21 April 2018

merosot

Minyak dan Batu Bara Merosot Secara Bersamaan

KONFRONTASI -  Harga batu bara turun lebih dari 1% pada akhir perdagangan Kamis (8/3/2018), sejalan dengan pelemahan minyak mentah.

Pada perdagangan Kamis, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019 berakhir merosot 1,78% atau 1,45 poin di US$80,05/metrik ton.

Harga batu bara kontrak Januari 2019 melemah untuk hari kedua berturut-turut setelah ditutup turun 0,37% di posisi 81,50 pada perdagangan Rabu (7/3), mematahkan reli tiga hari berturut-turut sebelumnya.

Pergerakan Harga Minyak Merosot Akibat Produksi AS Naik ke 10,25 Juta Barel per Hari

KONFRONTASI -  "Tentunya yang akan memiliki dampak signifikan terhadap keseimbangan energi global," ungkap Ketua Star Energy International Corporation Linhua Guan, seperti dikutip dari Xinhua, Senin, 1 Januari 2018.

"Munculnya perbaikan teknologi dalam pengeboran horizontal dan rekahan hidrolik bersamaan dengan kemajuan teknologi lainnya telah menyebabkan revolusi energi serpih di AS yang akan menggeser lempeng tektonik kekuatan global dan geopolitik," tambah Guan.

Ekonomi Stagnasi, Rakyat Tidak Akan Sejahtera. Elektabilits Jokowi TerancamTergerus Terus

KONFRONTASI- Tiga tahun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) ternyata pertumbuhan ekonominya berjalan stagnan dan terjebak dalam angka 5 persenan. Rendahnya pertumbuhan ekonomi membuat elektabilitas Jokowi terancam tergerus terus. Demikian pandangan pengamat ekonomi-politik Nehemia Lawalata yang juga aktivis senior Persatuan Alumni GMNI. .

Ini sangat berbeda dengan negara-negara tetangga yang bertumbuh positif dengan tren yang meningkat. Bahkan beberapa negara seperti Vietnam bisa di atas 7 persenan. Dan Malaysia di atas 6 persenan.

Jokowi Sulit Menang Di Pilpres 2019, Merosot dan Tersandera Utang Budi?

KONFRONTASI-  Jokowi diyakini sulit menang di PILPRES 2019.  Dan pilpres itu  masih belasan bulan. Tetapi bagi kalangan yang berkepentingan, belasan bulan itu, sama dengan tinggal belasan hari saja

Sejalan dengan waktu yang sudah sangat dekat dengan momen politik itu, makin intens pula kegiatan para analis, pelobi dan konsultan politik. Semuanya sibuk membuat proyeksi. Isinya tentang siapa kira-kira yang akan menjadi Presiden RI periode 2019-2024.

Kurs Rupiah Pagi Ini 11 Agustus 2017, Dibuka Spot Dibuka Merosot 37 Poin di 13.370

KONFRONTASI -  Berikut pergerakan nilai tukar rupiah atas dolar di akhir pekan hari ini, Jumat (11/08) pasca ditutup stagnan dalam perdagangan kemarin

 Pergerakan nilai tukar rupiah berakhir stagnan pada perdagangan hari ini, Kamis (10/8/2017), pada saat mayoritas mata uang Asia terdepresiasi.

Rupiah ditutup stagnan di Rp13.333 per dolar AS, setelah dibuka dengan pelemahan 0,08% atau 11 poin di Rp13.344.

Adapun pada perdagangan Rabu (9/8/2017), rupiah ditutup melemah 0,15% atau 20 poin di posisi 13.333 per dolar AS.

Indeks Stoxx Ditutup Merosot 1,11%, Tertekan Kinerja Emiten

KONFRONTASI -  Bursa saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan Selasa (18/7/2017), tertekan kinerja emiten yang mengecewakan serta penyesuaian ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga oleh bank-bank sentral Eropa

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 1,11% atau 4,28 poin ke level 382,58 setelah bergerak pada kisaran 382,03 – 386,29.

Sektor perbankan Eropa merosot hingga 1,6%, didorong oleh saham Goldman Sachs yang membukukan penurunan pendapatan perdagangan obligasi.

Dukungan Untuk Shinzo Abe Merosot Hingga 30 Persen

KONFRONTASI - Dukungan untuk Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe merosot di bawah 30 persen di Pemilihan Majelis Tokyo, terendah sejak ia kembali berkuasa pada 2012, demikian menurut hasil jajak pendapat yang dirilis Jumat.

Kecurigaan atas skandal pilih kasih untuk seorang teman dalam bisnis dan persepsi di kalangan para pemilih bahwa dia dan rekan-rekannya menjadi tinggi hati, menimpa Abe yang hingga saat ini masih diminati untuk memenangi masa jabatan tiga tahun sebagai pemimpin partai, dan jabatannya berakhir pada September 2018.

Pemerintah Jangan Bohongi Diri, Klaim Pertumbuhan Tinggi Padahal Rakyat Sangat Sengsara

KONFRONTASI - Ekonom INDEF, Bhima Yudhistira Adhinegara menyebut pertumbuhan ekonomi yang selama ini kerap dibanggakan pemerintah, ternyata faktanya tak berkualitas. Sehingga yang terjadi, pertumbuhan ekonomi itu masih tak mampu angkat kehidupan rakyat menjadi lebih baik.

Tahun lalu pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02 persen,  di tahun ini pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan 5,1 persen. Namun diprediksi banyak pihak, pertumbuhan tahun ini pun akan kian berat, karena laju inflasi sendiri bisa sangat tinggi.

Survei: Ahok Merosot, karena Tak Punya Integritas

JAKARTA-Pengamat Kebijakan Publik Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah menilai pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) tidak memiliki peradaban, karena lebih memilih melindungi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), ketimbang mendengarkan suara 200 juta rakyat yang menuntut penegakkan supremasi hukum terhadap pria asal Belitung Timur itu.

"Pemerintah lebih memilih melindungi Ahok daripada 200 juta rakyat.  Itu artinya sadar tidak sadar pemerintah saat ini tidak punya peradaban," kata Amir, belum lama ini.

Wall Street Merosot Tajam Akibat Aksi Ambil Untung

KONFRONTASI-Saham-saham di Wall Street berakhir lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), karena para investor melakukan aksi ambil untung setelah kenaikan kuat baru-baru ini. Xinhua melaporkan, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 54,24 poin atau 0,28 persen menjadi ditutup pada 19.097,90 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 11,63 poin atau 0,53 persen menjadi berakhir di 2.201,72 poin, dan indeks komposit Nasdaq turun 30,11 poin atau 0,56 persen menjadi 5.368,81 poin.

Pages