24 February 2018

neoliberal

Dusta, Opera Sabun dan Permainan Semu dibalik Penghargaan untuk Sri Mulyani

KONFRONTASI- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) diberi penghargaan sebagai menteri terbaik dunia di ajang World Government Summit (WGS), di Dubai, Ahad, 11 Februari 2018. Keren? Ya iya dong. Mosok penghargaan kelas dunia kayak gini ga keren… Di tengah makin seru (dan panasnya?) tahun politik, adalah lazim bagi mereka yang ngebet inign berlaga mulai merapal ajian dan pasang kuda-kuda. Dan, ini berlaku bagi siapa saja. Termasuk Sri.

Neoliberalisme Sri Mulyani-Darmin Nasution: Utang lagi sampai Hampir Rp 4000 Triliun

KONFRONTASI- MENKEU Sri Mulyani (neoliberalisme) NGUTANG lagi. Kali ini berjumlah US$ 4 miliar dalam bentuk penerbitan global bond. Ada tiga seri global bond yang diterbitkan, masing-masing bertenor 5, 10, dan 30 tahun. Dengan kurs tengah Bank Indonesia hari ini Rp 13.546/US$, maka nilai utang baru itu mencapai Rp 54,2 triliun.

Korupsi Gurita Neoliberalisme di Mega Proyek 35 Ribu MW

KONFRONTASI- Megaproyek pembangkit listrik dengan total kapasitas 35.000 megawatt (MW) menjadi salah satu teroboson Kabinet Kerja di bawah Presiden Joko Widodo. Proyek itu ditargetkan selesai dalam 5 tahun, yaitu mulai dari tahun 2015 hingga 2019. Selain untuk menambah kapasitas listrik di Tanah Air yang sudah terpasang, proyek raksasa itu dinilai bakal menggerakkan perekonomian karena banyak swasta terlibat dalam pengerjaan pembangkit dan infrastruktur lain seperti transmisi dan gardu induk.

Jokowi dan Isu Jual Aset Negara Dibungkus Holdingisasi BUMN

KONFRONTASI- Cekaknya keuangan negara bikin repot Presiden Joko Widodo. Muncul ide neoliberal dari Menteri BUMN Rini Soemarno tentang holdingisasi. Tahap awal, status perseroan tiga BUMN bakal dipreteli.

Ketiga BUMN yang status perseroan-nya bakal dicopot adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit AsamTbk (PTBA) dan PT Timah Tbk (TINS), melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB).

Presiden Jokowi: RI Tertinggal dari Malaysia, Vietnam dan Singapura

KONFRONTASI- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa Indonesia sudah tertinggal dari negara-negara tetangga. Kini negara ini harus cepat berubah. Indonesia tertinggal karena mengikuti  strategi Neoliberal  Bank Dunia/IMF.

"Kita memiliki potensi besar, tapi kita juga harus menyadari bahwa kita ini sudah ditinggalkan oleh tetangga-tetangga kita," kata Jokowi di panggung Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV Partai NasDem, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2017).

Neoliberal Hancurkan Kesejahteraan Rakyat, Menyelinap Diantara Nawacita

Oleh:  Abdulrachim K


 

Orde Baru Pak Harto, Mafia Berkeley, Neoliberalisme dan UUD45

KONFRONTASI- Wafatnya Pak Harto tempo hari, menimbulkan berbagai refleksi tentang jasa-jasa maupun dosa-dosanya.

oleh Kwik Kian Gie, Ekonom Senior, Mantan Menko Ekuin dan Mantan Ketua Bappenas

Salah satu bidang yang direfleksikan adalah bidang ekonomi. Banyak yang menilai bahwa Pak Harto sangat berhasil dalam membangun ekonomi bangsa Indonesia. Indikator terpenting dari keberhasilan yang ditonjolkan adalah sebagai berikut :

Sisi Gelap Ekonomi Neoliberal

Oleh: DR Fuad Bawazier, ekonom dan mantan menkeu

Tags: 

Habibie: Kaum Neolib Merusak Indonesia, Mematikan IPTN dan Industri Strategis.Jangan Takut Melawan Para Neolib

KONFRONTASI- Presiden RI Ketiga BJ Habibie mengatakan, kaum neolib (Neoliberal/Neokolonial) memaksa industri strategis IPTN dimatikan.. Dan dia  mengajak rakyat agar memerangi neoliberalisme. Menurutnya, kaum neolib telah membuat Indonesia rusak.

"Jangan takut melawan para neolib. Kalau kita bersatu, mereka tidak ada apa-apanya dan saya sudah buktikan itu," kata Habibie di gedung MPR RI, Selasa (22/8).

Reshuffle: Jokowi Bertampang ''Nawacita/Trisakti'', tapi Kok Anut Neoliberalisme/Neokolonialisme Sri Mulyani? Akibatnya, Ekonomi Rakyat Mati Suri

KONFRONTASI- Utang luar negeri membengkak, ekonomi rakyat lesu dan  nyaris mati suri, gelombang PHK meluas, daya beli rakyat anjlok, ekonomi nasional jeblok, itulah dampak Neoliberalisme/Neokolonialisme Sri Mulyani,  menkeu yang jelas mantan ''tukang kredit'' Bank Dunia/IMF di masa lalu. Sri Mulyani mampu ''menjinakkan'' Jokowi karena kebodohan Jokowi sendiri yang tidak mau mendengar aspirasi dan suara jutaan relawannya yang ingin Nawa Cita/Trisakti demi terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.

Pages