21 April 2018

Novel Baswedan

Kasus Novel Baswedan Mangkrak, Ray Rangkuti: Bisa Jadi Catatan Buruk Jokowi di Pilpres

KONFRONTASI - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki perhatian penuh terhadap penuntasan kasus penyerangan dan penyiraman air keras yang menimpa Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

"Kalau dalam setahun ini tidak ada progres memang sebaiknya Pak Jokowi mendorong untuk dibuatkannya TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) itu," ujar Ray, Rabu (11/4/2018).

Novel Baswedan Kecewa Kasus Penyerangan Dirinya Tidak Dituntaskan

JAKARTA - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengungkapkan kekecewaannya terhadap kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. Sebab, penyelesaian kasusnya tak kunjung terungkap selama satu tahun ini. Novel menegaskan, ia tak membela kepentingan pribadinya, melainkan kepentingan para pegawai KPK dan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Saya dan pegawai lainnya bekerja bukan untuk pribadi. Kami bekerja untuk negara, kami bela negara, melakukan pemberantasan korupsi," ujar Novel di gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Novel menilai kasus penyerangan seperti ini tak boleh diremehkan dan dibiarkan. Novel merasa kecewa karena proses pengungkapannya belum menemui titik terang. Ia menduga, pihak yang berwenang memang belum mau mengungkap secara jelas kasusnya. 

"Saya kecewa dengan proses pengungkapan yang belum juga terungkap. Saya menduga, ini memang belum mau diungkap, saya kecewa sekali," katanya.

Situasi itu membuat Novel melaporkan kasus yang dialaminya ke Komnas HAM. Novel ingin keberadaan tim gabungan pencari fakta (TGPF) Komnas HAM, bisa menelusuri fakta-fakta tersembunyi dalam kasusnya. Ia membantah keberadaan TGPF mengintervensi penyidikan Polri.

"Saya berpikir tim TGPF penting untuk melihat apakah betul ucapan saya bahwa ada banyak fakta yang tidak diungkap dan tertutupi," ungkapnya.

Kasus Novel Baswedan Novel menegaskan dirinya tak akan diam. Ia berharap, ancaman terhadap segenap pegawai maupun penyidik KPK tidak terulang lagi. "Kalau dibiarkan dan kemudian ini jadi ancaman, saya khawatir ke depan pegawai KPK jadi takut dan menurun keberaniannya," ungkapnya.

Jika ancaman ini diremehkan, Novel juga khawatir para pengancam akan lebih berani menyerang KPK dan segenap upaya pemberantasan korupsinya.

Genap satu tahun Hari ini, Rabu (11/4/2018), kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan genap satu tahun. Waktu yang cukup panjang ini ternyata belum cukup bagi pemulihan mata kiri Novel yang terluka akibat siraman air keras. Begitu juga bagi polisi yang diberikan tanggung jawab untuk menuntaskan kasus tersebut. Hingga setahun pasca penyerangan, belum ada satu pun terduga pelaku yang dijadikan tersangka. Meski demikian, berbagai dinamika terjadi selama setahun terakhir.

Mangkrak Setahun, Novel Baswedan Tagih Janji Jokowi

KONFRONTASI - Hari ini tepat setahun kasus penyerangan dan penyiraman air keras yang menimpa Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Namun pengusutan kasus ini belum menemui titik terang.

Novel Baswedan awalnya memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden Jokowi yang menyatakan memberikan perhatian serius soal kasus teror air keras. Kini genap setahun peristiwa itu, tak ada tanda-tanda kasus itu akan terungkap.

Setahun Kasus Novel Baswedan Mangkrak, Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Demo Jokowi

KONFRONTASI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut kasus teror terhadap Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Desakan itu akan disampaikan langsung Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi dalam aksi #TikTokNovel di depan Istana Merdeka atau di Taman Aspirasi, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (11/4/2018).

Kasus Novel Baswedan Mangkrak, ICW Desak Jokowi Evaluasi Kinerja Polri

KONFRONTASI - Peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Lalola Easter menuturkan, penangan­an kasus penyidik senior KPK, Novel Baswedan yang dilaku­kan oleh Polri, jauh berbeda dengan kasus pidana lain yang juga bermodalkan CCTV, yang pengungkapannya cenderung cepat, bahkan hanya dalam hitungan jam/hari.

Mana Perhatian Serius Jokowi Terkait Kasus Novel Baswedan?

KONFRONTASI - Setahun sudah kasus penyerangan dan penyiraman air keras terhadap Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan belum juga menemui titik terang. Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perhatian serius terhadap kasus ini.

Menurutnya, perhatian serius dari Jokowi adalah dengan mendorong pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang melibatkan kelompok-kelompok independen.

Ganjar Pranowo Tahu Aliran Uang e-KTP , Ungkap Novel Baswedan di Pengadilan

KONFRONTASI -  Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ganjar Pranowo ternyata mengetahui adanya aliran uang terkait proyek pengadaan e-KTP di Komisi II DPR.

Hal itu terungkap saat penyidik KPK Novel Baswedan dihadirkan di persidangan kasus korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (30/3).

Serangan Terhadap Penyidik KPK Tak Hanya Dialami Novel Baswedan

KONFRONTASI-Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengungkapkan bahwa terdapat juga serangan teror kepada penyidik KPK selain terhadap Novel Baswedan.

"Kalau disampaikan bahwa ada serangan, ada teror, yang ditujukan kepada penyidik KPK sebelumnya selain serangan air keras 11 April itu benar," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu.

Ia pun menyatakan bahwa KPK sebenarnya tidak ingin mempublikasikan soal serangan itu.

Sudah 166 Penyidik Diterjunkan untuk Usut Kasus Novel, Hasilnya?

KONFRONTASI-Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis menuturkan sebanyak 166 penyidik telah diterjunkan untuk mengusut kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Sudah hampir satu tahun, polisi belum juga menangkap pelaku pemyiraman terhadap Novel.

Sindir Kapolri, Politikus PDIP: Alhamdulillah, Kasus Novel Mau Ultah

Konfrontasi - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan melontarkan sindiran tajam kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait pengungkapan kasus teror air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Menurutnya, kasus ini tak kunjung terungkap, padahal sudah hampir satu tahun terjadi.

Pages