25 November 2017

Miryam S Haryani

Miryam Haryani akan Kembali Diperiksa Polda Metro Terkait Laporan Dirdik KPK

KONFRONTASI-Terdakwa kasus e-KTP, Miryam S Haryani, akan kembali diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya, Rabu 27 September 2017 mendatang. Dia akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus yang dilaporkan Direktur Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Brigjen Aris Budiman.

"Kemarin belum selesai, masih terputus. Nanti hari Rabu saya akan diperiksa lagi," kata Miryam saat ditanyai awak media di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 25 September 2017.

Farhat Konfirmasi Nama-nama Anggota DPR yang Tekan Miryam Haryani

KONFRONTASI-Pengacara Farhat Abbas menyebut Miryam S Haryani pernah bercerita ke Elza Syarief mengenai anggota DPR yang menekan untuk mencabut berita acara pemeriksaan (BAP). Nama-nama yang diduga menekan Miryam dikonfirmasi hakim.

"Elza pernah cerita ke Anda ya, anggota DPR tekan Miryam. Namanya Djamal, Akbar Faizal, Markus Nari, Setya Novanto dan Chairuman. Itu benar?" tanya hakim kepada Farhat saat bersaksi dalam sidang Miryam di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (4/9/2017).

Pengacara Miryam Sebut Keterangan Elza Syarief Janggal

KONFRONTASI-Pengacara Miryam S Haryani, Aga Khan menyebut Elza Syarief telah mengarang saat bersaksi pada persidangan kliennya beberapa waktu lalu. Elza hadir ketika itu sebagai saksi untuk terdakwa Miryam terkait dugaan pemberian keterangan palsu dalam korupsi e-KTP.

Aga mengatakan, kejanggalan kesaksian Elza terlihat ketika dirinya mengubah pernyataan yang menyebut Ketua DPR Setya Novanto ikut menekan Miryam.

KPK Lakukan Pemeriksaan Internal Terkait Pernyataan Miryam Haryani

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan pemeriksaan internal terkait pernyataan mantan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Hanura Miryam S. Haryani dalam video pemeriksaan yang menyebutkan ada tujuh orang dari internal KPK yang menemui anggota Komisi III DPR RI.

Disebut Miryam Haryani, Masinto Pasaribu Datangi KPK

KONFRONTASI-Anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu datangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (15/8), dengan tujuan meminta klarifikasi soal penyebutan namanya dalam video rekaman pemeriksaan Miryam S Haryani yang diputar dalam persidangan kemarin.

Tapi sayang, maksud ingin menemui pimpinan KPK, Wakil Ketua Pansus Angket KPK itu malah ditemui oleh bagian pelayanan informasi dan komunikasi publik KPK. Lantaran hal itu, politikus PDI-P ini pun kecewa.

Jaksa KPK Putar Rekaman Miryam Haryani yang Mengaku Diintimidasi Anggota DPR

KONFRONTASI-Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar video rekaman saat Miryam S Haryani diperiksa oleh penyidik KPK.

Dalam video tersebut, terungkap bahwa Miryam menceritakan kepada penyidik KPK mengenai intimidasi sejumlah anggota Komisi III DPR.

Video tersebut diputar dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (14/8/2017).

Dalam kasus ini, Miryam didakwa memberikan keterangan palsu dalam persidangan kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Hakim Tolak Eksepsi Miryam Haryani, KPK Senang

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi positif terkait sikap Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan oleh anggota DPR RI dari Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani.

"Tentu saja bagi kami ini adalah hal yang positif, ke depan proses persidangan kasus dengan terdakwa Miryam S Haryani ini akan masuk ke tahap pembuktian," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Senin.

Febri mengatakan KPK akan menghadirkan bukti-bukti yang ada termasuk rekaman proses pemeriksaan Miryam S Haryani yang sempat menjadi persoalan sebelum kasus Hak Angket KPK di DPR dimunculkan.

"Jadi, kalau-kalau ada pihak-pihak tertentu yang ingin membuktikan dan ingin mendengar apa yang disampaikan pada proses pemeriksaan Miryam S Haryani dalam kasus KTP-e maka pengadilan adalah tempat yang paling tepat karena memang proses hukum harus dipisahkan dari proses politik," tuturnya.

Febri menyatakan, KPK akan menghadirkan bukti-bukti dan juga saksi-saksi yang pernah juga diperiksa sebelumnya pada penyidikan.

"Mulai dari saksi dari internal KPK sendiri karena memang kasus ini adalah kasus indikasi pemberian keterangan tidak benar," kata Febri.

Terkait kemungkinan dipanggilnya penyidik KPK, Novel Baswedan, Febri menyatakan bahwa KPK akan melihat apa yang hakim butuhkan dalam proses pemeriksaan saksi terhadap Miryam S Haryani tersebut.

Selanjutnya, kata dia, KPK juga ingin membuktikan bagaimana proses pemeriksaan Miryam S Haryani pada saat itu terjadi termasuk video-video pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

"Dan juga saksi dari pihak eksternal lainnya yang pernah diperiksa sebelumnya di tingkat penyidikan," kata Febri.

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan oleh anggota DPR dari fraksi Partai Hanura, Miryam S Haryani.

"Mengadili, menolak keberatan tim penasihat hukum Miryam S Haryani untuk seluruhnya," kata ketua majelis hakim Franky Tambuwun dalam sidang di pengadilan Tipikor Jakarta, Senin.

 

Miryam Haryani Bantah Beri Keterangan Palsu

KONFRONTASI-Mantan anggota Komisi II DPR dari fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani membantah dakwaan jaksa bahwa dia telah memberikan keterangan palsu dalam sidang perkara korupsi pengadaan KTP elektronik di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Tepat, Langkah KPK Tolak Hadirkan Miryam Haryani ke Pansus DPR

KONFRONTASI-Kepentingan hukum  harus didahulukan dari kepentingan politik. Dengan demikian, langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak menghadirkan tersangka kasus E-KTP Miryam S. Haryani ke depan Pansus KPK dapat dipahami, dan sudah sebagaimana mestinya.Demikian dikatakan pengamat hukum Azmi Syahputra, Senin malam (26/6).  

Kasus e-KTP: Orang Tua Miryam Haryani Ikut Diperiksa KPK

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa orang tua dari Miryam S Haryani dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk berbasis Nomor Induk Kependudukan secara nasional (KTP-e).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa mengatakan bahwa orang tua dari Miryam tersebut diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Pages