18 September 2019

Nusron wahid

Poempida Cabut Gugatan, Ini Reaksi Nusron Wahid

KONFRONTASI - Poempida Hidayatulloh mencabut gugatan, politisi Partai Golkar Nusron Wahid tidak mempersoalkan langkah rekan satu partainya. "Itu hak Poempida," ujar Nusron melalui pesan singkat yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Nusron menegaskan dirinya tetap akan menggugat DPP Partai Golkar di bawah kepengurusan Aburizal Bakrie (Ical) atas dasar pemecatan terhadap dirinya.

"Saya tetap menggugat secara kelembagaan, sebab masalah saya adalah masalah kelembagaan, bukan masalah pribadi," ujar Ketua GP Anshor itu.

Gugat UU Pilkada ke MK, Nusron Wahid Pertanyakan Legal Standing SBY

KONFRONTASI - Mantan politikus Partai Golkar, Nusron Wahid mempertanyakan kapasitas Presiden SBY yang berencana menggugat pasal penghapusan pilkada langsung dalam UU Pilkada ke Mahmakah Konstitusi (MK).

Apa legal standing (posisi hukum -red) beliau?" ujar Nusron Wahid, dalam Primetime News Metro TV, Jumat (26/9/2014).

Tanpa legal standing yang tegas sebagai pihak yang dirugikan hak konstitusinya, maka permohonan gugatan sudah pasti akan MK tolak. Pihak yang dianggap memiliki legal standing adalah yang hak konstitusinya dirugikan oleh sebuah UU.

Pilkada oleh DPRD Bentuk Hegemoni Elite Terhadap Kedaulatan Rakyat

KONFRONTASI - Gerakan Pemuda Ansor menolak penghapusan pemilihan kepala daerah secara langsung. Menurut Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid, pemilihan kepala daerah oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) merupakan bentuk praktek oligopoli dan kartel politik melalui sekelompok elite yang bernama DPRD dan pimpinan partai.

"Pilkada tidak langsung merupakan bentuk dominasi dan hegemoni kepentingan elite terhadap kepentingan dan kedaulatan rakyat," kata Nusron dalam keterangan persnya, Kamis 11 September 2014.

Terbukti, Proses Pilpres Berjalan Aman dan Damai

KONFRONTASI - "Drama pilpres yang begitu panjang yang semula diperkirakan akan berdarah-darah, terbukti dapat berjalan secara aman, damai, demokratis dan konstitutional," kata Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nusron Wahid. 

Nusron juga mengapresiasi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara sengketa hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014. Menurutnya, putusan MK harus dijadikan modal awal bangsa Indonesia untuk segera melakukan rekonsiliasi nasional, konsolidasi kebangsaan yang demokratis, dalam menata bangsa Indonesia.

Nusron Wahid Anggap Proses Pemecatan Dirinya Cacat Hukum

KONFRONTASI - Politikus muda Partai Golkar yang dipecat dan terancam di-recall dari keterpilihannya sebagai anggota DPR, Nusron Wahid mengaku menghargai keputusan partainya yang telah melayangkan surat keputusan pemecatannya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), namun dirinya siap melawan upaya PAW tersebut lantaran dinilai tidak sesuai dengan mekanisme Partai Golkar.

"Kami menganggap proses pemecatan tersebut masih cacat hukum dan bermasalah secara prosedur kepartaian dan penciptaan iklim yang kondusif dan demokratis sistem kepartaian kita," ujar Nusron, di Jakarta, Selasa.

Dipecat Golkar, Nusron Wahid Tantang Ical Pecat JK

KONFRONTASI - Nusron Wahid tidak terima dirinya diberhentikan dari posisinya sebagai Wakil Bendahara Umum Partai Golkar. Menurut Nusron, akan adil apabila elite partai berlambang pohon beringin itu memecat Jusuf Kalla terlebih dahulu, karena dia jadi calon wakil presiden yang tidak didukung Golkar.

"Kalau kita menggunakan azas persamaan hukum harusnya yang dipecat pertama Pak JK, mantan ketua umum Golkar, anggota Golkar, mencalonkan diri sebagai wakil presiden," kata Nusron dalam konfrensi pers di Apartemen Senopati, Jakarta Selatan, Selasa 24 Juni 2014.

Nusron Wahid Sombong, Timses Jokowi-JK Sakiti Ulama NU Jatim

KONFRONTASI - Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur, Bululawang, Kabupaten Malang, KH Fathurrozi mengecam keras pernyataan anggota tim sukses Jokowi-JK, Nusron Wahid yang menyebut kiai sepuh NU Jawa Timur pelupa. Menurutnya, sikap tersebut sangat menyakiti warga NU.

Seolah-olah, Nusron berada di posisi yang paling benar, sementara kiayi sepuh salah jalan.

Tiga Kader Golkar Dipecat

KONFRONTASI - Partai Golkar memberhentikan tiga kadernya Poempida Hidayatullah, Agus Gumiwang dan Nusron Wahid, yang ketiga adalah anggota DPR RI.

"Sudah diputuskan DPP Golkar bahwa tiga orang tersebut sudah diberhentikan dari Partai Golkar. Sudah (diberhentikan), kemarin sudah melalui proses panjang," kata Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa.

Pages