23 May 2018

NKRI

Selamatkan Islam dan NKRI: Jadikan Prabowo Subianto Presiden 2019!

Oleh: Tengku Zulkifli Usman
Pemerhati Sosial Politik, Jakarta

Tau kenapa banyak ulama yang lurus non fulus nyaman dengan prabowo? Karena fatsun perjuangan prabowo sangat peduli dan adil kepada umat islam

Tau kenapa sampai Gus Dur alm bilang prabowo adalah tokoh paling ikhlas untuk indonesia? Karena kawan dan lawan prabowo tau, prabowo nothing to lose buat NKRI

Rizal Ramli: Kepemimpinan Lemah Bisa Sebabkan Negara Pecah atau Bubar

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli [RR] menegaskan, dalam konteks masalah kemungkinan bubarnya Indonesia yang seperti diperingatkan oleh Prabowo Subianto di tengah suasana politik yang  memanas, semua itu bisa terjadi.

''Negara bubar itu terjadi, Soviet  era Mikhail Gorbachev, misalnya, bubar setelah ada beberapa negara bagian yang tak bisa dikendalikan, padahal  Gorby dipuji Barat, tapi kepemimpinannya lemah,'' ujar RR dalam simulasi Ekonomi dan Sosial Indonesia tahun 2030 ? Di ILC TV One Selasa malam tadi.

Ansyaad Mbai: Bangsa Asing Akui Kearifan Lokal Indonesia Mumpuni Jaga NKRI

KONFRONTASI - Bangsa-bangsa asing selama ini memuji kearifan lokal di Indonesia yang terbukti mumpuni dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu kearifan lokal itu harus terus dipupuk disamping terus memperkuat ideologi kebangsaan yaitu Pancasila. Kearifan lokal dan ideologi Pancasila menjadi kolaborasi terbaik untuk membentengi bangsa dari ‘serangan’ ideologi transnasional yang membawa paham-paham kekerasan, terutama yang membawa nama agama.

TNI Siap Menjaga Kedaulatan dan Keutuhan NKRI

KONFRONTASI - TNI berkomitmen untuk mewujudkan keamanan nasional dalam menjaga kedaulatan dan keamanan sumber daya maritim yang merupakan tugas pokok TNI. Hal tersebut sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.

TNI Jaga Keutuhan NKRI Pada Tingkat Keamanan Yang Tinggi

KONFRONTASI - Tentara Nasional Indonesia (TNI) siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tingkat keamanan yang tinggi, sehingga pelaku bisnis dan perbankan semuanya bisa melaksanakan tugas dan membantu meningkatkan perekonomian Indonesia.
 
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dihadapan 100 orang peserta Business Meeting 2018, bertempat di Royal Tulip Hotel, Gunung Geulis, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/2/2018).
 

Fiqih Islam dalam Bingkai NKRI

Oleh: Ahmad Bay Lubis
Advokat, Wakil Sekjen PPP, Pemerhati Hukum

Indonesia Aman, Jika TNI dan Polri Tetap Solid

KONFRONTASI - Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan aman, damai, utuh dan tidak terpecah-pecah serta tidak akan dapat dimasuki oleh ideologi lain, apabila TNI dan Polri tetap solid dalam menjaga NKRI sesuai dengan tugasnya masing-masing.

Hal tersebut yang dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat memberikan pengarahan dihadapan 300 Prajurit TNI dan Polri serta Aparatur Sipil Negara (ASN), bertempat di Hanggar Lanud Manuhua Biak, Papua, Jumat (2/2/2018).

Bila Tak Segera Kembali ke UUD 45 Asli, Maka Ini yang Akan Terjadi pada NKRI

KONFRONTASI -  Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo), Bastian P Simanjuntak, mengungkapkan kesalahan fatal pada amandemen pasal 6 Undang-Undang Dasar 45, yang mengakibatkan orang Jawa, Batak, Ambon, Sunda, Sulawesi, Kalimantan, Papua, Padang, dan orang asli nusantara lainnya, tidak boleh menjadi presiden, jika ia pernah menerima kewarganegaraan lain.

Generasi Muda Harus Dapat Mengisi Kemerdekaan Demi Menjaga Persatuan NKRI

KONFRONTASI - Generasi muda Indonesia diharapkan dapat selalu menjaga keutuhan bangsa dan mengisi kemerdekaan dengan berbagai macam kegiatan yang positif. Hal ini agar generasi muda sebagai harapan bangsa bisa terus bersatu agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini nantinya tidak terpecah belah.   
 

Ketika Konsensus dan Permusyawaratan Diabaikan: Masih Mungkinkah NKRI Dipertahankan ke Masa Depan?

Judul ini bukan mengajak anak-anak bangsa untuk pesimis, tetapi mengajak untuk jujur bersama melihat secara objektif kecendrungan cara-cara memimpin atau mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara kita akhir-akhir ini.

Ketika konsensus dan permusyawaratan diabaikan.

Baca tulisan dibawah ini.

Pages