27 February 2020

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)

PGRI Setuju UN Dihapus, Ini Alasannya

Konfrontasi - Ujian Nasional (UN) selama ini menjadi pintu gerbang bagi para pelajar di Tanah Air, untuk masuk ke jenjang yang lebih tinggi. Meski demikian, cara ini dianggap kurang tepat.

UN hanya membuat siswa dan siswi menghafal bahan pelajaran, bukan memahaminya. Konsep ujian nasional, juga dianggap bisa menjadi sumber stress bagi pelajar, bahkan orang tua dan guru-guru.

Tak heran jika, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, berencana menghapus Ujian Nasional (UN) yang akan dimulai pada tahun 2021 mendatang.

Ujian Nasional Resmi Diganti, Begini Cara Menentukan Kelulusan Siswa

Konfrontasi - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menggagas program Merdeka Belajar, yang salah satunya mengganti Ujian Nasional (UN) dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, pada 2021.

Lantas muncul pertanyaan apa yang akan menentukan standar kelulusan siswa kalau bukan UN?

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ade Erlangga Masdiana mengatakan bahwa parameter kelulusan siswa diserahkan kepada sekolah.

Lewat Cara Ini, Mendikbud Nadiem Ingin Memerdekakan Kepsek yang Sudah Lama Frustasi

Konfrontasi - Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, paradigma merdeka belajar adalah menghormati perubahan agar pembelajaran itu terjadi di tiap sekolah. Di mana sekolah memiliki kemerdekaan dalam pelaksanaan USBN (ujian sekolah berstandar nasional) dan UN (ujian nasional).

"Kebijakan UN dan USBN mengikuti kesiapan sekolahnya. Jika belum siap mengikuti metode baru ya tidak dipaksa," kata Nadiem di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Wacana Penghapusan Ujian Nasional di Era Nadiem Makarim: Sabar Dulu

Konfrontasi - Wacana penghapusan Ujian Nasional (UN) sempat mengemuka saat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dipimpin Muhadjir Effendy. Kini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem menyatakan sedang melakukan kajian tentang wacana tersebut.

"Mengenai UN, ini sedang dikaji," kata dia di Jakarta, Jumat, 29 November 2019.

Menurut dia, memang penting ada tolok ukur keberhasilan siswa atau pendidikan. Namun, esensi UN dijadikan tolok ukur keberhasilan siswa dan pendidikan tidak tepat.

FSGI: Pidato Mendikbud Nadiem Seperti 'Pengakuan Dosa' karena Bebani Guru

Konfrontasi - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai ada semacam 'pengakuan dosa' terhadap guru dalam pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menjelang Hari Guru Nasional. 'Pengakuan dosa' yang dimaksud terkait dengan banyaknya beban yang selama ini diberikan kepada guru. 

"Kami tidak bisa melihat pidato Pak Menteri itu 'wah sudah bagus, luar biasa, ini begini'," kata Sekjen FSGI Heru Purnomo saat dihubungi, Minggu (24/11/2019). 

Mendikbud Nadiem Makarim Minta Google Jadikan Indonesia Prioritas Pertama di Dunia untuk Pendidikan

Konfrontasi - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meminta Google agar menjadikan Indonesia sebagai negara prioritas pertama di dunia.

Mantan bos Gojek itu memerintahkan Google untuk bekerja sama intensif dengan pemerintah.

"Kami minta dari pihak Google bekerja sama secara intensif dengan pemerintah. Kami komitmen dukung 100 persen. Tapi tolong jangan skalanya kecil-kecil. Kalau 300, bagaimana programnya bisa sampai 300 ribu anak," kata dia di Jakarta, dikutip dari VivaNews, Sabtu, 23 November 2019.

Akibat Pidato Nadiem Makarim Disebar Sama Ganjar Pranowo

Konfrontasi - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberi perhatian khusus ke pidato Nadiem Makarim yang kadung viral, Sabtu (23/11/2019).

Pidato tersebut sejatinya merupakan isi pikiran Mendikbud Nadiem dalam bentuk kata-kata, pada upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional 2019, 25 November nanti.

"Pidato pak Mendikbud ini 2 lembar... isinya langsung pada persoalan. Kalau dibacakan dalam upacara pasti cepat selesai. Simak baik2 isinya! Apa komentarmu?," twit Ganjar di @ganjarpranowo.

Bahas Dilema Para Guru, Teks Pidato Pak Nadiem Dipuji Warganet

Konfrontasi - Menyambut hari Guru Nasional yang akan jatuh pada Senin 25 November 2019, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim sudah menyiapkan pidato khusus. Isinya tidak berisi kata-kata inspiratif dan retorik.

Mantan bos Gojek itu justru menulis kalimat, yang ia sebut berasal dari dalam hati dan apa adanya. Dalam pidatonya yang sudah lebih dulu diunggah oleh Kemendikbud, Nadiem membahas soal dilema para guru.

Puji Kehadiran Nadiem Makarim di Kabinet Indonesia Maju, Ketua MPR: Simbol Pemerintah Percaya kepada Pemuda

Konfrontasi - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mengajak pemuda berada dalam satu barisan memajukan Indonesia yang beradab dan berkeadilan. Sejarah mencatat, pemuda selalu menjadi penggerak roda sejarah. Tanpa peran aktif pemuda, Indonesia tak akan mampu berdiri tegak menyongsong pergerakan zaman.

Mendikbud Ajukan 2 Skema Gaji Guru Honorer

Konfrontasi - Pemerintah tengah menggodok skema pembiayaan gaji guru honorer lewat Dana Alokasi Umum (DAU).

Kebijakan ini menyusul dengan adanya larangan penggunaan dana BOS untuk menggaji guru honorer. Di samping untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer yang di bawah rata-rata.

Pages