26 April 2019

migas

Chevron Caplok Anadarko Petroleum Senilai US$33 M

Konfrontasi - Chevron pada hari Jumat (12/4/2019) mengumumkan rencana untuk mengakuisisi perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas Anadarko Petroleum dalam kesepakatan tunai dan saham senilai US$33 miliar.

Transaksi ini akan memberi perusahaan energi AS terbesar kedua dorongan dalam produksi minyak serpih serta gas alam.

Saham Anadarko naik hampir 30% di perdagangan premarket menjadi US$60,95 per saham mengikuti berita. Saham Chevron turun 3,7% dari penutupan Kamis di US$125,99 per saham.

Pertamina EP Temukan Cadangan Gas di Toili Sulteng

Konfrontasi - PT Pertamina EP (PEP), anak usaha PT Pertamina (Persero) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah pengawasan SKK Migas berhasil menemukan cadangan gas dan kondensat di area Pertamina EP Asset 4 di Kecamatan Toili Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah melalui pemboran sumur eksplorasi Morea – 001 (MOR-001) dengan kedalaman akhir 2300 meter.

Rakyat Kaltim Bertekad Rebut Kembali Blok Mahakam

KONFRONTASI-Wajar jika perebutan Blok Mahakam, Pemerintah Pusat lebih melihat pergerakan di Kaltim yang menolak Total+Inpex tidak diperpanjang kontraknya. Saat itu selama hampir 4 tahun lebih Aliansi Rakyat Kaltim Untuk Blok Mahakam (ARKBM) berjuang menolak Total+Inpex dengan alasan Kaltim juga mampu dengan entitas bisnisnya BUMD bisa menjadi operatorship selain Pertamina.

Simaklah Ini, Dokumen Konsultasi Kuntoro Cs Untuk Inpex Masela

KONFRONTASI-- Ada kabar dari elite dan kelas menengah Jakarta bahwa disewanya Inpec utk mentorpedo pemerintah agar  Masella  tetap off shore. Beberapa hari belakangan ini masyarakat pemerhati energi, khususnya yang terkait dengan rencana pemerintah membangun kilang di Blok Abadi Masela, ramai membicarakan isu pengucuran uang bernilai besar dari Inpex Masela kepada firma konsultan Tridaya Advisory..

Jokowi-JK Minim Bangun Infrastruktur Migas

Oleh: Yusri Usman
Direktur Eksekutif CERI

Cadangan Migas Dalam Negeri Lebih Banyak Ditemukan Perusahaan Asing

KONFRONTASI-Perusahaan asing mendominasi penemuan cadangan minyak dan gas (migas) berukuran besar di Indonesia. Padahal, seharusnya sumber daya tersebut bisa dikelola oleh perusahaan dalam negeri seperti PT Pertamina (Persero).

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi, menyebutkan data SKK Migas menjunjukkan bahwa temuan cadangan migas terbesar PT Pertamina hanya di Lapangan Jatibarang pada 1967 dan Lapangan Parang 2012.

Anjloknya Nilai Investasi Migas Karena Rendahnya Persepsi Investor

JAKARTA-Pemerintah diminta segera membenahi berbagai permasalahan untuk menahan laju penurunan investasi hulu migas di Indonesia antara lain melalui kebijakan perizinan yang ramah investasi serta insentif fiskal.

Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro dalam diskusi “Mendongkrak Daya Saing Global demi Kontribusi Maksimal Industri Migas Nasional” di Jakarta, Rabu (4/4).

Premium Jadi Mainan Mafia Migas, Perlu Dievaluasi

KONFRONTASI-Pemerintah didesak segera menghapus premium. Alasannya potensial menjadi sarang mafia migas dan kurang ramah lingkungan. Demikian dikatakan mantan anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas Fahmy Radhi

Bahkan kata Fahmy, penggunaan premium menghasilkan polusi udara yang memicu kanker. "Makanya, Premium harus dihapuskan. Semakin cepat semakin baik," kata Fahmy di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

BPH Migas mau Evaluasi Harga Jual Gas Bumi Golongan Rumah Tangga di Enam Wilayah

JAKARTA-Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akan mengevaluasi harga jual gas bumi golongan rumah tangga di enam wilayah Indonesia. Evaluasi dilakukan setelah dua perusahaan, yakni PT. Pertagas dan PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) mengajukan harga evaluasi.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komite BPH Migas Hari Pratoyo mengatakan, pihaknya melakukan public hearing mengenai evaluasi itu. Public hearing sendiri dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah daerah dan dua perusahaan gas tersebut.

Jokowi Harus Basmi Korupsi Infrastrulktur, Listrik, Migas oleh Elite Oligarki Istana

KONFRONTASI-  Presiden Jokowi harus membasmi korupsi infrastruktur di kalangan elite kabinet dan elite istana sendiri, termasuk sektor energi (migas dan listrik) yang membuat harga energi naik dan banyak kebocoran KKN. Jika tidak berbuat, maka Jokowi melakukan kejahatan pembiaran (by omission) yang bisa digugat  masyarakat madani di hari nanti karena dia  melanggar sumpah jabatannya kepada Allah SWT sendiri. Demikian pendapat para analis dan tokoh masyarakat.

Pages