25 November 2017

Luhut Pandjaitan

Fahri Hamzah Sindir Pernikahan Kahiyang, Luhut: Saya Pengin Lihat Kalau Dia Nikahin Putrinya Gimana

KONFRONTASI-Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah berpendapat, seharusnya pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu-Muhammad Bobby Afif Nasution, dirayakan secara sederhana dengan pesta kecil saja.

Terlebih, menurut dia, sempat ada surat edaran agar pejabat negara tak mengundang pejabat lebih dari 400 orang.

Menanggapi pernyataan itu, Menteri Koordinator  Kemaritiman  Luhut Binsar Pandjaitan, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Boyolali, angkat bicara. Menurut dia, acara pernikahan tersebut tidak seharusnya dipermasalahkan.

Menko Luhut Persilakan Anies-Sandi Hentikan Reklamasi

KONFRONTASI-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mempersilakan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno jika ingin menghentikan proyek reklamasi di Teluk Jakarta.

Luhut dalam acara "Coffee Morning" dengan wartawan di Jakarta, Selasa, hanya mengingatkan agar Anies merealisasikan janji kampanyenya itu sesuai aturan yang berlaku.

Soal Reklamasi, Fahri Minta Luhut Jangan Main Tekan

KONFRONTASI-Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengkritik keras salah satu anggota kabinet Jokowi yang berusaha mengintervensi Gubernur baru DKI Anies Baswedan.

Pasalnya, Menteri tersebut, yakni LBP (Menko Maritim), seperti memaksakan kehendak untuk memuluskan Proyek Reklamasi Jakarta kepada Anies yang belum resmi dilantik.

Dalam twitnya, Fahri menyayangkan sikap Luhut Binsar Pandjaitan tersebut. Beberapa cuitannya sangat pedas menyindir LBP dan juga Jokowi;

ICMI Pertanyakan Motivasi Luhut Cabut Moratorium Reklamasi, KPK Didesak Bertindak

KONFRONTASI-Kebijakan Menko Bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan yang mencabut keputusan penghentian sementara pembangunan 17 pulau di Teluk Jakarta mengandung pro dan kontra. 

Pasalnya, moratorium yang diterapkan sebelumnya berdasarkan pertimbangan rasional matang dicabut begitu saja tanpa alasan konkret.

Sekjen Majelis Sinergi Kalam-Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Masika-ICMI) Ismail Rumadan mengaku heran atas tindakan Luhut yang terkesan memaksakan untuk mendukung proyek reklamasi Teluk Jakarta. 

Pernyataan Erwin Aksa Bikin Putri Luhut Panjaitan Murka

KONFRONTASI-Putri Luhut Binsar Panjaitan, Uli Panjaitan marah besar atas pernyataan ponakan Wapres Jusuf Kalla, Erwin Aksa, yang menyebut kata pribumi dalam klarifikasi peminjaman helikopternya pada Anies Baswedan, Kamis (20/4/2017), sehari setelah pencoblosan.

Bahkan kemarahan Uli dan Devi Simatupang pada pria yang juga keponakan Wapres Jusuf Kalla, ini diposting di akun facebooknya, Jumat (21/4/2017) lalu.

”Erwin Aksa ini aneh. Saya ngga pikirin Kalau pak Anies mau pakai helicopter kek, mau pakai jet kek, mau pakai oplet kek, Urusan dia kali. Saya juga dulu mau beli heli waktu di Grup I Kalau ngga dilarang suami buat kerja ke Jakarta dari Serang.”

”Saya punya MASALAH dengan omongan Erwin Aksa yang bilang, helicopter ini milik pengusaha pribumi. Huh?

Jadi kalau heli pribumi ngga papa, Kalau heli Cina ngga boleh? Kampret!

Sumpah, bangsa Kita bisa pecah Kalau orang yg masih ngomong SARA seperti ini. Memalukan!

Keluarga orang no. 2 pula lagi..” tulis Uli.

Pernyataan Erwin yang dilansir media online pun dikutip oleh Uli, yang menyebut jika helikopter yang digunakan Anies bukanlah milik pengusaha James Riyadi, sebagaimana ramai diisukan di media sosial.

“Jadi salah kalau orang mengira heli James. Helikopter itu milik pengusaha pribumi,” tegas Erwin.

Anies-Sandi Janji Hentikan Reklamasi, Bagaimana Respon Menko Luhut?

KONFRONTASI-Pasangan Anies-Sandi pernah berjanji akan menghentikan proyek reklamasi apabila terpilih.Terkait hal itu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku akan berbicara dengan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga tersebut.

Saat ini, hasil quick count atau hitung cepat dari berbagai lembaga survei menunjukkan Anies-Sandi unggul dari pesaingnya, Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat.

Kini Luhut Pandjaitan yang Kirim Isyarat Jokowi Tak Dukung Ahok

KONFRONTASI - Presiden Joko Widodo dikabarkan sudah menarik garis demarkasi yang jelas antara dirinya dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kerap membuat masalah. Kabar ini disampaikan mantan Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli sebelum mengikuti shalat Jumat di Masjid Lautze, Pasar Baru, (Jumat, 3/2).

Sore hari, giliran Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Luhut B. Pandjaitan menyampaikan isyarat serupa.

Ramai di Twitter: Luhut Pandjaitan Lebih Baik Jadi Menko Urusan Ahok Saja

KONFRONTASI - Kalangan netizen, khususnya di Twitter menyoroti kedatangan Menko Maritim Luhut Pandjaitan ke kediaman Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin di jalan Deli Lorong 27, Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, tadi malam.

Bahkan perbincangan mengenai Luhut ini menjadi salah satu trending topic pagi ini.

Umumnya netizen mempertanyakan wewenang dan posisi Luhut dalam pertemuan, yang juga dihadiri Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya tersebut.

Respon Luhut Pandjaitan atas Penunjukan Chappy Hakim Sebagi Dirut Freeport Indonesia

KONFRONTASI-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan, berkomentar soal posisi baru Marsekal TNI (Purnawirawan) Chappy Hakim, sebagai direktur utama PT Freeport Indonesia, yang dia nilai pilihan terbaik saat ini.

"Saya kira itu sudah dipilih. Mungkin (dia) pilihan terbaik," kata Pandjaitan, di Jakarta, Senin.

Dia katakan, penunjukkan Hakim dilakukan secara profesional. 

"Itu mungkin yang didapat sementara yang lebih bagus manage (mengelola) itu mungkin militer," kata Pandjaitan soal posisi baru Hakim itu. 

Luhut Pandjaitan Disebut Kaki Tangan Komprador Asing

KONFRONTASI - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melayangkan protes keras kepada Pemerintah tekait proyek reklamasi pantai utara Jakarta.

Baru-baru ini Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan memutuskan untuk melanjutkan proyek reklamasi pantai utara Jakarta yang sempat dihentikan sementara.

KAMMI menilai proyek reklamasi Pulau G tersebut membuktikan pemerintah pro pemilik modal dan tak peduli dengan nasib rakyat di utara Jakarta.

Pages