18 February 2018

Megawati

SBY Merasa Diadu Domba dengan Jokowi dan Megawati

KONFRONTASI-Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan ada pihak ingin membenturkan dirinya dengan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Upaya adu domba ini beredar luas melalui pesan di WhatsApp.

Menurut SBY, saat ini beredar akun twitter atas namanya yang dipalsukan, sama seperti tahun 2017 lalu. Namun sekarang sengaja diedarkan di WhatsApp grup. Kalau dulu melalui twitter.

Megawati Usung Djarot untuk Maju di Pilgub Sumut

KONFRONTASI-PDI Perjuangan telah mengumumkan nama para calon gubernur yang akan diusung untuk pilkada di Provinsi Maluku Utara, NTB, Lampung dan Papua. Pengumumannya dilakukan secara bersamaan di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/1).

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri hadir langsung pada pengumuman itu. Mega juga mengumumkan sendiri jagonya untuk Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut).

Golkar Beri Sambutan Meriah kepada Megawati

JAKARTA- Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar, Senin (18/12/2017) malam, di Jakarta Convention Center (JCC).

Kehadiran Megawati mendapatkan sambutan meriah dari para kader Golkar.

Bahkan, Ketua Penyelenggara Munaslub, Nurdin Halid memuji Presiden Jokowi dan tamu undangan, temasuk Megawati, karena tidak duduk saat pembacaan ikrar Partai Golkar.

Baca juga: Jokowi-JK Hadiri Pembukaan Munaslub Golkar

Jokowi Mimpi Buruk: Takut Gagal Nyapres 2019 kalau JK Kuasai Golkar. PDIP Tidak Jamin Capreskan Jokowi, Kenapa?

KONFRONTASI- Para pengamat dan aktivis memperingatkan bahwa  Joko Widodo belum tentu dicapreskan PDIP kalau tak ada kecocokan dan kompromi dengan PDI Perjuangan pada Pilpres 2019. PDIP selama ini sudah kecewa dengan Jokowi yang gagal mengemban Nawa Cita dan Triakti serta hanya menghasilkan Kabinet Transaksional yang gagal memenuhi  aspirasi rakyat kecil di negeri ini.

Bagaimana bisa demikian? Menurut pengamat ekonomi Salamuddin Daeng, ada beberapa fakta yang membuat  Megawati Soekarnoputeri dan para elite  PDIP dan para elite Parpol lain kecewa yakni :

Isu SARA dan Profil Kyai Ali Salim Pelapor Megawati ke Polda Jatim

KONFRONTASI- Ulama asal Pamekasan, Madura, KH Moh Ali Salim Syaifuddin melaporkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur, Rabu (8/11/2017).

Laporan tersebut berkenaan degan pidato Mantan Presiden RI yang disampaikan saat HUT ke-44 PDI  Perjuangan. Megawati diduga melanggar Pasal 156 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)..

Megawati Minta Kader PDIP Belajar dari Kekalahan di Banten

KONFRONTASI-Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta para kader dan pengurus DPD PDI Perjuangan (PDIP) Banten belajar dari kekalahan Pilgub Banten 2017, karena ketidak-kompakan kader dan pengurusnya.

Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) DPP PDIP Ahmad Basarah di Serang, Rabu mengatakan, arahan Ketua Umum DPP PDIP dalam rapat tertutup bersama pengurus DPD PDIP Banten, adalah meminta agar kader dan pengurus PDI P Banten menjaga kekompakan dan soliditas serta tidak mengulang kesalahan pada Pilgub Banten yang lalu, karena kekalahan kader yang diusung PDIP dalam pilgub Banten tersebut.

"Ibu Mega mengajak bahkan menginstruksikan kepada para kader agar tidak mengulangi kesalahan dalam Pilgub Banten kemarin," kata Ahmad Basarah seusai mendampingi Megawati Soekarnoputri melantik ketua dan pengurus DPD PDI P Banten serta memberikan arahan kepada para kader partai.

Menurut Basarah, kekalahan dalam Pilgub Banten kemarin salah satu faktornya karena ketidak solidan dan kekompakan kader PDI P di Banten. Sehingga, kata dia, Ketua Umum DPP PDI P mengajak para kader agar belajar dari kesalahan Pilgub Banten kemarin, yaitu dengan mulai membangun kekompakan soliditas yang dibebankan kepada pengurus DPD PDIP Banten.

"Pak Asep (Ketua DPD PDI P Banten) dan Pak Ananta (Sekretaris) diberi tanggung jawab untuk menjaga kekompakan dan persatuan di dalam tubuh partai di Provinsi Banten ini," kata Basarah yang sebelumnya menjabat Plt Ketua DPD PDIP Banten.

"Kata Ibu Mega, soliditas dan kekompakan adalah 50 persen plus satu kemenangan. tetapi perpecahan dalam tubuh partai, itu sudah separuh kekalahan," Basarah menambahkan.

Basarah juga mengaku optimistis dalam menghadapi Pilkada serentak 2018 di empat daerah di Banten, calon yang diusung PDIP akan menang. Empat daerah tersebut yakni Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Serang.

"Kita menargetkan empat-empatnya kita menang," kata Basarah.

Tak Digelarnya Sidang Paripurna Anies dan Sandi, Ada Perintah Megawati?

KONFRONTASI -  Tak kunjung digelarnya paripurna istimewa penyambutan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI baru, Anies Baswedan-Sandiaga Uno dinilai mustahil jika tidak ada campur tangan Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri.

Koordinator Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I), Tom Pasaribu, mengatakan, sikap ngotot Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi menolak melaksanakan sidang paripurna tidak mungkin berdiri sendiri.

Tetapi, pasti sudah melalui kalkulasi meja besar Partai Banteng.

Presiden Jokowi dan Megawati Sudah Pakai Istilah ''Pribumi'' sebelum Anies Baswedan

KONFRONTASI- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bukan pejabat yang kali pertama menggunakan kata pribumi dalam berpidato. Presiden Jokowi dan mantan Presiden Megawati sudah melontarkan kata ''pribumi'' dalam pidato mereka, ungkap Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid

Tak Hanya Anies, Megawati Saat Pidato Juga Gunakan Kata "Pribumi"

KONFRONTASI-Gerakan Pancasila bersama organisasi sayap PDI-Perjuangan, Banteng Muda Indonesia (BMI), mempersoalkan pidato Anies Baswedan yang menggunakan istilah kata 'pribumi'. Anies sendiri menegaskan, penggunaan kata 'pribumi' dimaksud adalah dalam konteks masa penjajahan dan tidak mendiskriminasikan satu golongan mana pun. "Istilah itu digunakan untuk konteks pada saat era penjajahan," kata dia di Balai Kota DKI, Selasa (17/10/2017).

Eko Ditangkap Polisi Gara-gara Unggah Foto Tak Senonoh Jokowi-Megawati

KONFRONTASI-Satuan Tugas (Satgas) Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang satpam bernama Eko Prabowo (35). Ia ditnagkap karena mengedit foto Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto mengungkapkan bahwa foto seronok itu sudah diupload di Akun Facebook sejak tahun 2016 lalu.

Pages

Berita Terkait