28 January 2020

Novel Baswedan

Novel Baswedan Curiga 2 Brimob Hanya Pesuruh

KONFRONTASI -   Markas Besar Polri membantah pernyataan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang curiga Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette, dua anggota Brimob yang menjadi tersangka penyerangan, hanya orang suruhan.

"Enggak ada itu," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono saat dihubungi, pada Sabtu, 4 Januari 2020.

Novel Ingin Temui Dua Tersangka Penyerangnya

KONFRONTASI-Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, ingin bertemu dengan dua pelaku yang telah menyiramnya dengan air keras pada April 2017. Keinginan itu disampaikan oleh kuasa hukum Novel, Saor Siagian.

“Saudara Novel ingin bertemu dengan kedua tersangka,” kata Saor di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (6/1/2020).

Lebih dari itu, Novel juga telah mengutarakan kepada penyidik Polda Metro Jaya terkait keinginannya untuk bertemu kedua pelaku. Sayangnya, sampai hari ini pertemuan itu belum juga terwujud.

Besok, Polri Panggil Novel Baswedan Terkait Kasus Penyiraman Air Keras

Konfrontasi - Polri berencana memanggil penyidik senior KPK Novel Baswedan terkait kasus penyiraman air keras pada Senin (6/1/2020) besok. Novel akan dimintai keterangan sebagai saksi.

"Besok pemeriksaan Novel," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono kepada wartawan, Minggu (5/1/2020). 

Tim teknis Bareskrim Polri sebelumnya menangkap dua pelaku penyerangan terhadap Novel, RM dan RB. Motif kedua polisi aktif itu melakukan penyerangan masih didalami.

Soal Kontroversi Penyerang Novel, Mahfud: Buktikan Saja di Pengadilan

KONFRONTASI-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD meminta segala pro-kontra, termasuk keraguan yang muncul terkait penyerang Novel Baswedan dibuktikan di pengadilan.

"Apa pun yang ditemukan pemerintah pasti ada yang bertepuk karena senang, pasti ada yang mengkritik. Itu bagian dari kritik," kata Mahfud MD, di Markas Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, Jakarta, Senin.

Menurut Mahfud, pro-kontra yang muncul di masyarakat itu merupakan kewajaran, tetapi semestinya pengadilan diberi kesempatan menjawab keraguan yang muncul.

ICW Sebut Tito Karnavian Tak Pantas Jadi Menteri, Ini Sebabnya

Konfrontasi - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai Tito Karnavian tak layak menjadi menteri dalam negeri alias Mendagri.

ICW menganggap Tito mempunyai catatan buruk dalam menegakkan hukum terhadap pegiat antikorupsi. Salah satunya gagal mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Pelaku Penyerangan Sebut Novel Baswedan Penghianat

KOnfrontasi - Penyidik Polda Metro Jaya memindahkan dua tersangka penyerang Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan ke ruang tahanan Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Dikutip dari merdeka.com, Sabtu (28/12/2019), dua tersangka berinisial RM dan RB itu keluar sekitar pukul 14.30 WIB dari Kantor Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

"Tolong dicatat, saya tidak suka dengan Novel karena dia penghianat," teriak salah satu tersangka, RB.

Soal Motif Polisi Serang Novel Baswedan, Polri: Tunggu di Pengadilan

Konfrontasi - Polri telah mengungkap dua oknum polisi pelaku penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Lalu apa motif keduanya melakukan penyerangan tersebut?

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono menegaskan pihaknya akan mendalami soal motif tersebut dalam pemeriksaan kedua tersangka.

Oknum Polisi Terduga Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan Ditangkap

KONFRONTASI-Aparat kepolisian akhirnya mampu menangkap terduga pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

"Iya, sudah diamankan," kata Menkopolhukam Mahfud MD, Jumat (27/12/2019).

Sementara Kabareskrim Komisaris Jenderal Loistyo Sigit Prabowo kepada media nasional mengatakan hal serupa, "Ya sudah diamankan."

Dalami Motif

Jokowi Sebut Penyiram Air Keras Novel Baswedan Akan Segera Diumumkan

KONFRONTASI -   Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik seniro KPK, Novel Baswedan akan segera diumumkan. Bahkan, pengumuman itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

Hal itu dilakukan setelah ia mendapat informasi langsung dari Kapolri, Jenderal Idham Azis di Istana Negara kemarin, Senin (9/12).

Tim Hukum Novel Siap Laporkan Balik Dewi Tanjung

KONFRONTASI-Tim Advokasi Independen Novel Baswedan akan menyusun materi laporan terhadap politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung. Upaya itu setelah Dewi melaporkan Novel Baswedan atas tuduhan melakukan rekayasa penyerangan air keras.

Anggota tim advokasi Saor Siagian mengatakan akan segera melaporkan balik Dewi Tanjung. Dalam waktu dekat, Saor menyatakan, akan melayangkan laporan ke Polda Metro Jaya.

"Awal minggu depan. Tim kuasa hukum, sedang siapkan materinya," kata Saor dilansir Republika.co.id, Sabtu (9/11).

Pages