22 July 2019

Muslim Uighur

1,5 Juta Muslim Uighur Diperkirakan Ditahan di Xinjiang

KONFRONTASI-Sekitar 1,5 juta warga Uighur dan Muslim lainnya diperkirakan telah ditahan di sebuah tempat yang disebut sebagai pusat-pusat pendidikan di wilayah Xinjiang. Angka ini naik dari jumlah sebelumnya yaitu sebesar 1 juta.

Adrian Zenz, seorang peneliti independen Jerman, mengatakan bahwa perkiraan barunya didasarkan pada gambar satelit, pengeluaran publik untuk fasilitas penahanan dan laporan saksi tentang fasilitas yang penuh sesak serta anggota keluarga yang hilang.

Fahri Hamzah Terima Dubes China, Bahas Masalah HAM Terhadap Muslim Uighur

KONFRONTASI -   Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Fahri Hamzah menerima kunjungan delegasi Republik Rakyat Chiuna (RRC) yang dipimpin oleh Duta Besar RRC untuk Indonesia, XIAO Qian di Ruang Kerjanya Lantai 4 Gedung Nusantara III DPR RI, Senin (14/1/2018). Maksud dari kunjungan delegasi China itu, ingin menjelaskan beberapa isu yang belakangan ini berkembang, salah satunya tentang adanya dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap etnis Uighur.

Muslim Uighur Sumbang Korban Tsunami Selat Sunda

Oleh: Suandri Ansah

 

Muslim Uighur tidak sekedar menyumbang, juga akan membesuk langsung para korban tsunami Selat Sunda yang masih ada di pengungsian

 Masyarakat muslim Uighur memberikan donasi USD 50 ribu atau sekitar Rp 704.027.500 untuk membantu pemulihan terdampak bencana tsunami Selat Sunda.

Temui Wamenlu, KAHMI Bahas Pelanggaran HAM pada Muslim Uighur

Konfrontasi - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menemui Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir untuk membahas dugaan pelanggaran HAM terhadap Muslim Uighur di China.
 
Pelanggaran HAM yang dimaksud berupa pelarangan aktivitas ibadah kaum Muslim, penyekapan, pemenjaraan, pemisahan anggota keluarga secara paksa, aborsi, sterilisasi dan pembunuhan tanpa membedakan jenis kelamin dan usia.
 

Muslim Uighur di antara tragedi Kemanusiaan dan Separatisme


oleh Imam Shamsi Ali*

Sejak beberapa hari terakhir ini isu kaum Muslimin di daerah Xingjian (dulu dikenal dengan Turkistan Timur) menjadi isu hangat. Bahkan Jumat lalu di Jakarta terjadi demo besar-besaran sebagai bentuk solidaritas umat Islam Indonesia kepada mereka.

Berbagai kalangan kemudian angkat bicara, baik kalangan pemerintah maupun non pemerintah. Muhammadiyah misalnya melakukan pertemuan dengan Dubes China di Jakarta untuk membahas masalah ini.

Penguasa Komunis China Sebut Muslim Uighur Tak Normal, Layak Masuk Kamp Khusus

KONFRONTASI -  Pemerintah China menolak tudingan pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Muslim Uighur di Wilayah Otonomi Xinjiang, dengan memaksa mereka masuk ke kamp khusus. Mereka malah menganggap etnis Uighur bukan orang normal dan mencoba 'mendidiknya'.

"Kami mencoba mendidik mereka kembali. Mencoba mengembalikan mereka menjadi orang normal yang menjalani kehidupan sehari-sehari secara lazim," kata Duta Besar China untuk Amerika Serikat, Cui Tiankai, seperti dilansir CNN, Rabu (28/11).

Datangi Kantor Pusat Muhammadiyah, Dubes China Bahas Muslim Uighur

Konfrontasi - Duta Besar China untuk RI, Xiao Qian mendatangi kantor Pusat Pimpinan Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat. Ada tiga topik yang menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, tiga topik tersebut adalah isu adanya diskriminasi terhadap muslim etnis Uighur di provinsi Xinjiang, investasi China di Indonesia, dan peningkatan kerjasama antara Indonesia dengan negeri tirai bambu tersebut.

Rumah Zakat Bantu Muslim Uighur

Konfrontasi - Aktivis HAM dunia dan banyak negara telah menekan Republik Rakyat Tiongkok terkait dugaan pelanggaran HAM terhadap etnis minoritas suku Uighur di Provinsi Xinjiang.

Tidak ketinggalan protes elemen masyarakat juga datang dari Indonesia salah satunya Rumah Zakat.

Desakan itu terus disuarakan meski RRT tidak mengakui penangkapan besar-besaran dan memasukkan sekitar 2 juta muslim Uighur ke dalam kamp konsentrasi, dan menyebutnya sebagai "pusat pelatihan kejuruan".

Kepung Kedutaan RRC, Ratusan Peserta Bela Muslim Uighur

Konfrontasi - Ratusan orang dari berbagai organisasi menggelar aksi "Bela Tauhid, Bela Muslim Uighur" di depan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat siang (21/12/2018).

Massa mulai berkumpul usai salat Jumat di masjid-masjid yang terletak tidak jauh dari lokasi kedubes.

Sungguh Mengerikan Kondisi Muslim Uighur China: Bencana Kemanusiaan yang Diabaikan Dunia

Pengantar:  Dunia kembali mengabaikan salah satu bencana kemanusiaan besar lainnya: situasi mengerikan yang dialami oleh Muslim Uighur China. Penduduk Muslim Uighur China dimasukkan ke dalam kamp-kamp pengasingan massal, dilarang mempraktikkan agama mereka, dan dijadikan target indoktrinasi. Namun, sebagian besar dunia tetap tidak menyadari kengerian yang terjadi di Xinjiang. Kali ini, kita harus bertindak sebelum terlambat.

 

Pages