19 June 2019

Nuklir

Ogah Tertipu dengan Janji AS Lagi, Khamenei: AS Tak Bisa Lakukan Apa pun Jika Iran Ingin Buat Senjata Nuklir

Konfrontasi - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan dapat melakukan apa pun jika Iran ingin membuat bom nuklir, karena melakukan pembicaraan dengan Washington tidak memberikan hasil yang berarti. Meski begitu, dia menegaskan bahwa Teheran tidak ingin membuat senjata pemusnah massal itu.

Korut Kembali Uji Coba Nuklir, Trump: Saya Tak Terganggu

Konfrontasi - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengaku tidak terganggu dengan uji coba rudal yang dilakukan oleh Korea Utara (Korut). Trump menyebut Korut hanya melakukan uji coba senjata kecil.

"Korut menembakkan beberapa senjata kecil, yang mengganggu sebagian orang saya, dan yang lain, tetapi bukan saya," kata Trump dalam sebuah pernyataan melalui akun Twitternya, seperti dilansir PressTV pada Minggu (26/5/2019).

Wow, Bocah 12 Tahun Ini Bangun Reaktor Nuklir Dalam Rumah

KONFRONTASI-Jackson Oswalt, seorang bocah berusia 12 tahun asal Amerika Serikat (AS) dilaporkan menjadi manusia termuda di dunia yang berhasil menciptakan reaksi nuklir.

Konsorsium Penelitian Sumber Terbuka Fusor, sebuah kelompok sosial berdasarkan hobi, telah mengakui pencapaian Oswalt, dari Memphis, Tennessee, ketika ia ia berusia 12 tahun pada Januari 2018 lalu.

Diplomat Militer Klaim Ukraina Mampu Buat Nuklir Sendiri

Konfrontasi - Ukraina memiliki semua kapasitas yang diperlukan, baik intelektual maupun organisasional, untuk membuat bom nuklirnya sendiri. Klaim ini disampaikan diplomat militer Kiev, Peter Garaschuk.

Garaschuk, dalam wawancaranya di stasiun televisi Ukraina; Obozrevatel TV, mengatakan negaranya tidak hanya mampu membuat bom atom, tetapi juga hulu ledak nuklir untuk rudal balistik.

Korut Ancam Kembali Produksi Nuklir Jika AS Langgar Janji

Konfrontasi - Korea Utara (Korut) memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa mereka akan serius mempertimbangkan untuk kembali mengembangkan rudal balistik jika AS tak segera mencabut sanksi ekonomi.

Pernyataan ini dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Korut atas nama direktur untuk Studi Amerika. 

"Pengembangan rudal mungkin akan kami pertimbangkan lagi secara serius jika AS tak mencabut sanksi ekonomi yang keras itu," sebut pernyataan Kemenlu Korut dikutip dari KCNA, Minggu (4/11/2018).

IAEA: Iran Patuhi Kesepakatan Nuklir

KONFRONTASI-Iran terus mematuhi larangan dalam kegiatan nuklirnya seperti yang ditetapkan dalam kesepakatan, yang dicapai dengan kekuatan dunia pada 2015.

Kesimpulan itu diisyaratkan dalam laporan rahasia badan pengawas atom Perserikatan Bangsa-bangsa (IAEA) pada Kamis.

Sebuah Media Peroleh Bocoran dari PBB, Korut Belum Hentikan Program Nuklir

KONFRONTASI  -Media menerima bocoran sebuah laporan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang menyebutkan bahwa Korea Utara (Korut) sampai saat ini belum menghentikan program nuklir dan rudal mereka. Menurut laporan itu, tindakan Korut itu adalah pelanggaran terhadap resolusi PBB.

Para ahli independen yang memantau pelaksanaan sanksi PBB membuat laporan enam bulanan setebal 149 halaman. Laporan itu diketahui telah diserahkan ke komite sanksi Korut, semalam.

Trump Perpanjang Sanksi ke Korut 1 Tahun Lagi, Alasannya? Ikuti Beritanya

KONFRONTASI -  Presiden Donald Trump memperpanjang sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Korea Utara (Korut) selama setahun lagi dengan alasan ancaman senjata nuklir Pyongyang tidak biasa dan luar biasa. 

Keputusan ini kontra dengan pertemuan bersejarah Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura yang sukses mencairkan ketegangan.

Belum Ada Tanda-tanda Korut Lakukan Denuklirisasi

KONFRONTASI - Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS), James Mattis, mengatakan belum ada tanda-tanda baru Pyongyang melakukan denuklirisasi. Pernyataan ini muncul seminggu setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Korut tidak lagi akan menimbulkan ancaman nuklir.

"Saya tidak mengetahuinya," kata Mattis kepada wartawan di Pentagon seperti dikutip dari VOA, Kamis (21/6/2018).

"Saya tidak mengharapkan itu pada titik ini," tambahnya. “(Kami) jelas berada di ujung paling depan dari proses ini. Negosiasi detail belum dimulai.”

Trump menyatakan ancaman nuklir Korut telah berakhir pada 13 Juni, menyusul pertemuan puncaknya di Singapura dengan pemimpin Korut Kim Jong-un.

"Semua orang sekarang bisa merasa jauh lebih aman daripada hari ketika saya menjabat," cuit Trump setelah kembali ke AS. 

"Tidak ada lagi ancaman nuklir dari Korea Utara. Bertemu dengan Kim Jong-un adalah pengalaman yang menarik dan sangat positif. Korea Utara memiliki potensi besar untuk masa depan!” sambungnya.

Tetapi sehari kemudian, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo memperingatkan sanksi keras akan tetap berlaku sampai AS dapat memverifikasi "denuklirisasi lengkap" Pyongyang.

Pompeo mengatakan dia mengharapkan untuk kembali ke Korut segera menyelesaikan rincian kesepakatan AS dengan Pyongyang.

Sebagai bagian dari perjanjian itu, Trump telah berjanji untuk mengakhiri latihan militer AS-Korea Selatan (Korsel).

Para pejabat Korsel pekan ini mengatakan mereka telah setuju untuk menangguhkan latihan tahunan Freedom Guardian dengan AS, yang semula dijadwalkan berlangsung pada bulan Agustus.

Rusia-China Perkuat Kerjasama Bidang Nuklir bagi Pasar Domestik Kedua Negara

KONFRONTASI - Rusia dan China memperkuat kerjasama di bidang nuklir dengan menandatangani perjanjian untuk melaksanakan proyek-proyek bersama di pasar domestik Rusia, China dan pihak ketiga. Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan, efisiensi ekonomi dan daya saing operasional Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), terutama dalam Sistem Instrumentasi dan Kontrol (I&C).

Pages