20 April 2018

Mahfud MD

Mahfud: Pilkada Seperti Peternakan Koruptor

KONFRONTASI-Pakar hukum Mahfud MD mengatakan bahwa pemilihan kepala daerah seperti peternakan koruptor karena banyak kepala daerah yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi lantaran diduga terlibat korupsi.

"Pilkada seperti peternakan koruptor. Kira-kira koruptor baru mau lahir, seperti dibudidayakan," ujar dia dalam kuliah umum di Para Syndicate, Jakarta, Kamis.

Menurut dia, kini tidak sedikit orang yang menghindar dari tuduhan korupsi dan menjadikan hukum sebagai alat untuk mengelak, meskipun sudah jelas publik melihatnya.

Hukum dinilainya sudah lepas dari asal mula tujuannya dan kini hukum bisa dibeli di mana-mana.

Hilangnya budaya adiluhung pun menjadi masalah, kata dia, orang Indonesia sekarang mulai tidak takut sanksi moral, yang ditakuti hanya sanksi hukum.

Ia mengatakan saat ini Indonesia belum mampu melahirkan pemimpin yang tegas dalam menegakkan keadilan.

Pemimpin di Indonesia, tutur Mahfud MD, tidak hanya presiden, melainkan juga anggota DPR, DPRD, gubernur dan bupati.

"Saya katakan kalau kita mau menjaga negara berbasis nasionalisme, pertama tegakkan keadilan tanpa pandang bulu," ucap Mahfud MD.

Mahfud MD Tak Tertarik Dengarkan Puisi Sukmawati

KONFRONTASI - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD enggan berkomentar banyak terkait puisi 'Ibu Indonesia' karya Sukmawati Soekarnoputri yang ia bacakan dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018.

Mahfud menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian karena sudah ada yang melaporkan."Kan sudah dilaporkan ke polisi. Ya silakan saja diproses," kata Mahfud di PTIK, Jakarta Selatan, Rabu, 4 April 2018

Soal Indonesia Bubar 2030, Mahfud: Jangan Kacaukan NKRI dengan Pesimisme

KONFRONTASI-Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD mengungkapkan dirinya sudah lama tak sepaham dengan pandangan Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra.

Seperti diketahui baru-baru ini pidato Prabowo mengenai prediksi Indonesia bubar pada tahun 2030 menjadi bahan perbincangan dan kontroversi.

Tak sepaham dengan Prabowo, Mahfud menuliskan bahwa Indonesia justru bisa masuk 7 besar kekuatan ekonomi.

Menurut Guru Besar UII tersebut, pandangan pesimistis harus dibantah.

“Bg sy soal kelangsungan dan takkan bubarnya Indonesia itu soal prinsip. Pandangan2 yg pesimistis hrs dibantah.

Kalau alasannya soal ilmiah, ada hasil studi McKensey dan PWC bhw thn 2030 Indonesia masuk 7 besar kekuatan ekonomi.

Tp kalau maksudnya ajakan agar kita2 ber-hati2 OK sj,” ujar Mahfud dalam akun Twitternya, @mohmahfudmd, Sabtu (24/3/2018).

Dalam cuitannya selanjutnya, dirinya juga menegaskan bahwa rakyat harus optimis akan keberlangsungan Indonesia.

"Bukan boleh tapi harus. Harus optimis dan harus hati2," tulisnya.

Selain itu dalam akun Twitternya Mahfud mengakui sudah lama dirinya tak sepaham dengan Prabowo.

"Sdh lama tak sepaham. Saat beliau kalah di Pilpres sy menolak keras saat diajak berpetkara di MK krn sy tahu posisi hukumnya.

Saat 212 sy jauh di luar arena, meski asyik menonton dari jauh.

Sy manusia bebas, bicara dgn nurani dan logika sendiri. Jgn kacaukan NKRI dgn pesimisme," tulisnya dalam Twitter, Sabtu (24/3/2018).

Dianggap Pantas Jadi Cawapres Jokowi, Ini Respon Mahfud MD

KONFRONTASI-Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD bersyukur saat namanya dimunculkan oleh masyarakat sipil sebagai sosok yang pantas mendampingi Presiden Joko Widodo sebagai calon wakil presiden (cawapres).

"Tiba-tiba masuk, ya bagus juga perkembangan demokrasi, artinya suara lain dari mainstream itu bisa muncul, dari masyarakat seperti saya," kata Mahfud di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Ia mengatakan bersedia menjadi cawapres Jokowi, tetapi tidak ingin terlalu aktif untuk menindaklanjutinya.

Diusung jadi Cawapres: Mahfud MD: Alhamduiliah

KONFRONTASI - Mahfud MD beryukur lantaran namanya masuk dalam bursa calon wakil presiden jelang Pilpres 2019. Namun, Mantan Ketua Mahmakah Konstitusi ini mengakui dirinya tidak pernah berpikir untuk aktif langsung dalam dunia politik praktis.

"Saya katakan, saya tidak ingin, tidak aktif (di politik). Tapi saya juga tidak katakan tidak mau karena enggak mau sombong," jelasnya ketika ditemui di Gedung MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3).

Disebut "Tolol" Oleh Akun @RestyCayah, Mahfud MD: Biarin Aja!

KONFRONTASI-Mahfud MD menyatakan tidak akan melaporkan akun @RestyCayah ke polisi. Mantan Ketua MK ini mengaku, pernyataan yang dikemukakan sebelumnya hanya bercanda.

"Enggak, itu gurau saja, masa saya yang suka kritik orang enggak suka dikritik. Biarin aja," ujar Mahfud, usia menghadiri pemberian gelar Doktor Kehormatan untuk Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di kampus IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (8/3).

Tags: 

Mahfud MD Tak Berminat Jadi Cawapres

KONFRONTASI-Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengaku tidak berminat mencalonkan diri atau dicalonkan sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2019.

"Kan banyak yang ingin jadi cawapres, saya tidak ingin," kata Mahfud di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, dikutip dari Antara, Senin (5/3).

Tags: 

Mahfud: Seseorang Tak Boleh Pimpin Pemerintahan Lebih dari Dua Kali

KONFRONTASI-Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan bahwa sesuai amanat konstitusi, seorang tokoh tidak dapat menjabat sebagai pemimpin pemerintahan lebih dari dua kali, baik berturut-turut maupun tidak.

"Mengapa kita membatasi, karena kekuasaan itu harus dibatasi lingkup maupun waktunya," kata Mahfud ditemui di kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta pada Rabu terkait peraturan hukum mengenai jabatan dalam kepemerintahan.

Tags: 

Mahfud Anggap Pasal Penghinaan Parlemen Lebay

KONFRONTASI-Pakar Hukum Tatanegara yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai pasal penghinaan kehormatan DPR yang ada dalam Undang Undang tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3) merupakan sesuatu yang berlebihan.

"Menurut saya itu berlebihan," kata Mahfud dalam diskusi bersama awak media di Kantor Kepatihan, Yogyakarta, Senin.

Tags: 

Sebagai Rakyat, Saya Sesalkan Anies Dihalangi di GBK, Kata Mahfud MD

KONFRONTASI -  Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dihadang Paspampres saat akan turun ke podium di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) untuk mendampingi Jokowi menyerahkan Piala Presiden. Pakar hukum Mahfud MD, menyesalkan kejadian itu.

Pages