berasal dari Indonesia. Mayat kekasihnya tersebut ditemukan di luar gedung tempat pria ini tinggal di Hong Kong tiga tahun lalu.

Namun, pria ini menolak mengakui perbuatannya. Penolakannya diutarakan melalui sebuah persidangan di Hong Kong.

Keji, Gadis 7 Tahun Diperkosa Lalu Dibunuh

KONFRONTASI-Hukuman mati dijatuhkan pengadilan Pakistan terhadap seorang pelaku perkosaan dan pembunuhan atas gadis tujuh tahun, Zainab Ansari. Orang tua korban minta pelaku dirajam.

Pengadilan yang digelar di Kota Lahore oleh pengadilan khusus antiterorisme pada Sabtu, 17 Februari 2018, itu menghadirkan pelaku, Mohammad Imran Ali.

Laporan Al Jazeera, Sabtu, menyebutkan, Zainab ditemukan tewas di tumpukan sampah pada 9 Januari 2018 di Distrik Kasur dekat Lahore, Provinsi Punjab, beberapa hari setelah dia menghilang dari kedua orang tuanya.

Serangan Bom Bunuh Diri Dekatan Pangkalan Militer Pakistan Tewaskan 11 Orang

KONFRONTASI-Serangan bom bunuh diri di dekat sebuah pangkalan militer di Pakistan utara pada hari Sabtu menewaskan sedikitnya 11 tentara dan melukai 13 lainnya. Wilayah tersebut diketahui pernah dikuasai oleh faksi lokal Taliban.

Militer Pakistan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan bunuh diri di Lembah Swat terjadi di area olahraga unit tentara.

"Para tentara sedang bermain bola voli di malam hari di luar pangkalan militer ketika seorang pembom bunuh diri berhasil meledakkan dirinya," kata seorang petugas keamanan yang meminta untuk tidak diidentifikasi seperti disitat dari Reuters, Minggu (4/2/2018).

Petugas itu mengatakan pertandingan tersebut juga disaksikan oleh warga sipil dan jumlah korban dapat meningkat mengingat ramainya orang berkumpul di daerah tersebut. Ia menambahkan bahwa korban luka dipindahkan ke sebuah rumah sakit militer terdekat.

Serangan tersebut diklaim oleh Tehreek-e-Taliban, yang juga dikenal sebagai Taliban Pakistan, dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke media.

"Insya Allah Tehreek-e-Taliban telah memulai proses pembalasan dendam. Akan lebih banyak serangan yang terjadi," kata juru bicara kelompok militan itu,Mohammad Khurasani, dalam pernyataan tersebut.

Ribuan Ulama Pakistan Fatwakan Haram Bom Bunuh Diri

KONFRONTASI- Lebih dari 1.800 ulama Muslim Pakistan mengeluarkan fatwa melarang pemboman bunuh diri, melalui buku yang akan diresmikan pemerintah, Selasa.

Kicauan Trump Bikin Pakistan Murka

KONFRONTASI-Pemerintah Pakistan memanggil Duta Besar Amerika Serikat (AS) di Islamabad, David Hale, terkait kicauan Presiden AS Donald Trump. Melalui Twitter, Trump menuding Pakistan menipu AS yang telah memberikan bantuan hampir Rp 450 triliun.

Seperti dilansir AFP, Selasa (2/1/2017), Dubes Hale diminta untuk datang ke kantor Kementerian Luar Negeri Pakistan di Islamabad pada Senin (1/1) malam waktu setempat. Namun isi pembicaraan dalam pemanggilan itu tidak diungkap ke publik.

Ledakan di Gereja Kristen Pakistan, 5 Tewas dan 16 Terluka

Konfrontasi - Sekelompok orang bersenjata dilaporkan menyerang sebuah geraja Kristen di Quetta, Pakistan selatan. Para pelaku langsung bergegas masuk saat Kebaktian hari Minggu akan dimulai, meledakkan bom dan melepaskan tembakan ke jamaah gereja.

Menurut Wakil Komisaris polisi Quetta, Wakil Komisaris Quetta Farukh Atiq, mengatakan serangan yang diikuti oleh ledakan itu menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 16 lainnya.

Taliban Serang Kampus di Pakistan dengan Menyamar Pakai Burqa

KONFRONTASI - Pasukan Taliban Pakistan bersenjata, yang menyamar dengan burqa (cadar), menyerang kampus pertanian di Pakistan, Jumat, melukai sedikit-dikitnya lima orang, kata polisi setempat.

Polisi dan tentara, yang dipanggil ke tempat kejadian itu, menewaskan semua penyerang di Direktorat Institut Pertanian di kota barat laut Peshawar tersebut sekitar dua jam setelah serangan itu, kata sayap pers militer tersebut.

Polisi-Demonstran Bentrok, Menteri Pakistan Mundur

KONFRONTASI-Menteri Hukum Pakistan Zahid Hamid memutuskan untuk mundur setelah bentrokan antara polisi dan demonstran yang dipicu oleh operasi pembersihan menurut laporan beberapa media lokal pada Minggu (26/11).

Hamid mengambil keputusan tersebut selama pertemuannya dengan Kepala Menteri Punjab Shehbaz Sharif menurut siaran Express Tribune, menambahkan bahwa menteri itu berencana mengajukan surat pengunduran diri kepada perdana menteri pada Senin.

Banyak saluran berita lain juga mengutip beberapa sumber yang mengatakan menteri tersebut diperkirakan mundur dalam waktu dekat.

Pemerintah Pakistan pada Oktober mensahkan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan agama dan memicu penentangan kuat dari masyarakat agama.

Pemerintah belakangan mencabut rancangan undang-undang itu, tapi sebagian kelompok agama menuntut pengunduran diri Menteri Hukum dan melancarkan protes duduk selama hampir tiga pekan.

Pemrotes menghalangi jalan utama yang menghubungkan Islamabad dan Rawalpindi. Pemerintah melakukan operasi pembersihan pada Sabtu, setelah beberapa babak perundingan dengan pemrotes. Namun, operasi tersebut menyulut protes lain di berbagai kota besar di seluruh negeri itu menurut siaran kantor berita Xinhua.

Para aktivis keagamaan, yang menuduh seorang menteri pemerintah melakukan penghujatan karena mengubah kata dalam sumpah pemilihan, membakar beberapa kendaraan di luar ibu kota sebelum menarik diri dalam aksi di kamp protes yang sudah mereka duduki selama dua pekan menurut polisi.

Meski ada perintah dari pemerintah sipil kepada angkatan darat pada Sabtu malam untuk membantu memulihkan keamanan, tidak ada pasukan militer di lokasi kejadian dekat kamp protes di Faizabad, di pinggiran Ibu Kota, menurut para saksi mata yang dikutip Reuters.

Departemen pers militer juga tidak merespons permintaan keterangan mengenai perintah pemerintah itu.

Pages