22 September 2019

Mesin ATM

Layanan Bank Mandiri Sudah Kembali Normal

Konfrontasi - Usai proses normalisasi saldo rekening nasabah, Bank Mandiri memastikan seluruh layanan kembali beroperasi normal. Layanan tersebut meliputi mandiri online, internet banking, sms banking, ATM, dan EDC.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas menjelaskan, para nasabah dapat bertransaksi normal dengan seluruh alat pembayaran Mandiri. Dia juga menyampaikan permohonan maaf atas kendala layanan yang dialami nasabah beberapa jam lalu.  

Tiru Film Hollywood, Dua Bule Berakhir di Kantor Polisi

Konfrontasi - Terkadang trik yang biasa terlihat di film Hollywood belum tentu yang paling manjur dan bisa ditiru.

Dua pembobol ATM di Florida, AS, ini justru gagal membobol ATM di Okaloosa County. Padahal, mereka sudah repot-repot membawa obor las dan linggis.

Rencana mereka, satu orang membuka engsel ATM dengan obor las. Satu orang lagi bertugas membuka paksa mesin penyimpan uang tunai itu dengan linggis. Mirip adegan membuka brankas bank di film-film Barat.

Polisi Tangkap 2 Pelaku Pembobol Mesin ATM di Serang

Konfrontasi - Satreskrim Polres Serang meringkus dua pelaku pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) setelah beraksi di areal PT Lung Chong Brother Industrial, Desa Sentul, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang. Keduanya membobol ATM hanya bermodal pinset dan kawat. 
 

Bermodal Tongsis, Polisi Tangkap Pelaku Pembobolan Mesin ATM

Konfrontasi - Anggota Kepolisian dari satuan lalu lintas Polres Serang Kota, Polda Banten, membekuk seorang pria yang diduga membobol sebuah ATM.
 
Pria tersebut diamankan setelah diduga melakukan pembobolan atas mesin ATM BNI di jalan Ahmad Yani, Sumur Pecung, Kota Serang, Banten.
 

Kembali Beraksi, Mesin ATM di Jalan Margonda Raya Dibobol

KONFRONTASI -  Sebuah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Jalan Raya Margonda, Beji, Kota Depok, Senin (17/12/2018) dini hari dibobol maling. Pembobolan ini pertama kali diketahui oleh seorang warga yang melintas sekitar pukul 05.30 WIB.

“Warga melihat dalam ruangan ATM CIMB sudah berantakan, dan langsung melaporkan ke Ketua RT setempat yang kemudian melapor ke anggota binmas setempat,” ujar Rojudin anggota Polsek Beji saat dikonfirmasi.

Wow, Cuma Butuh Waktu 5 Menit Komplotan Pembobol ATM Pasang Alat Skimmer

Konfrontasi - Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta mengatakan, lima orang tersangka pembobol mesin ATM 64 bank hanya butuh waktu 5-10 menit untuk memasang alat skimming. Alat itu nantinya berfungsi untuk mencuri data para nasabah yang menggunakan mesin ATM.

"Untuk memasang alat ini sampai selesai 5 sampai 10 menit," kata Nico di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (17/3/2018).

Cegah Skimming, Polisi dan BI Dorong Perbankan Gunakan Chip

Konfrontasi - Kepolisian dan Bank Indonesia (BI) mendorong perbankan menambah sistem keamanan pada kartu kredit dan kartu debit nasabahnya dengan sistem keamanan chip. Hal itu guna mencegah terjadinya kebocoran data atau menjadi korban skimming.

"Security dari bank ada juga yang ATM sudah menggunakan chip ada juga yang masih menggunakan sistem magnet yang ada garis hitamnya. Yang security paling tinggi adalah yang menggunakan chip. Jadi, Bank Indonesia mendorong seluruh ATM menggunakan atau mengganti dengan chip," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, Sabtu 17 Maret 2018.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Eva Pangabean mengatakan hal senada. Menurutnya, BI selaku otoritas di bidang sistem pembayaran selalu memberi kebijakan regulasi dan mendorong perbankan melalui ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan untuk memberikan pengamanan baik di penggunaan transaksi menggunakan kartu kredit maupun kartu debit.

"Makanya nanti teman-teman bisa melihat bahwa sekarang di kartu itu kami sudah melalui perbankan-perbankan sudah mengeluarkan kartu ATM atau debit yang menggunakan chip. Jadi dengan teknologi chip itu memang akan sulit dilakukan pemalsuan terhadap data yang ada," ujarnya.

Selain itu, BI juga selalu mendatangi perbankan untuk terus memastikan sistem deteksi dalam perbankan sudah berkerja dengan maksimal untuk menangkal kegiatan yang merugikan nasabah.

"Bank Indonesia juga untuk perlindungan konsumen. Namun ini tidak bisa Bank Indonesia jalan sendiri karena harus ada kerja sama yang baik dari perbankan di mana pihak perbankan adalah selaku penyedia jasanya, sistem pembayaran, termasuk peralatan yang dipakai," katanya.

Ilustrasi hacker mengincar ATM

Eva tidak menampik bahwa modus kejahatan setiap waktu selalu berkembang dengan menggunakan segala cara untuk menguras data nasabah bank. Untuk itu, pihak perbankan juga harus selalu berinovasi menciptakan keamanan terbaik bagi nasabah.

Di samping perbankan menciptakan alat keamanan yang canggih, lanjutnya, diperlukan juga peran dari masyarakat saat menggunakan kartu debit maupun kredit. Ia mengimbau, saat akan menggunakan ATM, para nasabah memilih lokasi yang ada petugas keamanan, tidak jauh dari keramaian, dan menutup dengan tangan saat memencet PIN.

"Kami sudah koordinasi dengan seluruh perbankan meminta mereka untuk melakukan edukasi lebih gencar lagi kepada masyarakat bagaimana menggunakan ATM dengan kartu debit terutama apabila ada oknum-oknum tertentu yang menghubungi para nasabah tapi dengan meminta data pribadi itu hal yang tidak pernah melakukan oleh bank. Kemudian kalau ada OTP (One Time Password) dan tidak melakukan transaksi tolong diabaikan itu yang paling penting," katanya.

Meski belum bisa merinci jumlah kerugian dari sindikat kejahatan skimming yang membobol uang nasabah bank BRI yang ditangkap Subdit Resmob Polda Metro Jaya. Eva memastikan seluruh korban skimming akan mendapatkan ganti rugi.

"Kalau memang terkena korban skimming itu pasti diganti oleh pihak perbankan. Disampaikan juga ada beberapa pers rilis yang sudah menyatakan bank-bank itu sudah memberikan penggantian kepada para korban yang diyakini benar terkena skimming.

Seperti diketahui, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap lima pelaku komplotan pembobol dana nasabah. Para pelaku yakni, Caitanovici Andrean Stepan (28), Raul Kalai alias Lucian Meagu (28), Ionel Robert Lupu (28) ketiganya adalah Warga Negara Rumania. Kemudian Ference Hugyec (27) Warga Negara Hungaria, dan Milah Karmilah (30) seorang wanita Warga Negara Indonesia. Kelima pelaku ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda.

Usai Tangkap Sindikat Pembobol Internasional Ditangkap, Polisi Cek Semua Mesin ATM di Kota Singaraja

Konfrontasi - Polisi berhasil menangkap basah dua turis asal Bulgaria yang memasang data perekam pada mesin ATM. Akhirnya polisi melakukan pengecekan ke seluruh ATM di wilayah kota Singaraja Kabupaten Buleleng, Bali.

"Setidaknya dengan tangkapan dua warga asing tersebut, kita coba lakukan pengecekan ke seluruh ATM yang ada di kota Singaraja. Jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan," kata Kapolsek Kota Singaraja, Kompol AA. Wiranata Kusuma, Sabtu (16/9/2017).

Ribuan ATM Bank Nasional Terdampak Gangguan Satelit Telkom

Konfrontasi - Operasional sebagian kecil Anjungan Tunai Mandiri (ATM) beberapa bank nasional hingga hari ini, Sabtu, 26 Agustus 2017 terdampak gangguan satelit Telkom I, milik PT Telkom Indonesia Tbk. Sejauh ini, perusahaan pelat merah bidang telekomunikasi itu masih berupaya membereskan gangguan tersebut.

Satelit Telkom Gangguan, Mesin ATM BTN Kena Imbasnya

Konfrontasi - Jaringan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) terkena imbas gangguan satelit Telkom 1. Akibatnya, sejumlah Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BTN pun offline.

"Ada sebagian kecil saja. Tidak banyak, karena per wilayah gunakan saluran yang beda sekarang. Laporannya masih dibuat," kata Corporate Secretary BTN, Agus Susanto, dikutip detikFinance, Sabtu (26/8/2017).

Pages