21 August 2019

Nusa Tenggara Timur

"Saya Bangga Dipecat dari Partai, daripada Dipecat karena Korupsi"

Konfrontasi - Dolvianus Kolo, anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDI-P) menjadi sorotan publik dalam beberapa pekan terakhir.

Itu terkait sikapnya yang menentang keputusan pengurus pusat partai berlambang banteng moncong putih.

Keputusan DPP PDI Perjuangan yang menetapkan Marianus Sae dan Emi Nomleni sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur NTT dikritik oleh Dolvianus, karena menurutnya Marianus Sae bukan kader PDI Perjuangan.

Sikap Dolvianus yang disampaikan secara terbuka melalui media massa dan media sosial itu, langsung ditanggapi oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.

Dua pucuk surat yang ditanda tangani Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDI Perjuangan Bambang DH langsung dikirim ke Dolvianus pada 19 Desember 2017 dan 28 Desember 2017.

Isi surat yang pertama, perihalnya meminta Dolvianus untuk menghadap ke Kantor DPP PDI Perjuangan pada 20 Desember guna mengklarifikasi pernyataan Dolvianus yang menolak untuk tunduk pada rekomendasi DPP PDI Perjuangan tentang pencalonan gubernur dan wakil gubernur NTT.

Terhadap surat itu, Dolvianus tetap bersikukuh untuk tidak menghadap. Akhirnya surat kedua pun dilayangkan kepada Dolvianus untuk menghadap ke Kantor DPP PDI Perjuangan pada 29 Desember 2017.

Dalam surat yang kedua itu, perihalnya tentang panggilan terakhir untuk melakukan klarifikasi terakhir.

Namun lagi-lagi Dolvianus tidak menghadap. Dolvianus mengatakan, dirinya akan menghadap, apabila DPP PDI Perjuangan sudah mencabut surat keputusan penetapan Marianus Sae sebagai bakal calon Gubernur NTT.

NTT Kirim 59.000 Sapi ke Jawa-Kalimantan

Konfrontasi - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak awal tahun hingga November telah mengirimkan 59.000 sapi ke wilayah Pulau Jawa dan Kalimantan menurut Kepala Dinas Peternakan Dani Suhadi.

"Pengiriman sapi kita sampai saat ini sudah mencapai 59.000 ekor yang tercatat per Kamis (9/11)," kata Dani Suhadi seperti dikutip Antara, Sabtu (11/11/2017) di Kupang.

Dinas Pariwisata NTT Benarkan Ibrahimovic Berlibur di Labuan Bajo

Konfrontasi - Striker Manchester United, Zlatan Ibrahimovic, dikabarkan mengunjungi Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan, dirinya meyakini bahwa mantan penyerang Paris Saint Germain (PSG) itu saat ini tengah menikmati liburan di wilayah barat Pulau Flores.

"Jadi, menurut saya 99,99 persen foto kedatangan Ibrahimovic di Labuan Bajo pada Kamis (2/11/2017) itu betul," kata Marius dilansir Kompas.com, Jumat (3/10/2017) siang.

Cara Mengenali Tanda-tanda Puting Beliung

Konfrontasi - Prakirawan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur Ni Putu Nonik Prianti menjelaskan peristiwa puting beliung tidak dapat diprediksi tetapi bisa dikenali ciri-cirinya lewat perkembangan awan konvektif di sekitarnya.

Mendag: Kopi Bajawa Tinggi Peminat

Konfrontasi - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan hasil komoditas kopi bajawa yang diproduksi masyarakat Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur memiliki peminat yang tinggi.

"Kopi Bajawa itu sekarang tinggi sekali peminatnya, sudah ada beberapa eksportir yang siap memasarkan itu karena memang peminatnya sampai ke luar negeri," katanya di Kupang, Sabtu (20/10/2017).

4 Rumah di Kampung Adat Tarung Terbakar

Konfrontasi - Empat buah rumah di Kampung Adat Tarung di Kota Waikabubak, ibu kota Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur yang menjadi salah satu destinasi wisata di daerah itu dilaporkan terbakar.

"Hanya infonya ada empat rumah yang terbakar. Saat ini masih dalam proses pemadaman karena atap rumahnya terbuat dari alang-alang," kata Kapolres Sumba Barat AKBP Muhammad Erwin saat dihubungi Antara dari Kupang, Sabtu (7/10/2017). (ant/mg)

Sembelih Sapi Satu Ton Sumbangan Presiden Jokowi Butuh Waktu 1 Jam

Konfrontasi - Ratusan jamaah Masjid Al Fattah dan warga Kelurahan Solor, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (1/9/2017) siang berkumpul di halaman belakang masjid itu.

Mulai anak kecil hingga orang dewasa, ramai mengerumuni seekor sapi berwarna coklat berbobot satu ton sumbangan dari Presiden Joko Widodo.

Sapi berukuran tubuh jumbo itu rupanya akan segera disembelih, namun ternyata tak mudah bagi warga untuk menyembelih hewan tersebut lantaran terus berontak.

Diperlukan 18 orang pemuda untuk "melawan" sapi itu. Mereka kemudian membagi tugas yaitu mengikat mulut, badan, dan kaki sapi tersebut dengan menggunakan tali nilon.

Proses untuk mengikat tubuh sapi itu pun tidak gampang, karena selain terus berontak, bobot sapi seberat satu ton itu menjadi kendala tersendiri.

"Untuk mengikat sapi ini saja, membutuhkan waktu sekitar satu jam lebih. Setelah diikat mulut, badan dan empat kaki sapi ini, kemudian kita masukan papan panjang di celah kaki sapi, untuk mempermudah saat menyembelih,"kata Is, salah satu pengurus Masjid Al Fattah kepada Kompas.com.

Setelah sapi diikat, proses penyembelihan dimulai dengan belasan orang berdiri di atas papan yang berada di celah-celah kaki sapi dan sebagian lainnya berdiri di tubuh sapi itu.

Tiga pemuda memegang parang selanjutnya menyembelih sapi itu. Pada saat proses penyembelihan warga berteriak dan sebagian berlari karena sapi yang berontak membuat darah yang memercik cukup banyak.

Setelah sapi itu mati, para petugas sudah terbiasa memotong daging sapi kemudian bekerja membagi-bagi daging sapi untuk jamaah masjid dan warga sekitar.

Polisi Ungkap Kedok Dokter Palsu Asal Tiongkok dan Asistennya

Konfrontasi - Mengaku-ngaku sebagai dokter, warga Tiongkok bernama Lin Shui Cheng (34), dan Sinah (34), warga Utan Jaya No. 105, RT 003/RW 003, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, diamankan anggota Polsek Pantai Baru di Desa Tungganamo, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, NTT.

Sebelum kedoknya terbongkar, keduanya menjual sejumlah obat herbal berbentuk pil dan kapsul kepada warga di beberapa kecamatan. Warga yang curiga gerak-gerik keduanya melaporkannya ke polisi.

Pemuda Ini Babak Belur Karena Tolak Beri Uang untuk Miras

Konfrontasi - Yoksin Umbu Neka Djarawoli (20), pemuda asal Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dianiaya hingga babak belur oleh lima orang pemuda karena menolak memberi uang untuk membeli minuman keras.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah NTT AKBP Jules Abraham Abast mengatakan, akibat penganiayaan itu, Yoksin menderita luka di sekujur tubuh hingga harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat.

Pemprov DKI Jakarta Datangkan Ribuan Sapi dari NTT Jelang Bulan Ramadhan

Konfrontasi - Dalam upaya mengendalikan harga daging sapi di bulan Ramadhan, Pemprov DKI Jakarta mendatangkan ribuan ekor sapi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, pemerintah juga mengimpor daging beku dari Australia dan New Zealand.

Plt Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono menyatakan pihaknya melakukan berbagai antisipasi menghadapi lonjakan harga yang biasa terjadi di bulan puasa. “Kami akan mendatangkan ribuan ekor sapi dari peternakan di Kupang, NTT,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (18/3).

Pages