19 March 2019

Malaysia

Alamak, Transgender Ini Menari Bugil di Tengah Jalan

KONFRONTASI-Seseorang wanita transgender membuat heboh di jalan-jalan yang macet di sepanjang Jalan Imbi, dekat Bukit Bintang, Malaysia. Dia naik ke atap mobil dan menari dengan gerakan cabul.

Wanita transgender itu diyakini merupakan warga Filipina berusia 30-an tahun. Aksinya direkam para pengguna jalan dan videonya viral di media sosial.

Kejadian itu berlangsung hari Rabu sekitar pukul 11.15 waktu setempat.

Mahathir Tegaskan Aisyah Dibebaskan Karena Tidak Bersalah, Bukan Karena Lobi Pemerintah RI

KONFRONTASI-Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menegaskan bahwa bebasnya Siti Aisyah, telah sesuai dengan aturan hukum dan putusan pengadilan di negaranya.

Pernyataan ini sekaligus menepis klaim pemerintah Indonesia soal ada lobi diplomatik terkait pembebasan Siti Aisyah yang didakwa melakukan pembunuhan.

“Saya tidak menerima indivasi (lobi dari Indonesia), Keputusan ini dibuat di pengadilan,” kata Mahathir menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (12/3).

Hina Nabi Muhammad di Medsos, Warga Malaysia Diganjar 10 Tahun Penjara

KONFRONTASI-Seorang warga Malaysia dijatuhi hukuman penjara selama lebih 10 tahun dan tiga orang lainnya didakwa menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW di media sosial, kata kepolisian pada Sabtu.

Berdasarkan catatan yang ada, hukuman yang diberlakukan tersebut diyakini paling berat di negara mayoritas berpenduduk pemeluk Islam itu. Kekhawatiran atas ketegangan rasial dan agama telah merebak dalam bulan-bulan belakangan ini.

Polisi Diraja Malaysia Terima 929 Aduan Terkait Penghinaan Nabi Muhammad

KONFRONTASI-Polisi Diraja Malaysia (PDRM) telah menerima 929 laporan dari seluruh negara bagian dan melakukan 16 penyelidikan terkait penghinaan Agama Islam dan Nabi Muhammad SAW.

"Tindakan telah diambil terhadap empat pelaku yang sudah teridentifikasi," kata Kepala PDRM, Irjen Pol Mohamad Fuzi Harun kepada media di Kuala Lumpur, Rabu.

Mahathir Ingatkan Negara-negara ASEAN Waspadai Intervensi Asing

KONFRONTASI-Negara-negara Asia Tenggara harus waspada terhadap keterlibatan negara-negara besar, karena campur tangan seperti itu dapat memicu konflik dan mengarah pada perlombaan senjata. Peringatan itu disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Menjadikan konflik Timur Tengah sebagai contoh, Mahathir mengatakan jika kekuatan besar diizinkan melakukan intervensi di Asia Tenggara, setiap negara akan menghadapi tekanan untuk menyimpan senjata dan saling bertarung.

Sultan Johor Murka Ada Menteri Sampaikan Pidato Politik di Masjid

KONFRONTASI-Seorang sultan di Malaysia marah setelah seorang politisi yang juga menjabat sebagai menteri melakukan pidato politik di dalam sebuah masjid di wilayahnya. Sultan Johor Ibrahim Ibni Almarhum Sultan Iskandar menegaskan bahwa aturan di wilayahnya melarang masjid jadi tempat untuk kegiatan politik.

Sultan Ibrahim memperingatkan bahwa peraturan tersebut berlaku untuk semua masjid di negara bagian Malaysia itu. Menurutnya, area di dalam maupun di sekitar bangunan masjid adalah lokasi terlarang untuk kegiatan politik kecuali mendapat persetujuan dari Dewan Agama Islam Johor (MAINJ).

Sang Sultan tidak menyebut nama dalam melontarkan kemarahannya. Namun, media setempat melaporkan politisi yang melakukan pidato politik di dalam masjid tersebut adalah Datuk Salahuddin Ayub. Dia adalah wakil presiden Parti Amanah Negara yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian dan Agro.

Mengutip The Star, Minggu (17/2/2019), ada video yang menunjukkan politisi tersebut melakukan pidato politik di dalam masjid di Johor. Video berdurasi 45 detik menunjukkan politisi tersebut berpidato politik kepada jemaah sebelum salat Jumat pada 15 Februari 2019.

Sultan Ibrahim mengatakan pemimpin politik terkait harus mencari audiensi dengannya dan mengajukan permintaan maaf tertulis dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan.

"Semua masjid di negara bagian (Johor) adalah daerah terlarang untuk politik sejak lama. Ini adalah tradisi di Johor," katanya.

"Itu adalah tempat ibadah dan untuk menyatukan umat. Segala jenis politik hanya akan membawa perpecahan, memengaruhi kesucian masjid dan kerukunan masyarakat," imbuh Sultan Ibrahim dalam sebuah pernyataan yang di-posting di halaman Facebook-nya, Sabtu, 16 Februari 2019.

Ini Kata Polisi Soal Hubungan Nuryanto dan Ai Munawaroh yang Tewas Dimutilasi di Malaysia

KONFRONTASI -  Bos tekstil asal Kabupaten Bandung Ujang Nuryanto (37) ditemukan tewas dimutilasi di Malaysia. Selain Nuryanto, wanita yang bersamanya ke Malaysia, Ai Munawaroh juga diduga kuat jadi korban pembunuhan. Apa hubungan keduanya?

"Ada hubungan lah, ada connect," ucap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (15/2/2019).

Saat ditanya lebih lanjut terkait hubungannya apakah atasan dan bawahan atau sepasang suami istri, Iqbal belum mau membuka lebih jelas. 

Tersangka Pelaku Mutilasi WNI di Malaysia Berasal dari Pakistan

Konfrontasi - Kepolisian Diraja Malaysia dengan tuduhan melakukan pembunuhan terhadap dua Warga Negara Indonesia (WNI). Sementara itu, satu tersangka masih dalam pencarian.

“Sudah diidentifikasi bahwa tersangka adalah warga negara Pakistan. Untuk motif pembunuhan, masih didalami oleh Kepolisian Malaysia,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir di Jakarta, Jumat 15 Februari 2019.

Rakyat Malaysia Donasikan Rp695 Miliar untuk Bantu Bayar Utang Negara

KONFRONTASI-Setelah delapan bulan diluncurkan, sistem donasi yang dibuka oleh pemerintah Malaysia kepada rakyatnya untuk membantu membayar utang negara resmi ditutup.

Donasi bernama Tabung Harapan Malaysia itu resmi ditutup pada 14 Januari lalu, dengan jumlah donasi 202.716.775,10 ringgit, atau Rp 695,4 miliar.

Menteri Keuangan Lim Guan Eng dikutip The Star via Asia One Jumat (8/2/2019) berkata, uang yang terkumpul setelah donasi ditutup bakal dikembalikan.

Evenesis, Start up Asal Malaysia Jajal Pasar Indonesia

Konfrontasi - Evenesis, brand kreasi perusahaan start up Malaysia, yaitu Y US Sdn Bhd siap meramaikan layanan berbasis teknologi informasi di Indonesia.

Start up ini telah beroperasi sejak tahun 2010 di Malaysia dan dikenal sebagai pelopor sistem manajemen event secara digital.

Pages