16 July 2019

Listrik

Potensi Listrik Enegri Laut, OTEC Indonesia, Terbesar di Dunia

KONFRONTASI- Indonesia memiliki potensi energi laut yang luar biasa. Potensi energi Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) atau listrik yang dihasilkan dari perbedaan suhu arus laut dalam dengan permukaan laut di Indonesia memiliki kapasitas potensi sebesar 41 GW.

“Selain melakukan penelitian Identifikasi Cekungan sedimenter untuk mendukung penyiapan WK Migas, dilakukan juga pengambilan data temperatur air laut sebagai identifikasi data potensi OTEC,” kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL) ESDM Ediar Usman.

Dalih Pemerintah Soal Kenaikan Harga Listrik Sampai Wejangan Menteri Susi

KONFRONTASI -  Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tbk memastikan tidak ada kenaikan terhadap tarif listrik. Namun kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik karena masyarakat mengeluhkan pembayaran listrik yang naik. Baca selengkapnya: Soal Tarif Listrik, Pemerintah dan PLN Dinilai 'Bermain Kata' Berdalih Pencabutan Subsidi

Ketika Jadi Menko, Rizal Ramli Tolak Kenaikan TDL

KONFRONTASI- Mantan Menko Ekuin era Gusdur, Rizal Ramli mengungkapkan, saat dirinya masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman tahun lalu, dirinya pernah mengkritisi rencana pencabutan subsidi listrik untuk golongan 450 VA dan 900 VA yang diwacanakan sejumlah Menteri di Kabinet Kerja.

Berapa Biaya Melistriki Daerah Terpencil RI? Ini Kata PLN

Konfrontasi - Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki ribuan pulau yang berpenduduk. PLN sebagai BUMN kelistrikan wajib menerangi semua pulau-pulau yang berpenduduk. Tugas yang tidak mudah tapi harus dilaksanakan.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka, mengungkapkan ada banyak pulau terluar, terdepan, dan tertinggal yang sangat sulit dijangkau. 

Subsidi Listrik Dicabut, Inflasi Jatim Naik

KONFRONTASI-Pencabutan subsidi listrik yang membuat tarif listrik naik menjadi pendorong utama inflasi di Jawa Timur sebesar 0,49 persen, karena masih menjadi beban sebagian masyarakat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono di Surabaya, Senin mengatakan daerah dengan angka inflasi tertinggi terjadi di Kota Probolinggo yaitu 0,70 persen, dan terendah di Kota Malang 0,37 persen.

"Inflasi terjadi di seluruh kota di Jawa Timur, Kota Probolinggo memiliki angka inflasi paling tinggi yaitu 0,70 persen sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Malang yaitu sebesar 0,37 persen," katanya.

Teguh mengatakan, prediksi awal yang menjadi pendorong utama inflasi pada Ramadhan hingga Lebaran adalah naiknya tarif angkutan mudik seperti kereta api dan pesawat, namun hal itu tidak terjadi dan hanya menjadi faktor kedua setelah tarif listrik.

"Kenaikan tarif kereta api dikarenakan bertepatan dengan momen Idul Fitri, sebab kebutuhan akan transportasi menjadi melonjak tinggi. Hal ini tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana setiap momen libur panjang selalu terjadi kenaikan tarif kereta api," katanya.

Menteri Jonan: Penerima Subsidi Listrik Mungkin Bertambah

KONFRONTASI-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, jumlah pelanggan listrik berdaya 900 VA yang bakal termasuk penerima subsidi mungkin bakal bertambah setelah diverifikasi dan akan diajukan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017.

"Ada tambahan 2,4 juta pelanggan 900 VA yang sedang diverifikasi apakah mereka ini juga perlu mendapatkan subsidi," ujarnya kepada pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu.

Duh, Ratusan Rumah di Riau Belum Dialiri Listrik

KONFRONTASI-Sebanyak 261 desa di Provinsi Riau belum teraliri listrik. Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya agar tingkat elektrifikasi di Negeri Lancang Kuning itu ditingkatkan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar dalam kunjugannya ke Provinsi Riau mengaku heran adanya 261 desa yang belum dapat setrum. "Tentu harus saya verifikasi, apa benar seperti itu," kata Arcandra, Rabu 14 Juni 2017.

Menteri Jonan: Subsidi Listrik Tak Banyak Berubah

KONFRONTASI-Menteri ESDM, Ignasius Jonan, mengatakan, subsidi listrik tidak banyak berubah dari perencanaan. "Setiap tiga bulan PLN terus berupaya menurunkan harga jual listriknya," kata dia, di Komplek Gedung DPR, Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan hanya sebanyak 4 juta penduduk miskin yang mendapatkan subsidi untuk 900 VA. Oleh karena itu, bagi masyarakat yang merasa tidak mampu namun tidak mendapatkan subsidi listrik dapat melaporkan hal tersebut melalui pusat pengaduan.

Sebelumnya, Kementerian ESDM menyediakan layanan pengaduan listrik bersubsidi terkait program kebijakan subsidi listrik tepat sasaran dalam jaringan (daring) lewat laman www.subisidi.djk.esdm.go.id.

"Bagi masyarakat pengguna listrik daya 900 Volt Ampere yang merasa berhak mendapatkan subisidi namun tidak terdata dapat mengajukan pengaduan menggunakan aplikasi elektronik di desa atau kelurahan," kata Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Hendra Iswahyudi.

Ia menyampaikan hal itu pada sosialisasi subsidi listrik tepat sasaran diselenggarakan Kementerian ESDM bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.

Menurutnya mekanisme pengaduan diawali dengan pengambilan formulir pengaduan yang tersedia di desa dan keluarhan atau mengunduh laman www.subisidi.djk.esdm.go.id.

5 Fakta Seputar Isu Tarif Listrik Naik

Oleh: Hadi M Djuraid
Staf Khusus Menteri ESDM

*FAKTA 1-TARIF LISTRIK UNTUK 27 JUTA RAKYAT TIDAK MAMPU TIDAK NAIK*

Rumah tangga tidak mampu pelanggan 450 VA tetap mendapat subsidi dan *tarif listriknya tetap, tidak mengalami penyesuaian*.

Jumlahnya mencapai 23,16 juta rumah tangga.

Demikian juga *rumah tangga tidak mampu berdaya 900 VA tetap mendapat subsidi dan tarif listriknya tidak mengalami penyesuaian.*

Jumlahnya mencapai 4,1 juta rumah tangga.

Awas, Kenaikan Tarif Listrik Picu Kejatuhan Jokowi?

 LUPAKAN hasil investigasi wartawan Amerika, Allan Nairn yang menyebut adanya kelompok yang cukup kuat yang ingin menjatuhkan Presiden Joko Widodo dari kekuasaan. Karena tanpa (skenario) kudeta itu, nampaknya pemerintahan Jokowi bisa jatuh dengan sendirinya. Pertanyaannya kapan, jawabannya soal hitungan waktu.

Dan pemicunya adalah kebijakan pemerintah menaikan tarif listrik. Sebuah kebijakan yang dirasakan mengabaikan jeritan masyarakat banyak.

Pages