19 February 2017

Megawati

Pilkada Serentak, Megawati Hanya Minta Jangan ada Intimidasi dan Politik Uang

KONFRONTASI - Jangan ada intimidasi dan politik uang dalam perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 15 Februari 2017 mendatang. "Saya hanya meminta pilkada ini dijalankan dengan baik, jangan ada intimidasi dan politik uang sehingga kedewasaan kita untuk kemajuan bangsa semakin hari semakin baik," kata Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri  di Pangkalpinang, Kamis.

Untuk itu, ia berharap semua pihak terkait yang mengemban tugas menyukseskan Pilkada 2017 dapat bekerja semaksimal mungkin, sehingga pesta demokrasi ini berjalan aman dan lancar.

Ternyata, Gus Dur yang jadikan Banten Provinsi, Bukan Megawati Soekarnoputri

KONFRONTASI- Ternyata, Gus Dur yang jadikan Banten Provinsi, Bukan Megawati. Itulah faktanya. .

Salah satu pernyataan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, saat jadi juru kampanye nasional pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarief di Sunbrust, Tangsel, pada Sabtu kemarin (4/2) menjadi perbincangan di media sosial, Twitter.

Para netizen mengkritik klaim Presiden ke-5 tersebut yang diberitakan media, bahwa dia yang menandatangani pembentukan Provinsi Banten.

Habib Rizeq Tersangka, Umat Islam Minta Megawati Juga Tersangka, kata Dosen Muhammadiyah

MEDAN- Dosen dan Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Shohibul Anshor Siregar mengungkapkan ada beberapa gesekan keras bakal terkajadi paska Imam Besar FPI Habib Rizieq ditetapkan sebagai tersangka.

Siapa yang Larang Presiden Jokowi Bertemu SBY?

JAKARTA-Presiden keenam RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, ada pihak yang melarang Presiden Joko Widodo untuk bertemu dengannya. Siapakah dia? Para analis menduga Megawati Soekarnoiputeri. ''Patut diduga  Megawati karena dia  salah satu senior yang bisa mengatur Jokowi, bisa juga sosok lain'' kata Fathor Rasi MA, pemerhati politik dan aktivis LSM.

 

Pihak tersebut, kata SBY, adalah orang-orang yang berada di lingkaran Presiden.

Ayo, Rebut Jakarta dan Kalahkan Kongsi Pemecah Belah Bangsa

KONFRONTASI - Koordinator Perjuangan Kekuatan Rakyat Yudi Syamhudi Suyuti, Rabu (1/2), mengatakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Presiden Joko Widodo, dan Gubernur (nonaktif) DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merupakan kongsi pemecah belah bangsa saat ini. Trio politik tersebut sangat berbahaya untuk rakyat Indonesia.

"Ketiganya terang-terangan memusuhi Islam. Ketiganya berkongsi memberikan aset-aset negara yang milik rakyat kepada China," serunya.

Soal Kasus Megawati, Begini Komentar Mantan Sekjen PDI Perjuangan

KONFRONTASI - Pelapor Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait dugaan penodaan agama, perlu membaca isi pidato putri kedua Soekarno itu dengan lengkap.

Demikian dikatakan Politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo di Ancol, Jakarta, Rabu.

"Mengikuti sebuah pidato itu harus utuh, tidak bisa sepotong. Tidak bisa hanya membaca koran sepenggal, media kan tidak menulis utuh, hanya sepotong," kata Tjahjo

Megawati Dipolisikan, PDIP Siap Beri Pembelaan

KONFRONTASI-Sejumlah pihak telah melaporkan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, ke kepolisian terkait dugaan penistaan agama yang dilakukannya saat memberikan pidato di Sumatera beberapa waktu lalu.

Pelaporan itu buntut dari perintah petinggi FPI, Rizieq Shihab, yang berpesan kepada pengikutnya untuk ramai-ramai melaporkan Megawati setelah pemeriksaan di Polda Senin lalu.

Giliran FPI Minta Polri Periksa Megawati Terkait Kasus Dugaan Penistaan Agama

KONFRONTASI - Polri diharapkan segera menindakanjuti pelaporan terhadap Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri atas dugaan penodaan. "Polri tidak boleh tebang pilih dalam mengusut laporan. Polri wajib memeriksa Megawati. Di Indonesia tidak ada yang kebal hukum," kata Sekjen Dewan Syuro DPD FPI Jakarta, Habib Novel Bamukmin.

Novel juga mengharapkan Polri tidak diskriminasi dalam proses hukum kasus yang menjerat presiden RI ke-5 tersebut.

"Polri harus bekerja profesional," ujar Novel seperti diberitakan RMOLJakarta.Com.

Ditanya Kasus Megawati, Ini Reaksi Kapolri

KONFRONTASI - Ditanya soal laporan dugaan penodaan agama terhadap Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Kapolri Jenderal Tito Karnavian hanya mengutarakan prosedur yang harus ditempuh anak buahnya mulai dari penyelidikan hingga penyidikan.

"Setiap laporan pasti kita akan lakukan langkah, namanya penyelidikan. Yaitu upaya dan kegiatan yang dilakukan oleh kepolisian untuk mencari dan menemukan apakah suatu peristiwa adalah pidana atau bukan," terang Tito di STIK, Rabu (25/1) pagi.

Soal Kasus Megawati, Kapolri: Kami Pasti akan Lakukan Penyelidikan

KONFRONTASI-Pihak kepolisian memastikan akan memproses dugaan penodaan agama yang menjerat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Kami setiap laporan pasti akan lakukan langkah penyelidikan. Penyelidikan upaya yang dilakukan oleh kepolisian untuk mencari dan menemukan apakah suatu peristiwa adalah pidana atau bukan," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/1).

Pages