21 August 2019

Malaysia

Zakir Naik Akhirnya Minta Maaf atas Pernyataannya yang Dianggap Rasis

KONFRONTASI-Setelah diperiksa selama kurang lebih 10 jam, dai kondang asal India, Zakir Naik akhirnya meminta maaf atas pernyataannya yang dianggap rasial.

Dilansir dari laman free malaysia today, Selasa, 20 Agustus 2019, Zakir Naik. Ia menyebut ingin selalu menjadi orang yang menciptakan perdamaian. 

"Sangat menyedihkan bagi saya melihat peristiwa ini dan menyebabkan banyak non-Muslim menganggap saya sebagai rasis," kata dia.

Besok, Surat Kabar "Utusan Malaysia" Tak Lagi Terbit

KONFRONTASI-Utusan Malaysia, salah satu koran tertua di Malaysia, berhenti terbit Rabu (21/8/2019) besok. Musababnya, perusahaan surat kabar itu mengalami kesulitan keuangan.

Presiden Persatuan Jurnalis Nasional Malaysia (NUJM) Taufik Razak, yang juga merupakan anggota staf di publikasi tersebut, mengatakan kepada Malay Mail perihal berhentinya operasi surat kabar Utusan Malaysia.

"Kami akan bekerja, hari terakhir kami adalah hari Rabu. Setelah itu, kita akan tutup. Tidak ada lagi operasi," kata Taufik, yang juga ketua NUJ Utusan.

Malaysia Larang Zakir Naik Ceramah di 7 Negara Bagian

KONFRONTASI-Zakir Naik telah dilarang ceramah agama di depan umum di Negara Bagian Melaka. Wilayah itu menjadi negara bagian ketujuh di Malaysia yang melarang penceramah asal India itu berceramah.

Larangan di Melaka disampaikan Kepala Menteri setempat, Adly Zahari. Menurutnya, pemerintah negara bagian ingin menghindari masalah apa pun yang bisa membuat hubungan antarras semakin parah.

Mahathir Sebut Zakir Naik Mainkan Politik Rasial

KONFRONTASI-Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, mengomentari polemik yang dipicu ulama kontroversial asal India, Zakir Naik. Disebutkan Mahathir bahwa 'cukup jelas' Zakir Naik berupaya menghasut kebencian ras di Malaysia melalui komentar-komentarnya.

Kabinet Malaysia akan Bahas Izin Tinggal Permanen Zakir Naik

KONFRONTASI -   Kabinet Malaysia akan membahas izin tinggal permanen pendakwah Zakir Naik. Hal ini diungkapkan salah satu menteri Malaysia yang yakin Naik harus dipulangkan ke India untuk menghadapi tuntutan pencucian uang dan ujaran kebencian.

Baru-baru ini, Naik yang kini sudah tinggal tiga tahun di Malaysia mendapat hujan kritikan. Ia mengatakan pemeluk agama Hindu di Asia Tenggara memiliki hak 100 kali lebih baik dibandingkan minoritas Muslim di India dan terkadang mereka lebih percaya Pemerintah India dibandingkan Malaysia.

Piala AFF U-15 2019: Singkirkan Vietnam, Malaysia Lolos ke Final

KONFRONTASI - Tim Nasional (Timnas) Malaysia U-15 pada laga Semifinal Piala AFF 2019, Rabu (7/8/2019) sore WIB menang melawan Vietnam. Pasukan Harimau Malaya muda sukses menaklukkan Vietnam 3-1 pada laga yang berlangsung di Stadion IPE Chonburi, Thailand, guna melangkah ke partai puncak.

Walah, Politikus Malaysia Ini Usulkan UU Perlindungan Pria dari Godaan Wanita

KONFRONTASI-Seorang politikus Malaysia mengusulkan pembuatan sebuah undang-undang (UU) untuk melindungi pria dari godaan wanita. Menurutnya, pria melakukan kejahatan seks karena tergoda oleh tindakan dan pakaian wanita.

Usulan kontroversial ini disampaikan Mohamad Imran Abd Hamid, seorang anggota parlemen dari Partai Keadilan Rakyat (PKR)—partai berkuasa di Malaysia.

"Saya mengusulkan UU Pelecehan Seksual untuk melindungi pria," katanya kepada Dewan Negara atau Parlemen setempat seperti dikutip Malaysiakini.

Sergap Mobil di Jalan, Pria Bawa 38 Kg Sabu Asal Malaysia di Kaltara Dibekuk

Konfrontasi - Tim gabungan BNN Provinsi Kalimantan Utara, Bea Cukai Tarakan, Polres Tarakan, dan juga Polres Bulungan, menyergap mobil yang membawa sabu asal Malaysia, pagi tadi. Petugas menyita lebih 30 kilogram sabu asal Malaysia, dan menangkap 1 tersangka.

Keterangan diperoleh, penangkapan dilakukan sekira pukul 07.45 WITA pagi tadi. Tim gabungan sebelumnya mengendus pengiriman sabu dalam jumlah besar dari negeri jiran Malaysia.

Malaysia seizes $240m from Chinese company over delayed project

KONFRONTASI -  The Malaysian government has seized roughly 1 billion ringgit ($243 million) in assets held by a state-backed Chinese company, citing a botched public works project for which the corporation was paid under the previous administration.

The money was taken from a unit of China National Petroleum Corp. that had been selected for an oil and gas pipeline project planned for the island of Borneo and the Malay Peninsula.

Indonesia, Malaysia dan Thailand Perkuat Kerja Sama Pasar Kerja Online

KONFRONTASI - Kementerian Ketenagakerjaan berharap kerja sama saling menukar sistem informasi pasar kerja secara kerja secara online antara tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand dapat meningkatkan tenaga kerja kompetitif, meningkatkan mobilitas tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi pasar kerja dalam memperkuat konektivitas tenaga kerja.

Pages