16 October 2019

Najib Razak

Najib Razak Terancam Dipenjara Lebih dari 100 Tahun

KONFRONTASI-Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak diadili di pengadilan Kuala Lumpur, Rabu (3/4/2019), terkait dugaan skandal korupsi miliaran dolar dana badan investasi negara, 1MDB. Dia secara total menghadapi 42 dakwaan dan jika terbukti bersalah, dia bisa dihukum lebih dari 100 tahun penjara.

Sidang Korupsi Najib Razak akan Digelar Pekan Depan

KONFRONTASI-Persidangan kasus korupsi mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak akhirnya akan digelar pekan depan, setelah tertunda hampir dua bulan, demikian keterangan dari pengacaranya, Kamis.

Najib dikenai sejumlah dakwan yang terkait dengan skandal miliaran dolar di perusahaan investasi negara, 1MDB.

Kisah Pilu Najib Razak, Ditangkap Saat Istri Ultah

KONFRONTASI-Najib Razak, mengungkapkan kisah pilu dirinya. Mantan Perdana Menteri Malaysia kembali ditangkap untuk ketiga kalinya oleh Komisi Antikorupsi Malaysia terkait skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Seolah melengkapi kepiluan itu, Najib ditangkap bertepatan di hari ulang tahun istrinya, Rosmah Mansor, yang ke-67 tahun. Putri pasangan tersebut, Nooryana Najwa memposting kata-kata emosional terkait penangkapan itu.

KPK Malaysia Dakwa Istri Najib Razak

KONFRONTASI-Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) atau Komisi Pemberantasan Korupsi telah mendapat izin dari Kantor Kejaksaan Agung untuk mendakwa istri bekas Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Datin Seri Rosmah Mansor.

SPRM juga mendapat izin untuk mendakwa bekas pegawai khusus bekas Perdana Menteri Malaysia, Datuk Rizal Mansor, di Mahkamah Syesyen, pada Kamis (15/11).

Kroni Najib Razak Mulai Disikat Satu Persatu

KONFRONTASI-Rezim Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad membongkar kecurangan kroni Najib Razak satu per satu. Kemarin, Jumat (19/10) Magistrate Court Kuala Lumpur menjerat Ahmad Zahid Hamidi dengan 45 dakwaan.

Ketua United Malays National Organisation (UMNO) itu diduga mencuci uang, menerima gratifikasi, dan menyalahgunakan kekuasaan.

Kendati demikian, pengadilan hanya menyita paspor Zahid. Pengadilan tidak menahan politikus 65 tahun tersebut. Sebab, dia membayar uang jaminan MYR 2 juta atau setara Rp 7,3 miliar.

Jaksa Malaysia: Najib Razak Aib Bagi Bangsa Ini

KONFRONTASI-Najib Razak kembali lolos dari penahanan. Padahal, mantan perdana menteri Malaysia itu kini berstatus terdakwa dalam 32 perkara tindak pidana. Kemarin, Kamis (20/9), Sessions Court di Jalan Duta, Kuala Lumpur, mengizinkan dia bebas dengan uang jaminan sebesar RM 3,5 juta atau setara dengan Rp 12,5 miliar.

Dispensasi itu sempat membuat Kepala Jaksa Penuntut Gopal Sri Ram geram. Menurut dia, Najib tidak seharusnya bebas dengan jaminan. Sebab, dakwaan-dakwaan itu sangat serius.

Skandal 1MDB: Najib Razak Hadapi 21 Dakwaan

KONFRONTASI-Sebanyak 21 dakwaan pencucian uang telah dipersiapkan untuk mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. Puluhan tuntutan itu terkait dengan transfer Rp10 triliun leih ke rekening pribadinya. Dana tersebut diduga berasal dari dana negara terkait skandal 1MDB.

Mantan PM Malaysia, Najib Razak Didakwa Melakukan Pencucian Uang

KONFRONTASI -  Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, telah didakwa dengan tiga tuduhan kasus pencucian uang terkait skandal korupsi miliaran dolar.

Dia dituduh menerima 42 juta ringgit atau sekitar Rp143 miliar dari Badan Investasi Negara Malaysia, 1MDB melalui rekening pribadinya.

Najib telah ditahan pada Juli lalu dan sudah didakwa melakukan penyalahgunaan kekuasaan.

Penyelidikan baru terkait skandal 1MDB dimulai setelah dia kalah dalam pemilu pada bulan Mei.

China Disebut Ikut Terlibat Dalam Skandal 1MDB di Malaysia

KONFRONTASI-Pemerintah baru Malaysia mengklaim perusahaan-perusahaan amat mungkin terlibat dalam skandal keuangan yang menyeret badan investasi 1MDB dan pendirinya, mantan Perdana Menteri Najib Razak.

Kementerian Keuangan Malaysia telah membekukan tiga proyek besar dengan perusahaan-perusahaan Cina. Dua di antaranya merupakan proyek jaringan pipa, lainnya adalah rel kereta api.

Seorang pejabat senior kementerian tersebut mengatakan kepada BBC bahwa proyek jaringan pipa digunakan untuk mencuci uang pemerintahan Malaysia sebelumnya yang dipimpin mantan Perdana Menter Najib Razak.

Najib sendiri kalah dalam pemilihan umum, pada Mei lalu. Kemudian pada 5 Juli dia disidang dengan dakwaan menerima suap senilai 42 juta ringgit atau sekitar Rp143 miliar dan tiga dakwaan lain melanggar kepercayaan.
Masing-masing dakwaan diancam dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara jika terbukti.

Kehadirannya di ruang pengadilan hanya sehari setelah dia ditangkap di rumahnya oleh pihak penyidik kasus penggelapan miliaran dolar dari Badan Investasi Negara Malaysia, 1MDB.

Mantan PM Malaysia, Najib Razak, meghadiri sidang dugaan korupsi di Pengadilan Kuala Lumpur, 5 Juli lalu.

Bekukan proyek

Sejak Najib kehilangan tampuk kekuasaan, hubungan Malaysia dan Cina tampak masam.

Sehari setelah Najib disidang, Kementerian Keuangan membekukan tiga proyek besar dengan perusahaan-perusahaan besar Cina. Dua proyek jaringan pipa itu jika digabungkan bernilai US$2,3 miliar atau hampir mencapai Rp33 triliun.

Para pejabat baru kementerian itu kaget ketika menemukan bahwa 88% dari uang proyek telah dibayarkan ke Biro Jaringan Pipa Petroleum Cina—tapi hanya 13% dari proyek yang rampung.

Tony Pua, pejabat khusus di Kementerian Keuangan Malaysia, mengatakan kepada BBC bahwa pembangunan bahkan belum dimulai. Baru kajian dari konsultan yang sejauh ini sudah rampung.

"Seluruh proyek ini berbau penipuan. (Ada banyak) elemen-elemen pencucian uang yang jelas terjadi. Kami menggelontorkan uang ke perusahaan Cina dan kami duga uang ini disalurkan ke pihak-pihak yang terkait dengan pemerintahan sebelumnya," papar Pua.

Menurutnya, Kementerian Keuangan meyakini uang itu dipakai untuk menutup utang 1MDB, yang didirikan Najib Razak pada 2009.

Pua mengungkap bahwa 1MDB, yang sejatinya didirikan untuk mendanai pembangunan ekonomi di Malaysia, kini berutang lebih dari US$12 miliar atau Rp172 triliun.

BBC mencoba menghubungi Biro Jaringan Pipa Petroleum Cina dan menanyakan mengenai tuduhan Tony Pua terkait proyek pipa Malaysia, namun perusahaan itu tidak menjawab.

Bagaimanapun, Kedutaan Besar Cina di London memberikan tanggapan.

"Kami telah mencatat laporan yang relevan. Cina selama ini telah melakoni kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi dengan Malaysia, begitu pula dengan negara lain, dengan prinsip sama-sama menguntungkan dan hasil sama-sama menang," sebut juru bicara kedutaan.

Dalam kunjungan ke luar negeri pertama sejak terpilih menjadi perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad bertandang ke Jepang.

Kepala CCID Sebut, Butuh 16 Hari untuk Menghitung Barang Sitaan dari Kediaman Najib Razak

KONFRONTASI -  Barang-barang berharga yang disita oleh polisi di kediaman mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak bernilai hingga USD 273 juta. Barang-barang tersebut termasuk perhiasan, tas, jam tangan mewah, dan kacamata mewah.

Pages