13 December 2019

Nahdatul Ulama (NU)

2 Akun Facebook Dilaporkan Polisi karena Hina Almarhum Mbah Moen

Konfrontasi - Dua akun Facebook dilaporkan karena dianggap menghina almarhum KH Maimun Zubair atau Mbah Moen. Pelapor adalah Santri Malang Raya. Mereka menuntut pelaku diadili sesuai undang-undang yang berlaku.

Akun pertama yang dilaporkan ke Polres Malang Kota atas nama akun Fulfian.Daffa.3. AKun ini yang mem-posting kalimat tak pantas untuk almarhum Mbah Moen.

Din Syamsuddin: Pemakaian Istilah Kafir Memang Harus dengan Bijak

Konfrontasi - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, menyampaikan pemikirannya mengenai hasil dari Musyawarah Nasional (Munas) Organisasi Islam Nahdlatul Ulama terkait penggunaan istilah kafir yang menjadi perdebatan di masyarakat.

Menurutnya, di masyarakat majemuk seperti Indonesia pemakaian istilah kafir untuk menyebut non-muslim harus dengan bijak dan hati-hati. Tapi juga tidak dengan 'gebyah uyah' kata kafir dihilangkan.

Pemindahan Jenazah Karena Beda Pilihan Politik, NU: Mematikan Kemanusian

Konfrontasi - Nahdlatul Ulama mengecam peristiwa pemindahan dua jenazah gara-gara perbedaan pilihan politik dalam pemilu di Gorontalo. Keluarga jenazah berbeda pilihan calon anggota legislatif atau caleg dengan pemilik lahan permakaman meski mereka sesungguhnya masih berkerabat.
 
Menurut Robikin Emhas, Ketua Pengurus Besar NU, kabar memilukan itu mengoyak rasa kemanusiaan. Politik, katanya, yang semestinya dapat menjadi sarana untuk meningkatkan harkat dan martabat kemanusiaan malahan sebaliknya. “Justru mematikan rasa kemanusiaan itu sendiri,” katanya dalam keterangan tertulisnya pada Minggu, 13 Januari 2019.
 
Mereka yang bersengketa atau menjadi tak akur hanya karena berbeda pilihan politik, menurut Robikin, ditengarai memahami politik hanya sebagai sarana mendapatkan kekuasaan, tidak penting bagaimana cara meraihnya.
 
Kecenderungan menggunakan segala cara untuk politik itu tak hanya terjadi pada pemilihan caleg, sebagaimana kasus pemindahan jenazah ke kuburan lain di Gorontalo. Kecenderungan serupa juga terjadi dalam pemilu presiden, di antaranya politisasi agama, penggunaan kabar bohon atau hoax sebagai mesin elektoral.
 
“Seakan tak peduli dampak yang ditimbulkan, hubungan kekerabatan pecah, persahabatan retak, tetangga dikategorikan sebagai lawan. Semua disandarkan satu hal: kesamaan pilihan politik,” katanya.
 
Sebagai pesta demokrasi, dia mengingatkan, pemilu seharusnya menjadi kegembiraan nasional; layaknya pesta yang tak perlu ada satu pun gelas pecah. Dia berharap peristiwa semacam itu tak terulang lagi. “Toh, politik adalah sarana pemanusiaan manusia,” katanya.

NU: Sikap Trump Dapat Tingkatkan Sentimen Anti-Amerika

Konfrontasi - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel dapat berdampak buruk bagi warganya di Indonesia. Pasalnya, sentimen anti-Amerika bisa semakin tinggi. 

"Apa yang disampaikan Trump sudah melampaui batas-batas dan menimbulkan efek politik. Misalnya, sentimen anti-Amerika semakin tinggi," ujar Sekretris Jenderal NU Helmy Faishal Zaini di Gado-Gado Baplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 9 Desember 2017. 

NU Turun ke Jalan, Dubes AS Harus Siap Angkat Koper dari Indonesia

Konfrontasi - Massa dari Nahdlatul Ulama (NU), Banser, dan Ansor ikut berdemonstrasi di depan gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (8/12/2017).

Salah satu orator langsung mengutuk pernyataan sepihak Presiden AS Donald Trump yang menjadikan Yerusalem ibu kota Israel.

"Di pembukaan UUD 1945 disebutkan, kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Kalau NU, Banser, dan Ansor sudah turun, dubes AS segera diusir dari Indonesia," ujar orator itu.