21 March 2019

Novel Baswedan

Kinerja Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan Dipertanyakan

KONFRONTASI-Koalisi masyarakat sipil dan Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar aksi solidaritas memperingati penyerangan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, Selasa (12/3/2019). Aksi tersebut bertajuk ‘Aksi Diam 700 Hari Pasca Penyerangan Novel Baswedan’.

Sayangnya Novel Baswedan tidak bisa hadir dalam aksi solidaritas itu. Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Arif Maulana mengaku ada alasan kuat mengapa Novel tidak bisa hadir dalam aksi kali ini. Padahal, dalam beberapa kali aksi yang diselenggarakan, Novel tak pernah absen.

Penanganan Kasus Novel Baswedan Lamban, Elektabilitas Petahana Bisa Tergerus

KONFRONTASI-Mantan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) masa pemerintahan SBY, Amir Syamsuddin menilai lambannya pengungkapan kasus penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dapat menurunkan elektabilitas petahana, Joko Widodo di Pilpres 2019.
 
"Novel Baswedan ini adalah faktor yang akan menurunkan elektabilitas Jokowi," kata Amir dalam Diskusi publik Topic of the Week bertajuk "Hukum Era Jokowi, Mundur dan Zalim?", di Kantor Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu.
  

Novel Baswedan Bongkar Kebobrokan Rezim Jokowi & Keterlibatan Jenderal Polisi Dalam Kasus Penyiraman

KONFRONTASI -  Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, kembali meminta kepada Presiden Joko "Jokowi" Widodo agar segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap pelaku penyerangan terhadap dirinya. Sebab, hingga 16 bulan berlalu, polisi belum bisa mengungkap eksekutor bahkan otak intelektual di balik teror air keras.

Kasus Novel Baswedan: KPK Pelajari Laporan Investigasi dari KMSA

KONFRONTASI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempelajari soal laporan investigasi dari Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi terkait kasus penyerangan Novel Baswedan.

"Ini akan kami baca dan kami pelajari, kami yakin bahwa penegak hukum khususnya Kepolisian sedang bekerja keras untuk mengungkap teror baik kepada staf KPK atau kepada pimpinan KPK dan mudah-mudahan dalam waktu sangat dekat akan disampaikan hasilnya," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK, Jakarta, Selasa.

Dibentuk Juga Akhirnya Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan

KONFRONTASI -    Polisi akhirnya membentuk tim gabungan untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Pembentukan tim gabungan ini berdasarkan Surat Tugas (ST) dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan Nomor Sgas/3/I/HUK.6.6/2019.

Dalam surat tersebut, tim terdiri dari 65 anggota yang dipimpin langsung oleh Tito. Selain dari polisi, tim ini terdiri dari dari pihak KPK sebanyak lima orang. 

Polri Baru Bentuk Tim Gabungan Usut Kasus Novel Baswedan

Konfrontasi - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akhirnya membentuk tim gabungan untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.
 
Pembentukan tim gabungan ini berdasarkan Surat Tugas (ST) Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dengan Nomor: Sgas/3/I/HUK.6.6/2019. Dalam surat tersebut, ada 65 anggota yang ikut bergabung baik dari unsur Polri, KPK dan pakar. 
 

Novel Baswedan Berharap Presiden Jokowi Mau Desak Polri ungkap Kasus Teror

KONFRONTASI -   Penyidik senior KPK Novel Baswedan berharap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bisa tegas atas teror yang menimpa dua pimpinan KPK, Loade M Syarief dan Agus Rahardjo.

Novel Baswedan Sebut Lucas Kerap Dipanggil "Profesor"

KONFRONTASI-Penyidik KPK, Novel Baswedan, menjelaskan, pengacara Lucas dipanggil "profesor" oleh sejumlah orang yang membantunya untuk meloloskan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro, dari pemeriksaan Imigrasi.
   

Komnas HAM Minta Presiden Pastikan Polri Bentuk TGPF Kasus Novel

Konfrontasi - Komnas HAM memberi rekomendasi terkait penanganan kasus teror air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan. Rekomendasi diberikan ke berbagai lembaga mulai dari Polri hingga Presiden.

Polda Metro Jaya Kaji Temuan Ombudsman di Kasus Novel

Konfrontasi - Polda Metro Jaya (PMJ) masih mempelajari  temuan Ombudsman terkait dugaan malaadministrasi penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Polisi belum bisa menjawab banyak soal temuan ini.

"Dari kemarin kan (temuan) sudah diserahkan ke Polda Metro lagi dipelajari. Temuannya apa? Nanti akan dijawab dalam waktu 30 hari," kata Kadivhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 7 Desember 2018.

Pages