22 November 2019

Marciano Norman

Suram dan Sulit, Prospek Moeldoko dan Marciano Norman gantikan Menko Polhukam Tedjo Edhy

KONFRONTASI- Suram dan sangat sulit bagi  Moeldoko dan Marciano Norman menjadi Menkopolhukam karena Penglima TNI G Nurmantyo nampaknya sudah melakukan mutasi perwira TNI dalam rangka konsolidasi dan merontokkan kekuatan Moeldoko serta menepis prospek Moeldoko maupun Marciano untuk masuk kabinet. Selain itu, kubu PDIP/KIH belum tentu mau menerima Marciano atau Moeldoko yang dicap orangnya SBY.

Jokowi Terancam People Power, Moeldoko dan Marciano Pantas Gantikan Menteri Tedjo

KONFRONTASI - Dosen Universitas Pertahanan (Unhan), Muhammad Dahrin La Ode menilai mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dan mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman layak untuk menggantikan posisi Tedjo Edhy Purdijatno sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) jika memang benar-benar direshuffle Presiden Jokowi nanti. Pasalnya, Moeldoko dan Marciano berlatar belakang Angkatan Darat (AD), dan melihat dari ancaman people power, maka sudah tepat dua nama tersebut menggatikan Menteri Tedjo

Komisi I DPR Apresiasi Kinerja Kepala BIN Marciano Norman

Konfrontasi - Komisi I DPR RI mengapresiasi atau memberikan penghargaan atas kinerja Badan Intelijen Negara dibawah kepemimpinan Letjen TNI (Purn) Marciano Norman karena telah memberikan perhatian serius peningkatan kualitas sumber daya manusian intelijen.

"Mempertimbangkan Raker terakhir BIN, maka Komisi I DPR RI memberi apresiasi tinggi kepada Pak Marciano atas capaiannya dan bisa menjadi masukan bagi Kepala BIN yang baru," kata Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq di Ruang Rapat Komisi I DPR di Jakarta, Senin (15/6).

Ogah Komentar Sutiyoso Terlibat 'Kudatuli', Marciano Pilih Bisu

KONFRONTASI - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Letnan Jenderal (Purnawirawan) Marciano Norman tidak mau berkomentar terkait tudingan Sutiyoso terlibat kasus kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli). Saat kerusuhan yang terjadi di kantor PDI, Sutiyoso yang berpangkat Mayjen menjabat sebagai Pangdam Jaya.

"Saya tidak memberikan komentar tentang itu. Saya rasa semua itu sudah melalui pertimbangan yang matang," ungkap Marciano di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/6).

BIN Terus Cari WNI yang Jadi Algojo ISIS

KONFRONTASI-Badan Intelijen Negara masih mencari warga Indonesia orang yang diduga menjadi eksekutor ISIS. Kepala BIN Marciano Norman sedang memastikan apakah video ISIS yang menunjukkan seorang WNI yang berperan seperti algojo.

"Sudah saya lihat. Kami sedang mendalaminya siapa dia," kata Marciano di Kantor Kepresidenan, Rabu 18 Maret 2015.

Selain mendalami eksekutor WNI, BIN juga meneliti soal video anak-anak Berbahasa Indonesia yang berlatih memegang senjata di kamp ISIS.

BIN Minta Australia Beri Dukungan Keamanan KJRI

Konfrontasi - Kepala Badan Intelijen Negara Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman meminta Australia mencari pelaku pelemparan dan memberikan dukungan keamanan terhadap Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sydney.

"Kami meminta, baik BIN Australia dan kepolisiannya, mencari pelaku dan memberikan dukungan keamanan ke KJRI," katanya usai mengikuti rapat kabinet di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (4/3).

Menurut dia, dengan adanya pelemparan tersebut, seharusnya otoritas keamanan Australia memberikan keamanan yang berlebih.

BIN Pastikan Pelantikan Ahok Gubernur Tidak Rusuh

KONFRONTASI - Pelantikan ahok sapaan Basuki Tjahaja Purnama diapstikan aman pada 18 November 2014 mendatang. Pasalnya instansi keamanan juga akan mempersiapkan diri untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Demikian disampaikan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/11).

“Saya rasa akan berjalan baik yah. Sampai saat ini saya rasa kesiapan Polda Metro Jaya, kesiapan Kodam Jaya di dalam mengelola situasi keamanan ini cukup baik,” kata Marciano

Pelantikan Jokowi-JK, Kepala BIN Ingatkan Pimpinan MPR

KONFRONTASI - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman mengatakan belum ada upaya penjegalan terhadap prosesi pengambilan sumpah Jokowi sebagai  presiden RI ketujuh.

Menurut Marciano, pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak yang akan turun ke jalan untuk memaknai tanggal 20 Oktober 2014 sebagai hari bersejarah bangsa menyambut presiden baru dengan damai.