21 August 2019

Novel Baswedan

Hendardi: Omongan Novel Baswedan Enggak Penting

KONFRONTASI - Soal permintaan Novel Baswedan terkait pengusutan kasus kekerasan yang menimpanya, Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan, Hendardi, berkomentar keras.

Kemarin, Novel yang masih aktif sebagai penyidik KPK, meminta TGPF bekerja lebih maju. Ia mendesak TGPF tidak hanya mengungkap aktor intelektual dari penyiraman air keras kepadanya, tetapi juga aktor lapangannya.

Ungkap Aktor Intelektual, Novel Baswedan Minta Satgas Polri Jangan Hanya Berspekulasi

KONFRONTASI-Novel Baswedan meminta Tim Satuan Tugas (Satgas) bentukan Polri tidak berspekulasi terkait aktor intelektual dalam kasus penyiraman air keras yang terjadi padanya.

Seharusnya, kata penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, Tim Satgas dapat mengungkap terlebih dahulu siapa aktor lapangan yang tega menyiramnya.

Penampilan Novel Disebut Radikal, 'Saya Ikhlas'

Konfrontasi - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan mengaku ikhlas dengan sebutan radikal yang dialamatkan kepadanya. Ini terkait dengan penampilan Novel yang berjenggot dan bercelana cingkrang.

“Perilaku yang mana? Apakah menangkap koruptor dan tidak kompromi dengan koruptor (radikal)? Saya ikhlas disebut radikal,” ujar Novel di gedung KPK, pada Kamis, 20 Juni 2019. Novel mengatakan ini terkait dengan pembicaraan di media sosial tentang radikalisme dan 'Islam cingkrang' di KPK.

Derajat Mulia Ala Pesohor Negeri

Oleh : Rut Sri Wahyuningsih
Pengasuh Grup Online Obrolan Wanita Islamis ( BROWNIS)

Tak heran jika hari ini Tren Outfit of The Day (OOTD) di kalangan fashionista dikatakan bisa mendatangkan keuntungan. Mulai dari fashion editor, fashion blogger, model, selebriti, dan juga fashionista yang rajin memposting gaya kesehariannya dengan label 'OOTD'.

Amnesty Internasional Akan Bawa Kasus Novel Baswedan ke Kongres AS

Konfrontasi - Organisasi hak asasi manusia Amnesty International, mengaku siap membawa isu kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, ke ranah internasional. Isu tersebut akan disampaikan dalam kongres parlemen di Amerika Serikat.

2 Tahun Kasus Penyiraman Novel Baswedan Tanpa Kejelasan, KPK Gelar Panggung Rakyat

Konfrontasi - Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akan menggelar panggung rakyat antikorupsi di gedung KPK, Kuningan, Jakarta pada 11 April 2019. Kegiatan tersebut digelar untuk memperingati teror penyiraman air keras yang terjadi pada penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Untuk diketahui, pada 11 April nanti, merupakan dua tahun peristiwa penyiraman air keras terhadap Novel, yang hingga saat ini belum ada kejelasan tindak lanjut kasus dan pelakunya.

Disebut "Orang Gerindra", Novel Baswedan: Itu Isu Aneh!

KONFRONTASI-Akhirnya, Novel Baswedan angkat bicara terkait rumo yang menyebutkan bahwa dirinya adalah oran Gerindra. Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu membantah dan menyatakan bahwa rumor tersebut sama sekali tidak benar.

“Itu isu aneh Mas. Tentu saja tidak benar,” ujar Novel dikutip PojokSatu.id dari Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/4/2019).

Novel juga mengakau tidak tahu persis motif di balik rumor dimaksud.

Kinerja Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan Dipertanyakan

KONFRONTASI-Koalisi masyarakat sipil dan Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar aksi solidaritas memperingati penyerangan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, Selasa (12/3/2019). Aksi tersebut bertajuk ‘Aksi Diam 700 Hari Pasca Penyerangan Novel Baswedan’.

Sayangnya Novel Baswedan tidak bisa hadir dalam aksi solidaritas itu. Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Arif Maulana mengaku ada alasan kuat mengapa Novel tidak bisa hadir dalam aksi kali ini. Padahal, dalam beberapa kali aksi yang diselenggarakan, Novel tak pernah absen.

Penanganan Kasus Novel Baswedan Lamban, Elektabilitas Petahana Bisa Tergerus

KONFRONTASI-Mantan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) masa pemerintahan SBY, Amir Syamsuddin menilai lambannya pengungkapan kasus penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dapat menurunkan elektabilitas petahana, Joko Widodo di Pilpres 2019.
 
"Novel Baswedan ini adalah faktor yang akan menurunkan elektabilitas Jokowi," kata Amir dalam Diskusi publik Topic of the Week bertajuk "Hukum Era Jokowi, Mundur dan Zalim?", di Kantor Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu.
  

Novel Baswedan Bongkar Kebobrokan Rezim Jokowi & Keterlibatan Jenderal Polisi Dalam Kasus Penyiraman

KONFRONTASI -  Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, kembali meminta kepada Presiden Joko "Jokowi" Widodo agar segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap pelaku penyerangan terhadap dirinya. Sebab, hingga 16 bulan berlalu, polisi belum bisa mengungkap eksekutor bahkan otak intelektual di balik teror air keras.

Pages