22 November 2019

Pakistan

Pakistan Ingin Berdamai dengan India

KONFRONTASI-Pakistan menginginkan perdamaian dengan India, dan mereka sebaiknya menitikberatkan pada kesehatan dan pendidikan, kata Presiden Pakistan Arif Alvi pada Sabtu dalam parade untuk menunjukkan keunggulan militernya setelah kebuntuan yang menegangkan antara kedua negara bertetangga pemilik senjata nuklir.

Konflik kedua negara itu pecah bulan lalu setelah serangan bom bunuh diri yang diakui oleh kelompok militan yang berkedudukan di Pakistan di kawasan Kashmir India yang menewaskan 40 personel polisi para militer.

Sebagai Simbol Perdamaian: Pakistan Pulangkan Pilot India yang Ditangkap usai Pesawatnya Ditembak Jatuh di Kashmir

KONFRONTASI -  Pakistan tadi malam menyerahkan pilot India Abhinandan Varthaman kembali ke India setelah sempat menahannya usai pesawatnya ditembak jatuh di wilayah Kashmir Rabu lalu. 

Perdana Menteri Imran Khan sebelumnya sudah berjanji akan memulangkan Abhinantan kepada pemerintah India sebagai bentuk perdamaian.

Tentara Pakistan dan India Baku Tembak di Perbatasan Kashmir, 7 Orang Tewas

Konfrontasi - Tentara India dan Pakistan dikabarkan kembali melakukan baku tembak dengan menargetkan pos dan desa masing-masing di sepanjang perbatasan mereka yang bergejolak di Kashmir pada akhir pekan ini. Baku tembak itu setidaknya menewaskan setidaknya 7 orang, yang terdiri dari 5 warga sipil dan 2 tentara,

Demikian kata para pejabat di kedua pihak seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu (3/3/2019).

China Tolak Akui India dan Pakistan Sebagai Negara Bersenjata Nuklir

KONFRONTASI-Pemerintah China menegaskan sikapnya yang tidak akan pernah mengakui India dan Pakistan sebagai negara bersenjata nuklir. Sikap yang sama juga berlaku untuk sekutunya, Korea Utara.

"Saya ingin mengatakan bahwa China tidak pernah mengakui India dan Pakistan sebagai negara-negara yang memiliki senjata nuklir," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Lu Kang dalam sebuah media briefing di Beijing, pada hari Jumat.

Pakistan akan Adukan India ke PBB Terkait Pengeboman Hutan

KONFRONTASI-Pakistan berencana mengajukan keluhan terhadap India di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dengan menuduhnya melakukan "terorisme lingkungan" melalui serangan-serangan udara yang merusak pohon-pohon pinus dan membawa dua negara bersenjata nuklir itu bertambah tegang, kata seorang menteri pada Jumat (1/3).

Lintasi Perbatasan, Dua Jet Tempur India Ditembak Jatuh Oleh Militer Pakistan

KONFRONTASI-Militer Pakistan telah menembak jatuh dua pesawat jet tempur Angkatan Udara India setelah kedua pesawat menyeberang ke wilayah udara Pakistan, Rabu (27/2/2019). Salah satu pilot pesawat ditangkap militer Islamabad dan diberi perawatan medis.

Insiden itu terjadi di tengah krisis di wilayah Kashmir, wilayah perbatasan yang disengketakan kedua negara.

Jet Tempur India Lintasi Perbatasan, Pakistan Geram

KONFRONTASI-Pakistan dibuat geram dengan jet-jet tempur India yang menyeberang ke wilayahnya pada hari ini (Selasa, 26/2). Kementerian Luar Negeri India menyebut bahwa langkah itu adalah tindakan pre-emptive non-militer terhadap kelompok bersenjata Jaish-e-Mohammed (JeM).

Langkah tersebut secara dramatis meningkatkan ketegangan antar dua negara bertetangga itu. Sebelumnya hubungan India-Pakistan tengah berada di situasi tegang menyusul serangan bom bunuh diri di wilayah Kashmir bagian India di mana puluhan personel keamanan India meninggal dunia.

Musharraf: Pakistan Serang 1 Nuklir India Dapat Serang Pakistan dengan 50 Bom Nuklir

KONFRONTASI -   Mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf mengatakan India dapat menghabisi negaranya dengan 20 bom nuklir jika Pakistan hanya melakukan serangan dengan satu bom nuklir. Dia pun memberi saran provokatif, yakni Islamabad menyerang dengan 50 bom nuklir lebih dahulu sehingga New Delhi tak bisa membalas.

Pakistan court rejects bail for ex-PM Nawaz Sharif

KONFRONTASI-A Pakistani court has rejected the bail plea on medical grounds of former Prime Minister Nawaz Sharif, who is currently serving a seven-year jail term for corruption.

The Islamabad High Court said in its decision in the capital on Monday that Sharif could not be given bail on health grounds as he was already being treated at a hospital.

Sharif, who was sentenced in December for being unable to prove the source of income for the ownership of a steel mill in Saudi Arabia in a string of court cases against him, made the request after multiple complaints of chest and other body pains.

He was recently admitted to a hospital in the eastern city of Lahore for treatment for a heart condition, with a government-appointed medical board assigned to ascertain his medical condition.

Sharif's lawyers argued that he was too frail to be kept in jail and was suffering from multiple problems related to the heart, kidney, hypertension and diabetes.

"None of the reports [about Sharif's condition] suggest that continued incarceration of the petitioner, in any way, would be detrimental to his life," the judges ruled on Monday.

The former prime minister is "receiving the best possible medical treatment available to any individual in Pakistan," the court order added.

Khawaja Asif, a former foreign minister and leader of Sharif's Pakistan Muslim League-Nawaz (PML-N) party, said an appeal would be filed in the Supreme Court against the rejection.

"We don't agree with the decision but will accept it out of respect for the courts," he said.

Konflik Kashmir: Pakistan akan Kerahkan Kekuatan Penuh Jika India Lancarkan Serangan

KONFRONTASI-Pakistan akan menanggapi dengan "kekuatan penuh" jika India melancarkan serangan, kata juru bicara tentara pada Jumat, di tengah-tengah ketegangan yang meningkat antara dua negara bertetangga itu terkait Kashmir.

Mayor Jenderal Asif Ghafoor berbicara sepekan setelah kelompok militan yang berkedudukan di Pakistan mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri yang menewaskan 40 personel polisi paramiliter India di kawasan Himalaya yang diperselisihkan India dan Pakistan itu.

Pages