19 January 2020

Melayu

Idul Fitri: Pemuda Patani Bangkit Kampanye “Cinta Baju Melayu”

KONFRONTASI - Pada hari Raya Idul Fitri tahun ini, tampaknya warga masyarakat Patani (Thailand Selatan) baik penduduk yang tinggal di Desa maupun kota sama-sama untuk mengankan ciri khas budaya tempatan. Hal demikian juga telah diperkenalkan oleh seorang pemuda sebagai ketua proyek kampanye “Cinta Baju Melayu”, Muhammad Rusdi Syeik Harun, ketua Proyek Kampenye mengatakan dia telah memperkenalkan sudah 4 tahun tentang kampanye mengajak warga masyarakat untuk mengenakan budaya Melayu khususnya pada hari kebesaran.

Penggunaan Bahasa Melayu di Brunei Mulai Memudar

KONFRONTASI-Daya tarik Bahasa Melayu di Brunei memudar, menurut hasil penelitian terbaru Biro Bahasa dan Sastra Brunei (DBP). 

Hasil penelitian menunjukkan hanya 50,5 persen masyarakat di kesultanan itu berkomunikasi menggunakan Bahasa Melayu di rumah. 

Dr Mahatir Muhammad Bangkitkan Ekonomi Kaum Pribumi Melayu di Malaysia, Bagaimana Indonesia?

Oleh: 

 

Ekspansi China yang ugal-ugalan di tanah air sungguh sangat memprihatinkan. Dari segala aspek perekonomian nasional, saat ini sudah dikuasai China. Bahkan menurut Yusril Ihza Mahendra, 0,2% warga keturunan menguasai 75% tanah di Indonesia.

Lebih dari itu, 1,2% warga keturunan di Indonesia menguasai 85% kue ekonomi di Indonesia. Terjadi ketimpangan yang sangat besar, tentu ada kesalahan manajemen pembagian kesejahteraan ekonomi di tanah air. Mengapa hal ini sampai terjadi?

Kilas Sejarah: Singapura, Negeri Melayu yang Terampas

KONFRONTASI-Sejarah Singapura tak bisa dilepaskan dari peranan Inggris. Tokoh dari Inggris yang disebut-sebut sebagai penggagas berdirinya kota pelabuhan Singapura adalah Thomas Stamford Raffles. Dia berkunjung ke Singapura pada 1819, lalu menjadikan kota itu sebagai wilayah koloni kerajaan Inggris di Asia.

Sebelum dikontrol oleh Inggris, Singapura ini didiami oleh para nelayan setempat, para bajak laut, dan kemudian menjadi bagian dari kekaisaran kerajaan Sriwijaya, Sumatera. Singapura merupakan wilayah kota perdagangan tersibuk ketika itu.

Danang-Lesti Promosikan Singel di 3 Negara

Konfrontasi - Berhasil meraih juara satu dan juara dua di Dangdut Academy Asia (D'Academy Asia), Danang dan Lesti mendapat kesempatan untuk membawakan sebuah lagu karya dari Pak Ngah, komposer dan arranger asal Malaysia.

Nama Pak Ngah atau Suhaimi Mohd Zain di belantika musik Melayu juga sudah tak asing lagi, wajahnya bahkan belakangan ini sering menghiasi layar kaca Indonesia sebagai salah satu juri D'Academy Asia.

Budayawan Melayu Tuntut Effendi Simbolon Minta Maaf

KONFRONTASI-Reaksi keras muncul atas pernyataan Effendi Simbolon mengaitkan sikap tiga partai politik asal Koalisi Merah Putih (KMP) yang berubah haluan mendukung pemerintahan Jokowi-JK dengan budaya Melayu.

Masyarakat Melayu di Kepulauan Riau merasa kesal. Pasalnya, pernyataan politikus PDIP itu menyiratkan demokrasi ala Melayu menjadi berkonotasi negatif.

Budayawan Kepulauan Riau, Husnizar Hood menganggap pernyataan Effendi sebagai sebuah pelecehan tak mendasar. Analogi yang digunakan juga tidak mencerminkan realitas sebenarnya.

Rais Yatim Ingatkan Bangsa Melayu Jangan Sampai Diglobalisasikan

Konfrontasi - Penasehat Sosio dan Kebudayaan Kerajaan Malaysia Yang Berbahagia Tan Sri Dr Rais Yatim mengingatkan agar Bangsa Melayu di Indonesia dan Malaysia untuk mempertahankan nilai-nilai budaya bangsa agar jangan sampai diglobalisasikan oleh derasnya arus globalisasi saat ini.

Pusat Kuliner Khas Melayu Segera Berdiri di Medan

KONFRONTASI-Kota Medan segera memiliki pusat kuliner yang menjual aneka makanan dan minuman khas Melayu, sekaligus sebagai salah satu upaya untuk melestarikan budaya dan meningkatkan perekonomian masyarakat Melayu.

"Rencananya, pusat kuliner ini akan dibangun di Jalan Brigjen Katamso Medan yang letaknya tidak jauh dari Istana Maimun," kata Ketua Lembaga Konsorsium Melayu Bersatu (LKMB) Dr Isa Indrawan di Balai Kota Medan, Kamis.

Selain pusat kuliner, tempat itu nantinya juga akan dijadikan sebagai lokasi berkumpulnya masyarakat Melayu khususnya yang ada di Kota Medan.

Beragam Seni Melayu Ramaikan Festival Bandar Senapelan

KONFRONTASI-Untuk pertama kalinya Festival Bandar Senapelan digelar di Kota Pekanbaru, pada Sabtu (1/11) yang berlokasi persis di pinggir Sungai Siak, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, Riau.

"Festival ini pertama kali di gelar, dan bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta kepada kesenian dan budaya Melayu Riau. Selain itu, festival ini juga bertujuan untuk menarik wisatawan berkunjung ke Kota Pekanbaru," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar), Hermanius di tempat, Sabtu.