30 March 2020

Listrik

Petani di Lamongan Ditemukan Meninggal Dunia Akibat Kesetrum Jebakan Tikus Sendiri

Konfrontasi - Lagi-lagi jebakan tikus memakan korban. Kali ini, seorang petani Lamongan tewas tersetrum jebakan tikus bertenaga listrik yang akan dipasang di sawahnya.

Petani yang menjadi korban adalah Karuwi (57), warga Desa Jelakcatur, Kecamatan Kalitengah. Karuwi menjadi korban jebakan tikus beraliran listrik dari genset yang dipasang di sawahnya di Desa/Kecamatan Maduran.

PLN Yakin 2020 Seluruh Pulau Sumatera Teraliri Listrik

Konfrontasi - Seluruh wilayah di Pulau Sumatera akan bisa merasakan listrik pada 2020, khususnya pulau terluar yang sulit dijangkau maupun daerah terpencil. Di mana saat ini, rasio elektrifikasi di Pulau Sumatera sudah mencapai 98 persen.

Direktur Bisnis Regional Sumatera (Diregsum) PT PLN Wiluyo Kusdwiharto mengatakan, perseroan sangat optimistis mencapai elektrifikasi 100 persen 10 provinsi di Pulau Sumatera tersebut.

Kalau Ekonomi tetap Lesu, BPJS Naik dan Harga Energi/Pangan Naik, Masyarakat Minta Presiden Berani Me-Reshuffle Kabinet

KONFRONTASI- Dalam seratus hari pertama, rakyat harus beri kesempatan Presiden Jokowi dan kabinetnya bekerja optimal. Jokowi  diminta fokus pada ekonomi dan tidak menaikkan tarif listrik, BPJS dan kebutuhan pokok lainnya. Apabila  iuran BPJS naik, listrik dan pangan naik Januari 2020 nanti, maka Kabinet Jokowi telah melukai rakyat dan Jokowi dimohon masyarakat  untuk lakukan reshuffle Kabinet, mengganti para menteri yang tak kompeten dengan merekrut sosok yang kredibel bidang ekonomi. 

Listrik 1 kWh Bisa Dipakai untuk Apa Saja?

Konfrontasi - Tahukah kamu bagaimana penggunaan listrik per bulan di rumah? Sebagian orang mungkin tak terlalu mengetahui persis bagaimana penggunaan listrik per bulan jika dihitung sesuai dengan jumlah tagihan yang dibayarkan.

Namun, kamu sebaiknya mengetahui berapa biaya yang kamu gunakan setiap bulannya untuk pembayaran tagihan listrik jika dibandingkan dengan pemenuhan kebutuhan keseharian.

Iuran BPJS Naik, Listrik Naik, Pajak Naik, Terus Rakyat Mau Makan Apa ?

Oleh : Nasrudin Joha 

 

Luar biasa zalim rezim ini, belum juga dilantik untuk periode kedua, sejumlah kebijakan yang akan mencekik rakyat telah dipersiapkan. Pada saat yang sama, rezim justru pamer kemewahan dengan rencana membeli sejumlah mobil dinas untuk Presiden, menteri dan pejabat tinggi, yang menekan anggaran hingga ratusan miliar.

Pemerintah sudah bulat menaikkan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan sebesar 100 persen berdalih untuk menutup defisit JKN.

Membangun Pembangkit dengan Manfaat Berbukit

KONFRONTASI-Pada tulisan sebelumnya yang berjudul Pembangkit: PLN dan Swasta Siapa Lebih Dominan? saya menekankan pentingnya penguasaan PLN atas pembangkit listrik secara dominan. Dengan penguasaan kepemilikan yang dominan, peluang swasta produsen listrik alias independent power producer (IPP) untuk mengendalikan harga jual listrik bisa dihindari.

Sampai 2016, komposisi kepemilikan pembangkit tenaga listrik yang produksinya dijual melalui PLN Grup adalah 36.973 MW (79%) dimiliki oleh PLN Grup dan 10.121 MW (21%) dimiliki oleh swasta.

Soal Pembangkit Listrik, PLN atau Swasta yang Lebih Dominan?

KONFRONTASI-Urusan setrum menyetrum ternyata tidak sesederhana yang diperkirakan banyak orang. yang dimaksud ‘orang’ di sini bukan melulu rakyat awam, lho. Ternyata, para pejabat publik, bahkan termasuk orang-orang yang diamanahi dan atau punya otoritas urusan setrum pun, banyak yang tidak paham.

Soal PLTU: Swasta Kemaruk, PLN Bisa Terpuruk

Oleh: Edy Mulyadi*

“Ya udah kita bilang, satu kalau saya bilang supaya lebih efisienlah. Kalian (PLN) jangan terlalu banyak terlibat pembangunan-pembangunan listrik, power, biarin aja private sector masuk. Seperti 51% harus untuk Indonesia Power waste to energy, lupain dulu lah itu. Konsolidasi aja dulu saja biarkan private sector main,” papar Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan kepada Plt Dirut PT PLN, Sripeni Inten Cahyani, seperti dikutip satu media daring, Rabu pekan silam (14/8).

PLN Akui Kompensasi yang Diberikan Tak Seberapa Dibanding Kerugian Masyarakat Akibat 'Blackout'

KONFRONTASI-PLN bakal membayar kompensasi sekitar Rp850 miliar akibat pemadaman yang terjadi pada 4 Agustus 2019 lalu. Kompensasi diberikan kepada pelanggan rumah tangga, industri, dan lainnya di tiga provinsi, yaitu Jabar, Banten, dan DKI Jakarta.

EVP Operasi Jawa Barat dan Tengah PT PLN, Purnomo, mengatakan pihaknya akan membayarkan kompensasi sekitar Rp850 miliar pada September 2019. Kompensasi itu sebagai pengganti padamnya listrik pada awal Agustus lalu.

Pemadaman Massal, Dimana Tanggung Jawab Negara ?

Oleh: Ratna Kurniawati

Pages