22 May 2018

Nuklir

Kim Jong-un: Korea Utara Hentikan Uji Coba Rudal dan Nuklir

Konfrontasi - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan akan menangguhkan uji coba rudal dan menutup tempat uji coba nuklir secepatnya.

“Mulai 21 April, Korea Utara akan menghentikan uji coba nuklir dan peluncuran rudal balistik antar benua," seperti diberitakan kantor berita pemerintah Korut KCNA.

Menurut laporan media pemerintah, keputusan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan perdamaian di semenanjung Korea.

Kim akan bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pekan depan.

Wamenlu AM Fachir Serukan Pelucutan Senjata Nuklir di Asia-Pasifik

KONFRONTASI-Wakil Menteri Luar Negeri, AM Fachir, menyerukan pentingnya perlucutan senjata nuklir di kawasan Asia-Pasifik, saat membuka Regional Dialogue and Consultation on the Treaty on Non Proliferation of Nuclear Weapons: Towards The Prepcom 2018.

"Kepatuhan negara-negara pemiliki senjata nuklir di bawah NPT sangat penting karena hal ini akan meningkatkan kepercayaan yang lebih besar pada rezim perlucutan senjata dan non-proliferasi," ujar Fachir, di Jakarta, Rabu.

Pyongyang Butuh Senjata Nuklir Hadapi Ancaman Washington

KONFRONTASI - Duta Besar Korea Utara di kantor PBB di Jenewa hari Sabtu (3/3/) seraya menjelaskan pergerakan militer Amerika sangat berbahaya menegaskan, Pyongyang siap menghadapi Washington.

Menurut laporan IRNA, Han Tae Song dalam Konferensi Pelucutan Senjata di Jenewa mengingatkan bahwa ancaman militer dan nuklir Amerika terhadap Korea Utara mengakibatkan peningkatan tensi di Semenanjung Korea dan kawasan Asia Timur.

"Pyongyang membutuhkan senjata nuklir guna menghadapi ancaman Amerika," ujar Dubes Korut di kantor PBB di Jenewa.

Menristek: Kembangkan Tenaga Nuklir untuk Perdamaian

Konfrontasi - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Badan Tenaga Atom International atau International Atomic Energy Agency (IAEA), berkolaborasi dalam mengembangkan tenaga nuklir untuk perdamaian.

Sejak menjadi anggota IAEA pada 1957, hingga kini Indonesia menghasilkan berbagai riset dan produk berbasis teknologi nuklir di bidang pangan, kesehatan, obat-obatan dan pertanian.

Korea Utara Terima Bahan Pembuat Nuklir Melalui Kedubes Jerman

KONFRONTASI - Kepala Badan Intelijen Dalam Negeri Jerman mengetahui tindakan Korea Utara yang mendapatkan peralatan dan teknologi untuk membuat nuklir dan senjata api melalui kedutaan Berlin di Korea Utara. Kepala BfV, Hans-Georg Maassen mengatakan anggotanya sudah memperhatikan banyak kegiatan pengadaan yang dilakukan di kedutaan tersebut.

"Dari sudut pandang kami, barang-barang itu bukan hanya untuk program rudal, tetapi sebagian lagi untuk program nuklir," kata Maassen, dilansir dari laman Channel News Asia, Minggu (4/2/2018).

Rusia Beli 10 Pesawat Bomber Nuklir Supersonik Canggih

Konfrontasi - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa negaranya telah membeli 10 pesawat bomber nuklir supersonik. Hal itu diutarakannya pada Kamis, 25 Januari 2018.

Pesawat itu adalah Tupolev TU-160 M Strategic Bombers yang didesain Uni Soviet -- disebut dengan nama sandi Blackjack oleh NATO -- yang diremajakan dan dimutakhirkan.

Putin mengatakan, pembelian 10 pesawat supercanggih itu akan menguatkan kapabilitas nuklir Rusia. Demikian seperti dikutip dari Independent, Sabtu (27/1/2018).

Wow, Trump Mengaku Punya Hubungan Baik dengan Kim Jong-un

Konfrontasi - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan ia "mungkin" memiliki hubungan yang sangat baik dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Pernyataan ini sebuah perubahan dalam diri Trump setelah terlibat perang kata-kata dengan Jong-un terkait program nuklir dan rudal Pyongyang.

"Saya mungkin memiliki hubungan yang sangat baik dengan Kim Jong Un. Saya memiliki hubungan dengan orang. Saya pikir kalian pasti terkejut," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan The Wall Street Journal. 

Rusia dan AS Setuju Bertukar Informasi tentang Korut

Konfrontasi - Kremlin menyatakan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump telah setuju untuk bertukar informasi tentang Korea Utara (Korut). Dalam sebuah percakapan telepon pada Jumat (15/12), mereka juga sepakat untuk bekerja sama dalam menyelesaikan sejumlah krisis di Asia.

Media di Korsel Edarkan Cara Lindungi Diri dari Nuklir

Konfrontasi - Sebuah surat kabar yang terbit di Korea Selatan memuat artikel sebanyak satu halaman penuh yang berisi petunjuk untuk selamatkan diri dari nuklir. Koran yang dikelola pemerintah di sebuah provinsi perbatasan China timur itu memberi informasi pada pembaca bagaimana cara terbaik bertahan jika terjadi serangan nuklir.

Melalui artikel bertajuk "Pengetahuan Umum tentang Senjata dan Perlindungan Nuklir," ditampilkan secara penuh di halaman depan harian Jilin Newspaper, surat kabar resmi provinsi Jilin. Provinsi ini memiliki perbatasan sepanjang 1.200 km dengan Korea Utara.

Diberitakan oleh Shanghaiist, 8 Desember 2017, artikel tersebut merinci beberapa informasi dasar dan sejarah tentang senjata nuklir, termasuk seberapa jauh gelombang ledakan bisa tercapai. Artikel itu juga memberikan beberapa petunjuk bermanfaat tentang apa yang harus dilakukan jika terjadi serangan nuklir.

Menurut artikel tersebut, seseorang seharusnya tidak melihat bola api nuklir, tapi langsung jatuhkan diri ke tanah dan mencari penutup. Jika tubuh berada di dekat air, lompatlah.

Setelah itu, untuk menghindari kontaminasi, pembaca disarankan untuk tetap di rumah dan menutup semua jendela dan pintu. Semua pakaian harus digosok dan dicuci dengan seksama. Pembaca juga harus mandi, memberi perhatian khusus untuk membersihkan bagian dalam mulut dan telinga.

Jika kebetulan mengkonsumsi sesuatu yang terkontaminasi radiasi, maka disarankan harus segera memaksa diri untuk memuntahkannya kembali. Untuk membantu pembaca mengingat tip ini, makalah tersebut juga menyertakan ilustrasi kartun.

Media di Korsel Edarkan Cara Lindungi Diri dari Nuklir

Meski tak menyinggung nama Korea Utara, namun bisa dipahami mengapa koran tersebut menerbitkan artikel ini. Selama beberapa bulan terakhir, Korea Utara terus melakukan uji coba nuklir dengan kemampuan yang konon terus di upgrade. Selama beberapa hari terakhir, AS juga  melakukan latihan besar-besaran bersama di atas semenanjung Korea. Latihan bersama itu membuat Pyongyang memperingatkan bahwa negara-negara mendekati "ambang perang."

Pyongyang, Gencar Uji Coba Nuklir, Hawaii Aktifkan Sirene Era Perang Dingin

KONFRONTASI - Seiring dengan semakin memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dengan Korea Utara, Hawaii bersiap untuk mengaktifkan kembali sistem peringatan serangan nuklir yang pernah digunakan di era Perang Dingin. Pengaktifan ini untuk mengantisipasi potensi serangan rudal balistik yang semakin gencar dilakukan Korut.

Pages