18 September 2019

Mengancam

Awas, Gadget Bisa Mengancam Anak-anak Lho?

KONFRONTASI -   Di zaman digital ini, dompet boleh tertinggal di rumah. Tapi kalau lupa bawa smartphone (ponsel pintar) atau komputer tablet, dijamin pemiliknya bakal mati gaya. Kini, mulai dari pekerjaan hingga berkomunikasi, aktivitas manusia dipermudah dengan perangkat elektronik mini (gadget) yang terkoneksi dengan internet.

Ponsel pintar makin sering digenggam pemiliknya. Maka tak heran, pertumbuhan ponsel begitu meningkat tajam. Saking tajamnya, mampu mengalahkan populasi manusia hanya dalam beberapa dekade.

Pidato Yang Mengancam

Oleh: M Rizal Fadillah 

 

Pidato kemenangan Jokowi 14 Juli di Sentul  berisi visi kepemimpinan lima tahun ke depan. Normatif dan wajar dikemukakan, meski ada Ahli Hukum Tata Negara yang menanggapi baiknya isi pidato itu menjadi bahan debat sewaktu kampanye sehingga dapat dikritisi, dielaborasi atau diperdalam dalam debat. Tentu akan mencerdaskan. Meskipun demikian sebagai pandangan visioner penting juga disampaikan sebagai tolok ukur ke depan untuk pembuktian dijalankan atau tidaknya serta kewajaran jika ada hambatan dalam pelaksanaanya. 

Akibat Tekanan Usai Donald Trump Mengancam, Indeks Saham China dan Yuan Tersungkur

KONFRONTASI -  Indeks saham berjangka China tersungkur bersama dengan nilai tukar yuan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akibat tertekan kekhawatiran meredupnya prospek perjanjian perdagangan dengan AS.

Pemerintah China dikabarkan tengah mempertimbangkan menunda mengirimkan negosiator perdagangannya ke Washington pekan ini setelah Presiden Donald Trump mengancam China dengan pengenaan tarif yang lebih tajam.

Ada Apa dengan Sohibul Iman - Koq Mengancam Prabowo Subianto?

KONFRONTASI -  Proses menentukan cawapres di kubu Prabowo Subianto diwarnai perang urat saraf yang melibatkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman.Publik dikejutkan retorika politik Sohibul Iman yang menyebut Prabowo bukan Muslim taat melainkan Nasionalis Islam yang harus digandeng dalam koalisi.

Bom Bunuh Diri Masih Mengancam

KONFRONTASI -  Pelaku rangkaian aksi teror bom di Surabaya, Minggu dan Senin (13-14 Mei 2014) dipastikan menggunakan bahan peledak berdaya ledak tinggi (hi-explosive). Itu terlihat dari tidak terlalu besarnya volume paket bom, sehingga bisa dibawa dengan mudah oleh perempuan, seperti yang dilakukan Puji Kuswati dan meledak di Gereja Kristen Indonesia Jalan Diponegoro, Surabaya.