22 January 2020

Muhadjir Effendy

Menko PMK Minta Materi Pembekalan Pranikah Diperkaya

Konfrontasi - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah memfasilitasi calon pasangan suami istri untuk mengikuti bimbingan pranikah. Namun faktanya, belum semua calon pasangan suami istri mendapat kesempatan mengikuti kegiatan pembekalan jelang pernikahan tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pembekalan pranikah tersebut mestinya harus diberikan kepada setiap calon pengantin baru. Bahan materi pembekalan pun juga harus diperkaya.

DPR Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Kelas III, Ini Respon Menko PMK

Konfrontasi - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy merespons sikap DPR yang menolak kenaikan kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri kelas III.

Muhadjir mengatakan, hal tersebut segera ditindaklanjuti pemerintah dengan melakukan koordinasi dengan instansi terkait.

Pemerataan Kualitas Pendidikan, Mendikbud akan Gunakan Zonasi untuk Guru

Konfrontasi - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, pihaknya akan melakukan rotasi guru berbasiskan pada sistem zonasi. Sebelumnya, sistem zonasi diterapkan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

"Setelah digunakan untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), maka akan dilakukan rotasi guru dalam waktu dekat," ujar Mendikbud di Jakarta, Senin (29/7/2019).

Hasil Pemeriksaan Ombudsman Terhadap PPDB 2019

Konfrontasi - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) mendukung pelaksanaan sistem zonasi dan menyarankan untuk melanjutkannya dengan perencanaan dan pengawasan lebih ketat, khususnya dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

"Kami dari Ombudsman, sebagai pengawas eksternal, pada dasarnya mendukung penerapan zonasi. Karena kami lihat di sini akan banyak perbaikan yang terjadi," kata Ketua Ombudsman Amzulian Rifai usai penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) di kantor ORI, Jumat (26/7/2019).

Mendikbud Akui Belum Berhasil Realisasikan Program Wajib Belajar 12 Tahun

KONFRONTASI-Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RPNK) 2019 resmi dimulai hari ini di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kemendikbud di Bojongsari, Depok, Senin (11/2). Sejak sore, ribuan peserta dari seluruh provinsi, kabupaten/kota serta dunia usaha kumpul.

Sebelum membuka secara resmi, Mendikbud Muhadjir Effendy menyempatkan diri meninjau lokasi pameran. Tahun ini ada yang berbeda dengan pameran sebelumnya. Selain jumlah pesertanya lebih banyak, juga diisi dengan dunia usaha yang menjadi mitra Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Mendikbud Minta Sekolah Setop Rekrut Honorer dan Minta Pensiunan PNS Kembali ke Sekolah

Konfrontasi - Pemerintah menegaskan fokus menyelesaikan sertifikasi guru. Sekolah-sekolah diminta tidak dulu merekrut guru honorer.
 
"Ya itu. Oleh karena itu kita juga mengimbau sekolah jangan merekrut guru honorer lagi. tolong beri saya kesempatan untuk menyelesaikan honorer yang sekarang ini," ujar Mendikbud Muhadjir Effendy di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (11/1/2019).
 

Efisiensi Guru, Mendikbud Minta Guru Mampu Mengajar 2 Mapel

Konfrontasi - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengusulkan agar setiap guru bisa mengajar lebih dari dua mata pelajaran (mapel). Ini agar efisensi jumlah guru tercapai.

"Jumlah kekurangan guru mencapai 707.324. Kalau tiap tahun 100 ribuan diangkat maka butuh tujuh tahun untuk menyelesaikannya. Ini cukup lama makanya salah satu solusi guru yang ada dikaryakan dengan memegang lebih dari dua mapel," kata Muhadjir, Sabtu (15/12/2018).

Mendikbud Setujui Pengangkatan 100.000 Guru Honorer Menjadi PNS

KONFRONTASI-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan pengajuan untuk mengangkat kuota 100.000 guru honorer menjadi menjadi pegawai negeri sipil pada 2018 disetujui.

"Sudah ada persetujuan, Insya Allah kuota 100.000, seperti yang Pak Wakil Presiden sampaikan," ujar Muhadjir, Jakarta, Rabu.

Soal Pencairan TPG, Mendikbud Minta Guru Bersabar

KONFRONTASI-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Muhadjir Effendi meminta para guru, termasuk guru-guru di Kota Malang untuk bersabar dalam menunggu pencairan tunjangan profesi guru (TPG).

"Kami mohon para guru bersabar karena TPG masih belum cair. Meskipun sempat tertunda, dalam waktu dekat tunjangan tersebut akan diberikan kepada semua guru yang memang berhak dan tercatat sebagai penerima," kata Mendikbud di sela penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP), bantuan pendidikan, dan bantuan pangan nontunai di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu.

Muhadjir menjelaskan tunjangan profesi tersebut diberikan melalui dana alokasi khusus (DAK). DAK disalurkan melalui pemerintah kota dan kabupaten untuk SD dan SMP. Sedangkan SMA melalui pemerintah provinsi.

"Jika dana yang disalurkan belum sampai, saya harap para guru bersabar dan bersyukur. Karena belum semua guru dapat memperoleh kesempatan ini," ujarnya.

Soal UNBK Terlalu Sulit, Mendikbud Minta Maaf

KONFRONTASI-Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy menyampaikan permohonan maaf terkait soal Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK) yang dianggap terlalu sulit oleh para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).

Seperti diketahui, di dunia maya banyak keluhan soal matematika yang dinilai sulit. Keluhan ini disampaikan kepada pemerintah.

"Saya minta maaf kalau ada beberapa kalangan yang merasa mengalami kesulitan, yang sulit, yang tidak bisa ditoleransi," ujar Muhadjir, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Pages