27 May 2019

Listrik

Subsidi Listrik Dicabut, Inflasi Jatim Naik

KONFRONTASI-Pencabutan subsidi listrik yang membuat tarif listrik naik menjadi pendorong utama inflasi di Jawa Timur sebesar 0,49 persen, karena masih menjadi beban sebagian masyarakat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono di Surabaya, Senin mengatakan daerah dengan angka inflasi tertinggi terjadi di Kota Probolinggo yaitu 0,70 persen, dan terendah di Kota Malang 0,37 persen.

"Inflasi terjadi di seluruh kota di Jawa Timur, Kota Probolinggo memiliki angka inflasi paling tinggi yaitu 0,70 persen sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Malang yaitu sebesar 0,37 persen," katanya.

Teguh mengatakan, prediksi awal yang menjadi pendorong utama inflasi pada Ramadhan hingga Lebaran adalah naiknya tarif angkutan mudik seperti kereta api dan pesawat, namun hal itu tidak terjadi dan hanya menjadi faktor kedua setelah tarif listrik.

"Kenaikan tarif kereta api dikarenakan bertepatan dengan momen Idul Fitri, sebab kebutuhan akan transportasi menjadi melonjak tinggi. Hal ini tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana setiap momen libur panjang selalu terjadi kenaikan tarif kereta api," katanya.

Menteri Jonan: Penerima Subsidi Listrik Mungkin Bertambah

KONFRONTASI-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, jumlah pelanggan listrik berdaya 900 VA yang bakal termasuk penerima subsidi mungkin bakal bertambah setelah diverifikasi dan akan diajukan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017.

"Ada tambahan 2,4 juta pelanggan 900 VA yang sedang diverifikasi apakah mereka ini juga perlu mendapatkan subsidi," ujarnya kepada pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu.

Duh, Ratusan Rumah di Riau Belum Dialiri Listrik

KONFRONTASI-Sebanyak 261 desa di Provinsi Riau belum teraliri listrik. Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya agar tingkat elektrifikasi di Negeri Lancang Kuning itu ditingkatkan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar dalam kunjugannya ke Provinsi Riau mengaku heran adanya 261 desa yang belum dapat setrum. "Tentu harus saya verifikasi, apa benar seperti itu," kata Arcandra, Rabu 14 Juni 2017.

Menteri Jonan: Subsidi Listrik Tak Banyak Berubah

KONFRONTASI-Menteri ESDM, Ignasius Jonan, mengatakan, subsidi listrik tidak banyak berubah dari perencanaan. "Setiap tiga bulan PLN terus berupaya menurunkan harga jual listriknya," kata dia, di Komplek Gedung DPR, Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan hanya sebanyak 4 juta penduduk miskin yang mendapatkan subsidi untuk 900 VA. Oleh karena itu, bagi masyarakat yang merasa tidak mampu namun tidak mendapatkan subsidi listrik dapat melaporkan hal tersebut melalui pusat pengaduan.

Sebelumnya, Kementerian ESDM menyediakan layanan pengaduan listrik bersubsidi terkait program kebijakan subsidi listrik tepat sasaran dalam jaringan (daring) lewat laman www.subisidi.djk.esdm.go.id.

"Bagi masyarakat pengguna listrik daya 900 Volt Ampere yang merasa berhak mendapatkan subisidi namun tidak terdata dapat mengajukan pengaduan menggunakan aplikasi elektronik di desa atau kelurahan," kata Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Hendra Iswahyudi.

Ia menyampaikan hal itu pada sosialisasi subsidi listrik tepat sasaran diselenggarakan Kementerian ESDM bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.

Menurutnya mekanisme pengaduan diawali dengan pengambilan formulir pengaduan yang tersedia di desa dan keluarhan atau mengunduh laman www.subisidi.djk.esdm.go.id.

5 Fakta Seputar Isu Tarif Listrik Naik

Oleh: Hadi M Djuraid
Staf Khusus Menteri ESDM

*FAKTA 1-TARIF LISTRIK UNTUK 27 JUTA RAKYAT TIDAK MAMPU TIDAK NAIK*

Rumah tangga tidak mampu pelanggan 450 VA tetap mendapat subsidi dan *tarif listriknya tetap, tidak mengalami penyesuaian*.

Jumlahnya mencapai 23,16 juta rumah tangga.

Demikian juga *rumah tangga tidak mampu berdaya 900 VA tetap mendapat subsidi dan tarif listriknya tidak mengalami penyesuaian.*

Jumlahnya mencapai 4,1 juta rumah tangga.

Awas, Kenaikan Tarif Listrik Picu Kejatuhan Jokowi?

 LUPAKAN hasil investigasi wartawan Amerika, Allan Nairn yang menyebut adanya kelompok yang cukup kuat yang ingin menjatuhkan Presiden Joko Widodo dari kekuasaan. Karena tanpa (skenario) kudeta itu, nampaknya pemerintahan Jokowi bisa jatuh dengan sendirinya. Pertanyaannya kapan, jawabannya soal hitungan waktu.

Dan pemicunya adalah kebijakan pemerintah menaikan tarif listrik. Sebuah kebijakan yang dirasakan mengabaikan jeritan masyarakat banyak.

2 Jenis Pelanggan Rumah Tangga Ini Tetap Peroleh Subsidi Listrik

KONFRONTASI-Pemerintah menerapkan Kebijakan Subsidi Listrik Tepat Sasaran bagi Rumah Tangga daya 900 VA pada awal Januari 2017, dimana rumah tangga miskin dan tidak mampu yang terdapat dalam Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin (DTPPFM) saja yang berhak disubsidi.

Kebijakan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi dan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

PLN Harus Jaga Pasokan Listrik Selama Ramdhan, Jangan Sampai Byar-pet

KONFRONTASI-Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman meminta kepada pihak PLN mengamankan pasokan listrik di Riau terutama selama bulan suci Ramadan

Gubernur sengaja mengundang para petinggi PLN mulai dari GM PLN WRKR Irwansyah Putra, GM Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Sumatera dan Manajer Sumber Daya Manusia (SDM) PLN WRKR, Dwi Suryo Abdullah.

Selain meminta PLN agar tidak memadamkan listrik, Gubernur juga membahas persoalan listrik di Provinsi Riau.

Bocah Penemu Pohon Listrik Terus Sempurnakan Temuannya

KONFRONTASI-Naufal Razqi (15), inovator energi listrik dari pohon kedondong, berupaya menyempurnakan hasil penemuannya dengan mencari cara agar ada akselerasi daya pemulihan energi listrik pohon kedondong ini secara optimal.

"Saya merasa saat ini energinya belum begitu stabil. Saya lakukan eksperimen dengan proses charging menggunakan baterai sebagai penyimpan daya sehingga energi dari pohon kedondong siang harinya dapat disimpan di baterei dan pada malamnya energinya dapat kembali digunakan untuk menghidupkan lampu," ujar Naufal dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis.

Siswa MTS Negeri Langsa Lama, Provinsi Aceh, ini menjelaskan bahwa dari percobaan sebelumnya kemampuan pemulihan dari pohon kedondong membutuhkan waktu lama dan belum stabil.

Saat ini ia melakukan uji coba dengan proses penyimpanan energi dari pohon kedondong ke charger baterei dan dari sana ke lampu atau mirip proses "solar cell".

"Saya berharap nyala lampu bisa stabil karena pada proses sebelumnya dengan langsung dari pohon ke lampu, energinya tidak stabil dan lama kelamaan drop dan recovery secara alaminya lambat sekali," katanya.

Temuan energi listrik dari pohon kedondong yang biasa menjadi pagar halaman rumah warga di Langsa itu sederhana dengan rangkaian yang terdiri atas pipa tembaga, batangan besi, kapasitor dan dioda. Temuan Naufal menghasilkan daya sebesar 0,5-1 Volt per elektroda yang dipasang pada rangkaian pohon kedondong.

Menurut dia, arus listrik yang dihasilkan sangat bergantung kepada kadar keasaman pohon. Melalui beberapa evaluasi dan perbaikan, pohon listrik itu telah menerangi puluhan rumah di Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Langsa, untuk pencahayaan lampu malam hari.

"Saya senang sekali dan bangga penemuan saya bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar," ujar Naufal yang mengidolakan mantan Presiden BJ Habibie dan penemu lampu pijar Thomas Alva Edison ini.

Naufal mengaku proses penemuan energi listrik dari pohon kedondong cukup lama. Itu berawal saat dia mempelajari ilmu pengetahuan alam dan membaca bahwa buah yang mengandung asam bisa menghantarkan listrik. "Saya juga uji coba pada buah kentang. Setelah itu, saya berpikir lagi, kalau buahnya mengandung asam berarti pohonnya juga mengandung asam. Akhirnya saya mulai melakukan eksperimen," ujarnya.

Fahri: Kenaikan Tarif Listrik, Sinyal Bahaya untuk Pemerintah

KONFRONTASI-Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menerima pimpinan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang hari ini sedang melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (10/5).

Saat diterima, pimpinan KSPI mengutarakan beberapa permasalahan di antaranya; ada sekitar 19 juta pelanggan listrik PLN dengan pengguna golongan 900VA mengalami kenaikan 30% dari harga semula. Dan akibatnya, kenaikan tarif dasar listrik (TDL) tersebut membuat beban hidup rakyat semakin meningkat serta daya beli menurun.

Pages