24 November 2017

Myanmar

AS Resmi Nyatakan Myanmar Lakukan Genosida Terhadap Rohingya

KONFRONTASI-Amerika Serikat resmi menyebut operasi militer Myanmar terhadap warga Rohingya sebagai pembersihan etnis (genosida) dan untuk itu AS mengancam untuk menerapkan sanksi kepada mereka yang bertanggung jawab atas apa yang disebutnya "kejahatan yang mengerikan".

"Situasi di negara bagian Rakhine utara merupakan pembersihan etnis terhadap Rohingya," kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson.

Temui Suu Kyi, Perwakilan Uni Eropa akan Bahas Krisis Rohingya

KONFRONTASI-Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini, Minggu waktu setempat, menyatakan akan membahas upaya mengakhiri krisis Rohingya dengan Aung San Suu Kyi dalam pertemuan dengan pemimpin Myanmar ini di Yangon.

Mogherini dan para menteri luar negeri sejumlah negara Asia dan Eropa mengunjungi kamp-kamp pengungsi di sepanjang perbatasan Bangladesh-Myanmar dan mendengarkan kesaksian mengerikan dari para pengungsi Rohingya di sana sebelum mereka bertemu dengan Suu Kyi, hari ini.

Laporan HRW: Tentara Myanmar Lakukan Perkosaan Massal Terhadap Perempuan Myanmar. Sungguh Biadab!

KONFRONTASI-Tentara Myanmar melakukan pemerkosaan massal terhadap para perempuan dan gadis Rohingya dalam operasi militer yang memaksa ratusan ribu orang mengungsi ke Bangladesh menurut Human Rights Watch (HRW), Kamis. 

Organisasi hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat itu menyatakan dalam laporannya bahwa kekerasan seksual dan berbagai perbuatan keji lain yang dilakukan personel keamanan Myanmar merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. 

Tillerson to press Myanmar army chief to halt violence in Rakhine

KONFRONTASI-U.S. Secretary of State Rex Tillerson will stress the need to halt violence and stabilise Rakhine State when he meets the head of Myanmar's military on Wednesday in a bid to stem the Rohingya refugee crisis, a senior State Department official said.

More than 600,000 Rohingya Muslims have fled to Bangladesh since late August, driven out by a counter-insurgency clearance operation in Rakhine State. A top U.N. official has called the Myanmar military's operation a textbook case of "ethnic cleansing".

Attending an East Asia summit in Manila on Tuesday, Tillerson met Myanmar leader Aung San Suu Kyi, whose less than two-year-old civilian administration shares power with the military and has no control over its generals.

He will meet Suu Kyi again in the Myanmar capital of Naypyitaw on Wednesday, and hold separate talks with the head of the armed forces, Senior General Min Aung Hlaing.

Asked what approach Tillerson would take with Myanmar's army chief, the State Department official told journalists in a briefing by teleconference, that the focus would be on restoring peace in Rakhine.

“We are focusing on trying to stabilize areas in northern Rakhine so that people can return there, stopping the violence, making sure that military would protect all populations in that area equally and that they conduct a credible investigation that leads to accountability,” said the official, who was with Tillerson in Manila, but declined to be identified.
The official said the consequences for the country, also known as Burma, if it failed to respond to the crisis with accountability could be part of the conversation with the military leader.

"Burma made a lot of progress and we would not want to see that progress reversed,” the official added.

U.S. senators in Washington are pressing for economic sanctions and travel restrictions targeting the military and its business interests.

“The secretary will reiterate support for Burma's democratic transition and urge the Burmese government to protect local population and allow unhindered humanitarian and media access, (and) support for a credible investigation of abuses," the official said.

Accusations of organised mass rape and other crimes against humanity were levelled at the Myanmar military on Sunday by another senior U.N. official, who had toured camps in Bangladesh where Rohingya refugees have taken shelter.

Tags: 

Rohingya Terusir, Jenderal Penanggung Jawab Wilayah Rakhine Diganti

KONFRONTASI-Militer Myanmar mengganti jenderal penanggung jawab negara bagian Rakhine setelah tindakan keras tentara memaksa lebih dari 600 ribu Muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh di tengah laporan mengenai pemerkosaan massal, penyiksaan dan kejahatan kemanusiaan lain.

Tidak ada alasan yang disampaikan kepada Mayor Jenderal Maung Maung Soe mengenai pemindahan dia dari jabatan Kepala Komando Barat di Rakhine, tempat militer Myanmar yang dikenal sebagai Tatmadaw melancarkan penumpasan pemberontak pada Agustus.

Kebusukan Myanmar Terhadap Rohingya Terungkap Berkat Drone dan Satelit

KONFRONTASI-Krisis pengungsi Rohingya adalah kisah lama mengenai keterceraiberaian dan penderitaan, namun teknologi modern saat ini telah membantu menyediakan wahana untuk mengatasi krisis ini, kata lembaga-lembaga HAM dan kemanusiaan seperti dikutip Reuters.

Tillerson calls Myanmar army chief over violence against Rohingya

KONFRONTASI - US Secretary of State Rex Tillerson has called on Mynmar's army chief to help end the deadly violence against Rohingya Muslims in Rakhine state that has forced hundreds of thousands of Rohingyas to flee the country.

Tillerson telephoned Min Aung Hlaing on Thursday and expressed "concern about the continuing humanitarian crisis and reported atrocities in Rakhine,” State Department spokeswoman Heather Nauert said in a statement.

Kecam Persekusi Terhadap Rohingya, Inggris Ajukan Draf Resolusi DK PBB

KONFRONTASI-Sebagai bentuk kecaman atas aksi kekerasan dan persekusi terhadap Muslim Rohingya di Myanmar, Inggris telah mengajukan draf resolusi Dewan Keamanan PBB. Dalam draf tersebut, Inggris mendesak agar operasi militer Myanmar di negara bagian Rakhine dihentikan.

Desak Myanmar Akhiri Krisis Rohingya, PM Kanada Tunjuk Utusan Khusus

KONFRONTASI-Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menunjuk seorang utusan khusus untuk Myanmar yang bertugas mendesak pemimpin negara ASEAN tersebut untuk menuntaskan krisis pengungsi Rohingya. 

Trudeau juga mengungkapkan Kanada akan melipatgandakan bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi Rohingya menjadi 25 juta dolar Kanada (setara Rp338,12 miliar) pada tahun ini. 

Mantan anggota parlemen Bob Rae akan bertugas menekankan pentingnya penyelesaian krisis kemanusiaan dan keamanan di Myanmar dan penanganan situasi yang menimpa warga yang rentan termasuk warga muslim Rohingya, menurut pernyataan Trudeau yang dirilis saat pembukaan konferensi donatur internasional di Jenewa.

Rae juga akan memberikan rekomendasi kepada Trudeau mengenai solusi untuk memberikan dukungan bagi mereka yang terkena dampak dan terpaksa mengungsi akibat aksi kekerasan.

Trudeau mengaku ia amat prihatin mengenai krisis kemanusiaan dan keamanan di Negara Bagian Rakhine, myanmar, terutama penindasan brutal terhadap warga muslim Rohingya.

Pemerintah Jual Tanah Muslim Rohingya Tegaskan Myanmar Lakukan Genosida

Konfrontasi - Umat Muslim Rohingya yang kembali ke Myanmar setelah melarikan diri ke Bangladesh, dipastikan tidak mungkin bisa mendapatkan tanah mereka kembali. Mereka juga akan mendapati kalau ladang mereka telah dipanen dan dijual oleh Pemerintah Myanmar.

Pages