18 December 2018

Muslim Arbi

Kuliah Kebangsaan Sumpah Pemuda

Oleh: Muslim Arbi

Setiba dari Paniai, sebuah kota Kabupaten di Irian Jaya dalam perjalanan sebagai "tukang pos", dengan mobil; perjalanan panjang; melewati  Deiyai dan Dogiyai selama kurang lebih 6 jam tiba di Nabire (Pemprov Irian Jaya perlu perhatikan jalan utama Nabire - Paniai yang masih banyak yang rusak parah). Di antara oleh La Ode Redi; perantau di Nabire asal Buton

Jokowi Turun, Dolar Turun

Ketidak konsisten Presiden dalam membuktikan janji Politik saat Pilpres 2014 dengan 66 Janji Politik nya kini semakin mempersulit situasi ekonomi nasional. Semakin melemah nya posisi Rupiah di hadapan Mata Uang Dolar AS membuktikan hal itu. 

Ada janji Politik Jokowi dan terutama dalam budang ekonomi adalah; Jika menjadi Presiden maka Jokowi akan membuat Dolar menjadi Rp 10.000 dan Pertumbuhan ekonomi di patok pada 7 %. Nah, ternyata pertumbuhan ekonomi stagnan pada angka 5 % dan Dolar sekara sudah bertengger di atas Rp 15.000. 

Khofifah dan Ridwan Kamil untuk Jokowi?

Oleh: Muslim Arbi

Begitu Pasangan Khofifah dan Emil Dardak di sebut sebagai pemenang versi QC Pilgub Jawa Timur. Masih pagi2 sekali Khofifah yang mantan mentri Jokowi sudah sesumbar akan mendukung pada Pilpres mendatang.

Pernyataan Khofifah ini bisa di baca bahwa kemenangan nya di dukung full Istana. Istana bermain di belakang ini, maka sebagai balasan atas kemenangan nya Khofifah sudah bikin pernyataan dukungan atas Jokowi.

Kejahatan Demokrasi: Stop Quick Count Abal-abal

Oleh: Muslim Arbi
Koordinator Gerakkan Aliansi Laskar Anti Korupsi

Di antara kejahatan Demokrasi yang berjalan masih adalah branding Quic Count (QC) sejumlah Lembaga Survei (LS). Mereka menjual opini sesat suatu pasangan calon (paslon).

Tertentunya; jual beli paslon pada QC itu karena di dukung oleh; Pemodal (pemilik kapital) besar, Parpol juga aktifis dan pengamat abal2. Maka, jangan heran kalau hasil QC meleset jauh dibanding oleh real count apalagi hasil akhir KPU.

Jokowi Berjuang untuk Taklukkan Jawa Barat?

Oleh: Muslim Arbi

Kaget, baca berita di detik.com bahwa hari ini Komjen Muhammad Iriawan mau di lantik Mentri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo sebagai Plt Gubernur Jawa Barat.

Gaduh-gaduh lagi euy. Pan UU Kepolisian dan Permendagri yang di buat Mentri Tjahjo Kumolo melarang Perwira Polisi Aktif menjabat jabatan Gubernur.

Beberapa waktu lalu Menkopolhukam Wiranto juga akan membatalkan Polisi Aktif menjabat jabatan Gubernur. Nah ko pagi ini tetap mau di laksanakan pelantikan Komjen Irawan sebagai Plt Gubernur?

SP3 HRS: Bukti Jokowi Musuhi Ulama!

Oleh: Muslim Arbi
Front Perjuangan Muslimin Indonesia (FPMI)

1 Syawwal 1439 adalah Iedul Fitri yang di rayakan oleh Kaum Muslim Bangsa Indonesia dan Kaum Muslim di mana pun di dunia. Semoga Amalan Ramadhan Kita di terima Allah SWT dan menjadi manusia Muttaqien.

Dalam kesempatan ini juga, penulis sampaikan minal aidin wal faidin, taqaballah minna wa minkum taqabbal ya kariim kullu antum bi khair bagi saudara2 Muslim di mana pun berada.

2019: Bukan Pesta Demokrasi Abal-abal Lagi Ya?

Oleh: Muslim Arbi

Dari awal jika meghendaki Capres banyak. Maka Partai2 itu perjuangkan Kader masing sebagai Capres. Sehingga terdapat 15 Capres sesuai jumlah Partai Peserta Pemilu.

Jika, itu yang terjadi akan makin menarik Pemilu dan Pilpres 2019. Dan bukan bikin koalisi tentukan Capres. Wong Pemilu serentak juga belum ko mau bikin koalisi. Koalisi atas dasar apa?

Save Profesor Suteki

Oleh: Muslim Arbi
Presidium Front Perjuangan Muslimin Indonesia (FPMI).

Mula pertama, saya ketemu dengan Professor Suteki adalah, kami jumpa dalam sebuah acara diskusi di Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Belakangan saya kenal beliau, karena kami berteman di Facebook. Dan sering sharing dalam berbagai hal.

Pagi tadi jelang makan Sahur, saya di kirimi tulisan oleh Professor Suteki dengan judul, "Senjakala Kebebasan ASN Akademikus"

Memalukan! Tanah untuk Bangun Kampus UIII Bermasalah, Kapan Pemerintah Bayar ke Warga?

Oleh: Muslim Arbi
Koordinator Warga Pencari Keadilan

Dua panggilan telepon saya terima dari Agus Kalimulya dan Asmawi Mangkualam dari Bojong. Kedua nya adalah Ahli Waris dari sebagian Tanah Warga seluas 127 ha yang di duduki dan di kuasai oleh RRI Cimanggis.

Tanah tersebut adalah hak milik sah berdasarkan Keterangan Tanah Adat yang dimiliki oleh 314 Kepala Keluarga.

Patok Capres 20% Jelas Tidak Demokratis

Oleh: Muslim Arbi

Harus ada terobosan agar jumlah Capres 2019,   tidak mematok PT 20 %. Karena itu melukai dan menciderai demokrasi dan membuat demokrasi kita makin tidak berkualitas. Istana harus keluarkan Perppu selamatkan Demokrasi

Pages