22 May 2019

Novel Baswedan

Amnesty Internasional Akan Bawa Kasus Novel Baswedan ke Kongres AS

Konfrontasi - Organisasi hak asasi manusia Amnesty International, mengaku siap membawa isu kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, ke ranah internasional. Isu tersebut akan disampaikan dalam kongres parlemen di Amerika Serikat.

2 Tahun Kasus Penyiraman Novel Baswedan Tanpa Kejelasan, KPK Gelar Panggung Rakyat

Konfrontasi - Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akan menggelar panggung rakyat antikorupsi di gedung KPK, Kuningan, Jakarta pada 11 April 2019. Kegiatan tersebut digelar untuk memperingati teror penyiraman air keras yang terjadi pada penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Untuk diketahui, pada 11 April nanti, merupakan dua tahun peristiwa penyiraman air keras terhadap Novel, yang hingga saat ini belum ada kejelasan tindak lanjut kasus dan pelakunya.

Disebut "Orang Gerindra", Novel Baswedan: Itu Isu Aneh!

KONFRONTASI-Akhirnya, Novel Baswedan angkat bicara terkait rumo yang menyebutkan bahwa dirinya adalah oran Gerindra. Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu membantah dan menyatakan bahwa rumor tersebut sama sekali tidak benar.

“Itu isu aneh Mas. Tentu saja tidak benar,” ujar Novel dikutip PojokSatu.id dari Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/4/2019).

Novel juga mengakau tidak tahu persis motif di balik rumor dimaksud.

Kinerja Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan Dipertanyakan

KONFRONTASI-Koalisi masyarakat sipil dan Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar aksi solidaritas memperingati penyerangan terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan, Selasa (12/3/2019). Aksi tersebut bertajuk ‘Aksi Diam 700 Hari Pasca Penyerangan Novel Baswedan’.

Sayangnya Novel Baswedan tidak bisa hadir dalam aksi solidaritas itu. Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Arif Maulana mengaku ada alasan kuat mengapa Novel tidak bisa hadir dalam aksi kali ini. Padahal, dalam beberapa kali aksi yang diselenggarakan, Novel tak pernah absen.

Penanganan Kasus Novel Baswedan Lamban, Elektabilitas Petahana Bisa Tergerus

KONFRONTASI-Mantan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) masa pemerintahan SBY, Amir Syamsuddin menilai lambannya pengungkapan kasus penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dapat menurunkan elektabilitas petahana, Joko Widodo di Pilpres 2019.
 
"Novel Baswedan ini adalah faktor yang akan menurunkan elektabilitas Jokowi," kata Amir dalam Diskusi publik Topic of the Week bertajuk "Hukum Era Jokowi, Mundur dan Zalim?", di Kantor Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu.
  

Novel Baswedan Bongkar Kebobrokan Rezim Jokowi & Keterlibatan Jenderal Polisi Dalam Kasus Penyiraman

KONFRONTASI -  Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, kembali meminta kepada Presiden Joko "Jokowi" Widodo agar segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap pelaku penyerangan terhadap dirinya. Sebab, hingga 16 bulan berlalu, polisi belum bisa mengungkap eksekutor bahkan otak intelektual di balik teror air keras.

Kasus Novel Baswedan: KPK Pelajari Laporan Investigasi dari KMSA

KONFRONTASI - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempelajari soal laporan investigasi dari Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi terkait kasus penyerangan Novel Baswedan.

"Ini akan kami baca dan kami pelajari, kami yakin bahwa penegak hukum khususnya Kepolisian sedang bekerja keras untuk mengungkap teror baik kepada staf KPK atau kepada pimpinan KPK dan mudah-mudahan dalam waktu sangat dekat akan disampaikan hasilnya," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK, Jakarta, Selasa.

Dibentuk Juga Akhirnya Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan

KONFRONTASI -    Polisi akhirnya membentuk tim gabungan untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Pembentukan tim gabungan ini berdasarkan Surat Tugas (ST) dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan Nomor Sgas/3/I/HUK.6.6/2019.

Dalam surat tersebut, tim terdiri dari 65 anggota yang dipimpin langsung oleh Tito. Selain dari polisi, tim ini terdiri dari dari pihak KPK sebanyak lima orang. 

Polri Baru Bentuk Tim Gabungan Usut Kasus Novel Baswedan

Konfrontasi - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akhirnya membentuk tim gabungan untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.
 
Pembentukan tim gabungan ini berdasarkan Surat Tugas (ST) Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dengan Nomor: Sgas/3/I/HUK.6.6/2019. Dalam surat tersebut, ada 65 anggota yang ikut bergabung baik dari unsur Polri, KPK dan pakar. 
 

Novel Baswedan Berharap Presiden Jokowi Mau Desak Polri ungkap Kasus Teror

KONFRONTASI -   Penyidik senior KPK Novel Baswedan berharap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bisa tegas atas teror yang menimpa dua pimpinan KPK, Loade M Syarief dan Agus Rahardjo.

Pages