29 April 2017

Muslim Arbi

Revolusi Ada Di Palu Hakim

Oleh: Muslim Arbi* 

Semoga keberkahan di limpahkan buat Orang2 Beriman dalam memasuki 1 Sya'ban 1436 H. Barakallahu lie wa lakum.

Melihat Tindakan Jaksa Penuntut Umum, (JPU) Ali Mukartono saat menuntut Hukuman Ringan terhadap Terdakwa Penista Agama, Basuki Tjahaja Purnama, (Ahok), saya terkaget kaget. Kenapa? Karena antara Pasal yang di Dakwahkan dan Tuntunan yang bacakan ga nyambung sama sekali. Dari Tuntutan nya JPU mau Bebaskan Ahok?

Tanah Aset Pemda DKI Dikangkangi Raja Media

Oleh: Muslim Arbi, Koordinator Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi (GALAK)

Dua Aset Pemda DKI berupa tanah yang di pakai oleh sebuah Stasiun tv swasta terletak di Kedoya Jakarta Barat dan Hotel Sheraton Media. Penggunaan Tanah2 Aset Pemprov DKI untuk kepentingan Pribadi dan Korporasi adalah sebuah pelanggaran. 

Sudah saat nya Aset Tanah Pemda DKI itu di kembalikan dan mengganti kerugian yang selama in di gunakan.  

Partai Penguasa Belum Siap Berdemokrasi

Oleh: Muslim Arbi

Terlihat dengan kasat mata dan terang benderang partai penguasa dan koalisi nya yang usung Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat dalam Pilgub DKI, 19 April besok tidak berdemokrasi. Semestinya sebagai petahana harus tampilkan cara2 elegant dalam kampanye.

Muslim Arbi: Demokrasi Telah Mati Akibat Tuduhan Makar yang Diumbar

KONFRONTASI-Pemerintahan saat ini dinilai semakin berani menampakkan gaya yang lebih keji seperti zaman orde baru. Indikasinya, orang berkumpul dan rapat dengan bersikap kritis terhadap pemerintahan sekarang langsung dituduh makar dan ditangkap. Demikian dikatakan pengamat politik Muslim Arbi dalam diskusi bertema ‘Ada apa dibalik pembatalan pembacaan tuntutan Jaksa terhadap kasu Ahok’ di Rumah Kedaulatan Rakyat, Jl Guntur 49, Jakarta Selatan, Kamis (13/4).

Menurutnya, Demokrasi mati akibat tuduhan makar yang diumbar dan itu menyakitkan bagi umat Islam.

Mendag Enggar Kacaukan Dunia Usaha

Oleh: Muslim Arbi, Koordinator Indag Watch

Sudah sebulan Kementrian Perdagangan tidak keluarkan Persetujuan Impor (PI) TPT yang dimohonkan oleh 110 perusahaan. Padahal perusahaan-perusahaan itu ajukan persetujuan impor untuk mendapatkan bahan baku ekspor. Ini jelas merugikan dunia usaha dan memperlambat ekspor. Keluh sejumlah pengusaha yang di temui beberapa hari lalu.

Kalau dilihat dari mekanisme kerja di kemendag yang dipimpin Enggartiasto Lukito, itu ada beberapa hal yang perlu dibenahi.

Aksi 313, Demi Hukum dan Keadilan

Sejatinya, Aksi yang di lakukan hari ini, Jumat 3 Maret yang di pusat kan di Istiqlal adalah demi penegakan Hukum dan Keadilan. Sehingga aparat Keamanan dan Kepolsian di tuntuntu untuk membantu mengamankan penyampaian aspirasi ini. Ini adalah murni aksi untuk demokrasi.

Radikalisme Sekuler, Ancaman Nyata Bagi Umat Manusia

Oleh: Muslim Arbi, mantan aktivis HMI

Radikalisme sekuler menjadi ancaman nyata bagi manusia sejak lama dalam peradaban umat manusia. Berdirinya negara-negara komunis di Eropa Timur seperti Uni Soviet dahulu dan RRC (kini), Korea Utara, Rezim Pol pot di Vietnam, dan Partai Komunis Indonesia yang bercita cita mendirikan Negara yang berkiblat ke Soviet oleh Muso dan Aidit cs adalah bukti kongkrit paham radikalisme sekuler.

341 Warga Mengadu ke Presiden Joko Widodo

Oleh: Muslim Arbi,
Kuasa Warga Pencari Keadilan

Sejak Era Presiden Soeharto, 341 Warga Cimanggis mencari keadilan atas tanah mereka seluas 127 ha yang terletak di Desa Bojong dan Desa Bojong Malaka (dahulu), sekarang adalah Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok Jawa Barat yang di klaim oleh Pihak LPP RRI Cimanggis tanpa dasar dan alasan yang jelas.

Dulu Papa Minta Saham, Sekarang Minta e-KTP

KONFRONTASI-Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sempat mempopulerkan istilah Papa Minta Saham, setelah diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan saham PT Freeport Indonesia. Kali ini, politisi yang akrab disapa Setnov itu kembali terseret kasus lain yakni proyek pengadaan kartu identitas elektronik (e-KTP) yang merugikan uang negara Rp 2,3 triliun, saat menjabat ketua Fraksi Golkar.

Muslim Arbi: Tokoh Bersih Disingkirkan, Korupsi Era Jokowi Mengerikan

KONFRONTASI-Ketua Gerakan Laskar Anti Korupsi (GALAK) Muslim Arbi mengatakan saat ini kondisi Indonesia sudah sangat mengerikan. Arbi menilai rezim Jokowi secara sengaja membiarkan korupsi merajalela.

Pages