16 October 2019

Nusron wahid

Nusron Pertanyakan Kekalahan Jokowi di Wilayah Kemenangan Golkar

KONFRONTASI-Sejumlah wilayah pemenangan Partai Golkar, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin justru kalah. Hal tersebut pun mengundang Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I Kepengurusan DPP Golkar Nusron Wahid untuk mempertanyakan kepengurusan partainya yang tidak terlalu baik pada Pemilu 2019

"Di daerah-daerah yang DPP Golkar ataupun di daerah Golkar menang di pileg, kenapa kok kalah? ini ada apa? Apakah mesinnya tidak jalan," ujar Nusron di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (4/9).

Pengacara Buka: Lebih Banyak Daripada Bowo Sidik, Nusron Wahid Siapkan 600 Ribu Amplop, Bowo Sidik Hanya 400 Ribu Amplop

KONFRONTASI- Pengacara tersangka Bowo Sidik Pangarso, Saut Edward Rajaguguk membenarkan kliennya menyiapkan 400 ribu amplop untuk serangan fajar karena diperintahkan oleh politikus Golkar, Nusron Wahid. Alasannya, baik Bowo dan Nusron kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari daerah Jawa Tengah.

 "Iya, iya bahkan katanya 600 ribu (amplop) yang siapkan itu Nusron Wahd. Pak Wahid 600 ribu, Pak Bowo 400 ribu amplop," kata Saut usai temani Bowo di kantor KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa, 9 April 2019.

Nusron Wahid Berpeluang Diperiksa KPK Terkait 400 Ribu Amplop Serangan Fajar

KONFRONTASI-Politikus Golkar Nusron Wahid nampaknya akan berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam waktu dekat ini. 

KPK akan memeriksa Ketua BNP2TKI itu setelah disebut-sebut sebagai pihak yang meminta tersangka kasus suap Bowo Sidik untuk menyiapkan 400 ribu amplop uang yang rencananha bakal digunakan untuk serangan fajar di Jawa Tengah pada Pemilu April 17 mendatang.

Bowo Sidik Akui Diperintah Nusron Wahid Siapkan 400 Ribu Amplop

KONFRONTASI- Politikus Golkar, Bowo Sidik Pangarso mengakui bahwa dirinya diminta koleganya, Nusron Wahid untuk menyiapkan sekitar 400 ribu amplop. Permintaan ratusan ribu amplop ini soal serangan fajar di Pemilu 2019.

Hal itu dikatakan Bowo usai menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupi (KPK), Selasa, 9 April 2019.

Tak Becus Ngurusin TKI dan Hanya Sibuk Jadi Tim Sukses, Lieus Minta Presiden Copot Nusron Wahid

KONFRONTASI -   Belum juga dipulangkannya Shinta Danuar, TKW asal Banyumas yang mengalami kelumpuhan di Taiwan sejak kasusnya mencuat di media massa, membuat banyak pihak meragukan kesungguhan BNP2TKI mengurusi nasib salah seorang pahlawan devisa tersebut.

Nusron Wahid Dianggap Lebih Sibuk Urus Politik Ketimbang TKI

KONFRONTASI-Tujuan pendirian Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) baik, yaitu untuk mengoordinasikan dan mengatur penempatan dan perlindungan TKI.

Namun di bawah kepemimpinan Nusron Wahid, lembaga tersebut tidak pernah menunjukan kinerja yang baik dan bermanfaat bagi TKI. Bahkan sang pimpinan yang notabene merupakan politisi Partai Golkar itu lebih banyak membahas politik ketimbang masalah TKI.

Tuti Dieksekusi, Nusron Wahid Bilang Begini

KONFRONTASI-Agar kasus serupa Tuti Tursilawati tak terjadi lagi, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron Wahid, menyatakan akan menjaga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Saudi untuk tak melakukan kejahatan. Tuti telah dieksekusi mati oleh Saudi tanpa notifikasi atau pemberitahuan sebelumnya.

Nusron Anggap SBY Kalah Jauh Dibanding Jokowi

KONFRONTASI-Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Nusron Wahid membandingkan kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). .

Menurut Nusron, Jokowi menjadi kepala negara lebih baik ketimbang SBY. Misalnya dalam mengatasi radikalisme di Indonesia. Jokowi tidak ragu-ragu mengatasi paham radikal bahkan ada tindakan nyata yang dilakukannya.

Nusron: Feeling Saya Pak Prabowo Nggak akan Maju Lagi

KONFRONTASI-Pendaftaran calon presiden yang akan bertarung dalam Pemilu 2019 tinggal enam bulan lagi. Indo Barometer merilis hasil survei yang menemukan Joko Widodo akan kembali berhadapan dengan Prabowo Subianto.

Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Nusron Wahid berpendapat lain. Menurutnya, Prabowo tidak akan maju dalam pemilihan Presiden 2019.

Loyalis Novanto Tak Kita Buang, Sebut Nusron Wahid

KONFRONTASI -  Airlangga Hartarto digadang-gadang menjadi pengganti Setya Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Pendukung Airlangga, yakni Nusron Wahid, menyatakan loyalis Novanto tak akan dibuang bila Airlangga benar-benar menjadi Ketua Umum.

"Pendukung Pak Novanto pun tidak kita buang. Kita tampung juga. Kita semua ini kan membutuhkan, demi kebesaran partai," kata Ketua Bidang Koordinator Pemenangan Pemilu Nusron Wahid di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/12/2017).

Pages