8 December 2019

MK

Politikus PKS Dorong UU KPK Digugat ke MK

KONFRONTASI - Anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Nasir Djamil mengatakan lebih baik Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru direvisi digugat ke Mahkamah Konstitusi.

"Itu lebih bagus. Jadi nanti akan ada pemikiran-pemikiran lain," kata Nasir saat ditemui seusai pelantikan anggota DPR/DPD/MPR di kompleks Senayan, Jakarta, Selasa.

KMI: Aksi Pemakaman KPK Digelar, MK Bakal Banjir Gugatan

KONFRONTASI -   Koalisi masyarakat sipil (KMI) bersama dengan para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar “aksi Pemakaman KPK” di lobby Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (17/9). Aksi tersebut diawali dengan parade bendera kuning tanda berkabung sebagai tanda matinya lembaga antirasuah itu.

Jika ada Elite Gerindra Meradang atas Kasasi ke MA, adalah Wajar karena Rencana Kasasi ke MA sangat Dirahasiakan

KONFRONTASI- Jika ada elite Gerindra meradang atas Kasasi ke MA, adalah wajar karena rencana Kasasi ke MA sangat dirahasiakan utk mencegah manuver para agen ganda (utk tak mengatakan pengkhianat) yang eksis di Ring 1 Prabowo.

Sudah Dimenangkan MK, Kok Masih Membutuhkan Pengakuan dari Prabowo Sandi?

Oleh: Rocky Gerung

 

 

Sudah dimenangkan MK, kok masih membutuhkan pengakuan dari Prabowo Sandi? Untuk melegitimasi keputusan KPU bahwa Pilpres dimenangkan 01?

Kasihan sekali mereka terlihat sangat gelisah dengan klaim kemenangan itu. Kalau yakin menang dengan adil dan jujur, harusnya Anda bahagia, dan berpesta. Mereka malah mengemis ‘ucapan selamat’ dari 02.

Rasa bersalah itu semakin menghantui mereka. Framing cerita pun dibuat bermacam-macam. Semua tokoh pun diterjunkam untuk menggiring opini.

MK Belum Putuskan Kasus Pemilu Tapi Baru Jawaban Yang Belum Tuntas

KONFRONTASI - Sidang MK gelar sengketa pemilu 2019, Kamis (27/6/2019)  berakhir belum jelas. Konon menolak tuntutan pemohon kubu 02 tapi masih simpang siur.
 

Mahkamah Internasional: Bisakah sengketa pilpres di Indonesia dibawa ke sana?

Sesudah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk menolak permohonan pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait gugatan hasil Pilpres 2019, salah satu wacana yang berkembang adalah membawa perkara ini ke Mahkamah Internasional.

Gagasan ini dilontarkan oleh mantan penasehat KPK yang juga kordinator lapangan Gerakan Nasional Kedalatan Rakyat, Abdullah Hehamahua.

Mahkamah Konstitusi (MK), Ngono yo Ngono Ning Ojo Keterlaluan Ngawur dan Nekadnya

MK, NGONO YO NGONO NING OJO KETERLALUAN NEKADNYA. 

Untuk menyelamatkan status Cawapres Prof Ma’ruf Amin dari gugatan di DISKUALIFIKASI, Mahkamah Konstitusi (MK) tdk bisa membantah  argumentasi bahwa anak persh BUMN itu adalah juga BUMN, karena sudah amat telak aturannya termasuk yang ditanda-tangani Presiden Jokowi sendiri. Karena itu MK harus cari alasan lain yaitu Dewan Pengawas Syariah (DPS) pada bank bank syariah itu BUKAN ORGAN PERUSAHAAN.

Mahkamah Kentut, Sindiran bagi MK

MAHKAMAH KENTUT

Oleh : Nasrudin Joha

Terzebutlah di sebuah negeri perangin-angin, seorang rakyat jelata  mengadukan kasus tentang telah merebaknya bau kentut yang terjadi secara terstruktur, sistematis, massif dan brutal. Indikasinya, seluruh warga kampung mencium itu, mendengar itu, dan merasakan langsung bahwa aroma kentut itu berasal dari si Joko.

Si rakyat memberanikan diri mengajukan perkara kentut ini ke Mahkamah Kentut. Konon, hakim yang menjadi pengadil di Mahkamah Kentut hanya takut kepada Allah SWT saja.

Mantan Penasehat KPK: Bawa Kecurangan Situng Pilpres 2019 ke Mahkamah Internasional

KONFRONTASI- Mantan Penasehat KPK Abdullah Hehamahua mengatakan akan melaporkan hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai hasil Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Presiden 2019 ke mahkamah internasional.

Tolak Kecurangan Pilpres, Kawal Kejujuran: Satu Jutaan Massa Akan Kepung MK?

Oleh: Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Massa dari berbagai pelosok Indonesia mau datang lagi ke Jakarta. Tepatnya ke Mahkamah Konstitusi (MK). Tanggal 24-28 Juni. Kabarnya sampai satu jutaan. Bener? Entar cuma 2000, celetuk pendukung 01.

Gak takut peluru? Kami datang dengan damai. Acaranya halal bihalal, kata mereka. Halal bihalal kok di MK? Lagian, lebaran juga sudah selesai. Halal bihalal suara, jawab mereka.

Pages