20 January 2019

Natalius Pigai

Jokowi Tidak Salami Ibu Mega, Yeni Wahid dan Pendukungnya. Prabowo Humanis, Humble, ungkap Aktivis HAM Natalius Pigai

KONFRONTASI: Natalius Pigai bulang Jokowi Tidak Salami Ibu Mega, Yeni Wahid dan Pendukung selama Berdebat.  Prabowo 4 Kali Berbalik Salam, Humble dan Humanis.

Sedari awal memasuki podium hingga selama debat berlangsung capres Jokowi sama sekali tidak sapa dan Salami pendukungnya bahkan kepada Ibu Megawati dan Yenni Wahid sekalipun. Sedangkan Prabowo 5 kali salami kami, bahkan beliau memeluk saya tanda kasih sayang, sembari berkata “Saya hebat Karena kalian”. Itulah cermin humanisme yang muncul dari iner sircle pribadinya.

Prabowo Subianto Bukan Pelaku Pelanggaran HAM 98

KONFRONTASI - Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengatakan hasil penyelidikan Komnas HAM terkait pelanggaran HAM saat peristiwa kerusuhan pada 1998 menyatakan bahwa Prabowo Subianto bukanlah pelaku. "Hasil penyelidikan tidak menyatakan tegas bahwa Prabowo pelaku. Prabowo itu saksi, bukan pelaku dan juga bukan saksi pelaku," katanya di Media Center BPN Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/1).

Membangun Indonesia Berbasis HAM

Oleh: Natalius Pigai
Komisioner Komnas HAM 2012-2017, Aktivis Kemanusiaan

Pada saat ini bangsa Indonesia berada di abad ke-21 yang disebut milenium Hak Asasi Manusia (human right millennium) dimana setiap Negara diwajibkan untuk menerapkan nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) dalam pembangunan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Pembukaan Konsistitusi Dasar (Deklarasi Universal) Hak Asasi Manusia telah menegaskan 3 kewajiban utama negara yaitu:

Pemimpin Ambisius Selalu Kobarkan Perang

“Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji”.

Oleh: Natalius Pigai

Dalam ilmu polemologi mengajarkan kita Perang untuk damai dan Damai juga bisa capai melalui perang. Ahli polemologi Finlandia Jhon Galtung memberi batasan yang jelas bahwa jika terjadi perang maka ada Karena kesenjangan antara realitas dan idealisasi.

Jokowi Gagal Paham Esensi Bernegara

Oleh: Natalius Pigai

(Kritikus dan Aktivis)

Dikala Oposisi Mengisi Ruang Kosong, Negara Hadir Ibarat Monster Leviathan

Oleh: Natalius Pigai
Kritikus dan Aktivis

Kasus Meliana: Distorsi Informasi

Oleh: Natalius Pigai*

Meliana, seorang warga Tanjung Balai divonis 1,5 tahun di Pengadilan Negeri Medan atas kasus penistaan agama. Kasus Meliana tak lain merupakan salah satu bukti lemahnya intelijen keamanan.

Jokowi Ternyata Presiden Paling Gagal Dalam Sejarah Indonesia

KONFRONTASI - Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menegaskan Joko Widodo adalah presiden paling gagal dalam sejarah Indonesia. Empat tahun berkuasa dia hanya mampu menurunkan angka kemiskinan sebesar 1%. "Dari data sah BPS, Jokowi itu paling gagal. Dia hanya berhasil menurunkan angka kemiskinan sebanyak 1 persen selama empat tahun. Rp 7 ribu triliun (APBN) yang dikeluarkan kemana," ujarnya saat berbicara dalam acara Toba Informal Meeting yang digelar Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) di Hotel Danau Toba, Medan, Rabu (25/7).

Meluruskan Berita Bohong Hasto Kristianto tentang Kemenangan Calon PDIP di Papua

Oleh: Natalius Pigai

Sejak tanggal 27 sesaat setelah Pilkada serentak provinsi Papua dan juga nasional di heboh dengan berita di surat kabar Nasional yang bagi kami merasa jijik dan jorok. Pernyataan dari Hasto Kristianto Sekjen PDIP bahwa Privinsi Papua dimenangkan oleh PDIP. 

Hukum di Negeri Ini Masih Hidup di Pundak Polri

Oleh: Natalius Pigai 

Bermula dari beredarnya video Imam besar FPI, Habib Rizieq Syihab, mengaku sudah menerima surat penghentian penyidikan perkara (SP3) kasus chat. Rizieq menerima surat itu dari Pengacaranya  bernama Sugito.

Pages