21 August 2019

Listrik

Soal PLTU: Swasta Kemaruk, PLN Bisa Terpuruk

Oleh: Edy Mulyadi*

“Ya udah kita bilang, satu kalau saya bilang supaya lebih efisienlah. Kalian (PLN) jangan terlalu banyak terlibat pembangunan-pembangunan listrik, power, biarin aja private sector masuk. Seperti 51% harus untuk Indonesia Power waste to energy, lupain dulu lah itu. Konsolidasi aja dulu saja biarkan private sector main,” papar Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan kepada Plt Dirut PT PLN, Sripeni Inten Cahyani, seperti dikutip satu media daring, Rabu pekan silam (14/8).

PLN Akui Kompensasi yang Diberikan Tak Seberapa Dibanding Kerugian Masyarakat Akibat 'Blackout'

KONFRONTASI-PLN bakal membayar kompensasi sekitar Rp850 miliar akibat pemadaman yang terjadi pada 4 Agustus 2019 lalu. Kompensasi diberikan kepada pelanggan rumah tangga, industri, dan lainnya di tiga provinsi, yaitu Jabar, Banten, dan DKI Jakarta.

EVP Operasi Jawa Barat dan Tengah PT PLN, Purnomo, mengatakan pihaknya akan membayarkan kompensasi sekitar Rp850 miliar pada September 2019. Kompensasi itu sebagai pengganti padamnya listrik pada awal Agustus lalu.

Pemadaman Massal, Dimana Tanggung Jawab Negara ?

Oleh: Ratna Kurniawati

Insiden Listrik Padam, Penguasa Jangan “Diam”

Oleh: Mila Ummu Tsabita
Pegiat  Muslimah Lit-Taghyir

Listrik Mati, PLN Pangkas Gaji Karyawan

KONFRONTASI-Perusahaan Listrik Negara atau PLN akan memangkas gaji karyawannya untuk membayar kompensasi ganti rugi para pelanggan yang merasakan dampak tragedi mati lampu di sebagian Pulau Jawa, Minggu 4 Agustus kemarin.

Kompensasi tersebut sebesar Rp 839,88 miliar kepada 21,9 juta pelanggan. Langkah pemangkasan gaji tersebut diambil karena dana untuk membayar ganti rugi ke pelanggan tidak boleh berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Buntut Listrik Mati, PLN Rogoh Rp865 Miliar untuk Kompensasi Pelanggan

KONFRONTASI- PT PLN (Persero) menyiapkan dana sebesar Rp865 miliar sebagai kompensasi kepada pelanggan terdampak pemadaman listrik yang terjadi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat pada Minggu dan Senin (4-5/8/2019).

Direktur Bisnis Regional PT PLN Jawa Bagian Barat Haryanto mengatakan ada 22 juta pelanggan terdampak yang akan menerima kompensasi. 

"Jumlah kompensasi total dari 22 juta pelanggan kurang lebih sebanyak Rp 865 miliar," kata Haryanto saat konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Selasa (6/8/2019).

Urus Listrik, PLN Disarankan Tak Sendirian

KONFRONTASI- Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto menilai pemadaman listrik secara luas (blackout) di Jakarta, Banten, Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah pada Minggu lalu (4/8) menjadi bukti persoalan kelistrikan tidak bisa dipercayakan pada satu institusi saja. Menurutnya, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero tak bisa dibiarkan sendirian menangani kelistrikan di seluruh Indonesia.

Sistem Kelistrikan Indonesia Paling Ruwet di Dunia

KONFRONTASI-Padamnya listrik di Jakarta, Jabar dan Banten Minggu (4/8) yang lalu memperlihatkan betapa rapuhnya sistem ketenagalistrikan Indonesia. Kerapuhan ini merupakan dampak dari jaringan listrik Tanah Air yang memang sangat kompleks.

"Sistem jaringan listrik Indonesia adalah salah satu yang paling kompleks di dunia," kata Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto, di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (6/8).

Mabes Polri Ikut Turun Tangan Investigasi Listrik Byar Pet, Ada Sabotase?

KONFRONTASI-Pemadaman listrik total membuat Mabes Polri turun tangan. Penyelidikan pun dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter).

Hal itu dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti padamnya listrik di Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat.

Demikian disampaikan Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019).

Menurutnya, jika memang ada indikasi unsur pidana, pihaknya memastikan akan memproses kasus tersebut.

Dedi sendiri mengakui, memang ada banyak kemungkinan terkait insiden listrik pada total tersebut.

"Yang jelas dicari dulu penyebabnya. Bisa jadi gangguan teknis, kemudian ada human error, kemudian gangguan lain," jelas Dedi.

Penyelidikan tersebut, lanjutnya, juga akan melibatkan pihak PLN. Investigasi dimaksud tak lepas dari kasus serupa yang pernah terjadi pada 2012 lalu di pembangkit listrik Surabaya.

Saat itu, dari hasil investigasi, ditemukan fakta adanya unsur kesengajaan dalam kejadian dimaksud.

"Ada kejadian unsur kesengajaan di situ. Ada orang lain. Ada tindak pidana," ungkapnya.

Dedi juga menjamin pihaknya akan bekerja sesuai fakta hukum dan temuan bukti di lapangan. Jika memang ada unsur pidana, maka proses akan dilanjutkan sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku.

Dedi juga menekankan, untuk investigasi dimaksud, diperlukan langkah-langkah ilmiah. Dengan demikian, hasil investigasi bisa dipertanggungjawabkan di mata hukum.

"Proses pembuktian secara ilmiah sangat penting untuk membuktikan apa yang jadi faktor penyebab utama kenapa terjadi blackout yang cukup lama. Ada faktor teknis, faktor alam dan faktor lainnya," jelasnya.

Revolusioner, Milenial Indonesia Gulirkan Program Listrik Rp1 Saja

KONFRONTASI-Milenial ini beserta rekan-rekannya yang tergabung dalam Baran Energy asal kota Tangerang Selatan berhasil berinovasi untuk memanfaatkan teknologi listrik dengan harga terjangkau hanya Rp1 saja.

"Teknologi yang kami kembangkan berupa sistem penyimpanan energi. Kami yakin inovasi ini akan mampu mengubah peta industri energi di Indonesia," kata pendiri Baran Energy, Victor Wirawan di Jakarta, Rabu.

Pages