13 November 2018

migas

Cadangan Migas Dalam Negeri Lebih Banyak Ditemukan Perusahaan Asing

KONFRONTASI-Perusahaan asing mendominasi penemuan cadangan minyak dan gas (migas) berukuran besar di Indonesia. Padahal, seharusnya sumber daya tersebut bisa dikelola oleh perusahaan dalam negeri seperti PT Pertamina (Persero).

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi, menyebutkan data SKK Migas menjunjukkan bahwa temuan cadangan migas terbesar PT Pertamina hanya di Lapangan Jatibarang pada 1967 dan Lapangan Parang 2012.

Anjloknya Nilai Investasi Migas Karena Rendahnya Persepsi Investor

JAKARTA-Pemerintah diminta segera membenahi berbagai permasalahan untuk menahan laju penurunan investasi hulu migas di Indonesia antara lain melalui kebijakan perizinan yang ramah investasi serta insentif fiskal.

Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro dalam diskusi “Mendongkrak Daya Saing Global demi Kontribusi Maksimal Industri Migas Nasional” di Jakarta, Rabu (4/4).

Premium Jadi Mainan Mafia Migas, Perlu Dievaluasi

KONFRONTASI-Pemerintah didesak segera menghapus premium. Alasannya potensial menjadi sarang mafia migas dan kurang ramah lingkungan. Demikian dikatakan mantan anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas Fahmy Radhi

Bahkan kata Fahmy, penggunaan premium menghasilkan polusi udara yang memicu kanker. "Makanya, Premium harus dihapuskan. Semakin cepat semakin baik," kata Fahmy di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

BPH Migas mau Evaluasi Harga Jual Gas Bumi Golongan Rumah Tangga di Enam Wilayah

JAKARTA-Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akan mengevaluasi harga jual gas bumi golongan rumah tangga di enam wilayah Indonesia. Evaluasi dilakukan setelah dua perusahaan, yakni PT. Pertagas dan PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) mengajukan harga evaluasi.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komite BPH Migas Hari Pratoyo mengatakan, pihaknya melakukan public hearing mengenai evaluasi itu. Public hearing sendiri dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah daerah dan dua perusahaan gas tersebut.

Jokowi Harus Basmi Korupsi Infrastrulktur, Listrik, Migas oleh Elite Oligarki Istana

KONFRONTASI-  Presiden Jokowi harus membasmi korupsi infrastruktur di kalangan elite kabinet dan elite istana sendiri, termasuk sektor energi (migas dan listrik) yang membuat harga energi naik dan banyak kebocoran KKN. Jika tidak berbuat, maka Jokowi melakukan kejahatan pembiaran (by omission) yang bisa digugat  masyarakat madani di hari nanti karena dia  melanggar sumpah jabatannya kepada Allah SWT sendiri. Demikian pendapat para analis dan tokoh masyarakat.

Holding BUMN Migas Dianggap Cuma Modus

KONFRONTASI- Holding BUMN migas dianggap hanya sekedar modus hegemoni penguasaan PT Pertamina (Persero) atas PT PGN, dimana selama ini telah menjadi rahasia umum jika PGN menjadi rival bagi anak perusahaan Pertamina, yakni Pertamina Gas (Pertagas).

Menurut Ketua Bidang Energi PP KAMMI, Barri Pratama, jikapun alasan pemerintah bahwa kebijakan holding bertujuan efisiensi dan dinamisasi pembangunan sektor hilir gas, maka tak sewajarnya Pertamina mencaplok PGN melalui pengalihan saham pemerintah di PGN kepada Pertamina.

Iwan Ratman dalam Seminar Energi di UGM dan UPN: Bagaimana Memperkuat Posisi RI di Persaingan Global

KONFRONTASI- Pakar masalah energi Iwan Ratman PhD menyatakan, untuk memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan energy, termasuk migas di tataran global, maka tantangan Indonesia adalah bagaimana kita mampu mendayagunakan  segenap sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada, baik modal domestik maupun asing, didukung oleh politik energi  yang visioner oleh negara, dalam upaya mewujudkan  kemandirian/ketahanan energy di masa depan.

Hikmah Tsunami, Aceh Miliki Cadangan Migas Kalahkan Arab Saudi

KONFRONTASI -  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menemukan adanya cadangan migas yang besar di Simeleu, Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Cadangan migas tersebut mencapai 230 miliar barel.

Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Mukhtar Tompo, mengatakan potensi migas tersebut mengalahkan cadangan migas Arab Saudi yang diperkirakan mencapai 220 miliar barel. Namun, BPPT belum bisa memastikan potensi tersebut gas bumi atau minyak.

Sektor Migas Hanya Sumbang 6-7 Persen PNBP

KONFRONTASI-Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat bahwa saat ini sektor minyak dan gas bumi hanya mampu menyumbang 6-7 persen bagi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) secara keseluruhan. 

Bisakah Kita Bahu-membahu Menemukan Cadangan Migas Baru?

JAKARTA-Isu mengenai potensi merosotnya jumlah cadangan minyak dan gas bumi (migas) di masa yang akan datang masih menjadi perhatian berbagai pihak. Kekhawatiran mengenai hal ini mesti diatasi dengan melakukan eksplorasi, yaitu pencarian cadangan baru.

Namun, di tengah rendahnya harga minyak dunia, melakukan eksplorasi tak semudah itu. Diperlukan kerja sama dari sejumlah pihak agar kegiatan ini bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Pages