21 July 2019

new york times

Kolumnis New York Times Ini Kecam Kekejaman Israel Terhadap Warga Palestina

KONFRONTASI-Satu artikel di New York Times yang ditulis Michelle Alexander dan disiarkan pada Minggu (20/1), telah mengecam kebijakan Israel terhadap rakyat Palestina.

Di dalam artikel itu, Time to break the silence on Palestine, Michelle --penganjur dan pengacara hak sipil-- mendesak masyarakat internasional agar berbicara secara lantang guna menentang "ketidak-adilan yang sangat besar pada jaman kita". Seruan Michelle persis seperti yang dilakukan Martin Luther King Jr untuk menentang perang di Vietnam.

Idealisme New York Times Menunggu Tipping Point

Oleh: Dahlan Iskan

 

 

Gara-gara ini: NYT memuat artikel tanpa nama penulisnya. Judulnya sensitif. Juga seksi: “I am Part of the Resistance Inside the Trump Administration.”Edisi Rabu 5 September 2018.

Pertanyaan 30 ribu itu pada umumnya: mengapa NYT memuat artikel tanpa nama. Atau: adakah motif menjatuhkan Trump di balik artikel itu.

Juga: pernahkah NYT berbuat serupa di masa lalu. Lalu: apakah NYT yang minta orang itu menulis.  Atau orang itu sendiri yang mengirim tulisan.

"The New York Times": Ahok Menghantam Oligarki dan Plutokrasi Politik Indonesia. Dahsyat !

KONFRONTASI- Harian The New York Times edisi 5 Juni 2016 mengulas sosok Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Harian dengan oplah nomor dua terbesar di Amerika Serikat (AS) itu menyebut Ahok sebagai sosok yang mengguncang sistem perpolitikan Indonesia yang dikendalikan oleh kaum elite partai.

The New York Times Has Had A Very Bad, Rough Year

NEW YORK- 2015 is still a few months away, but the folks at the New York Times are probably wishing that they could throw 2014 in the dumpster now, given how challenging this year has often been.

The announcement on Wednesday that the paper was slashing hundreds of jobs and retooling its troubled digital products was just the latest in a string of bad news for the Times in 2014.