16 October 2018

LGBT

Nah Lho, Pembuat Grup LGBT di Facebook Diburu Polisi

KONFRONTASI-Kepolisian Resor Garut terus mencari pembuat akun grup media sosial Facebook kelompok penyuka sesama jenis pria atau "gay" karena telah menimbulkan keresahan masyarakat di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Kita dalami, cari siapa yang membuatnya sampai nantinya berhasil kita tangkap agar masyarakat tidak resah," kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna kepada wartawan di Garut, Kamis.

Ia menuturkan, kepolisian sudah mendapatkan informasi tentang adanya grup "gay" yang tergabung dalam media sosial Facebook wilayah Garut.

Acara LGBT Dibatalkan, MUI Apresiasi Polri

KONFRONTASI-Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengapresiasi kepolisian yang membatalkan acara Grand Final Mister dan Miss Gaya Dewata 2018 di Bali.

"MUI memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kepolisian RI yang membatalkan rencana penyelenggaraan tersebut," kata Zainut di Jakarta, Kamis.

Sebanyak 22 Negara Melegalkan Pernikahan Sejenis dan LGBT

KONFRONTASI -   Tanggal 26 Juni 2015, mungkin menjadi hari yang bersejarah buat kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender), pasalnya pada hari itu, putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) diyakini dapat mempengaruhi keputusan banyak negara untuk ikut membuat keputusan serupa.

Maaf, Malaysia Tidak Bisa Terima LGBT

KONFRONTASI-Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menegaskan bahwa Malaysia tidak akan pernah menerima kaum LGBT. Hal itu disampaikannya di tengah meningkatnya kasus penganiayaan terhadap LGBT di negara mayoritas muslim tersebut.

"Di Malaysia ada beberapa hal yang tidak bisa kami terima, meskipun itu dilihat sebagai hak asasi manusia di negara-negara Barat," kata Mahathir kepada wartawan.

"Kami tidak bisa menerima LGBT, pernikahan antara pria dan pria, wanita dan wanita," katanya

Loh Kok Ada Bendera LGBT di Demo Buruh?

KONFRONTASI-Bendera pelangi ikut berkibar saat perhelatan hari buruh di Jakarta tahun 2018. Bendera identik dengan kelompok minoritas Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender (LGBT) ini ternyata dibawa oleh kelompok yang berinang pada sebuah gerakan serikat pekerja bernama SINDIKASI.

"Ya mereka adalah teman-teman perempuan LGBT yang didiskriminasi gender dan orientasi seksualnya, itu adalah momok menakutkan itu sendiri," kata Ketua SINDIKASI Ellena Erekahendy di Medan Jalan Merdeka Barat kala berpawai menuju Istana Negara, Selasa (1/5/2018).

Perilaku LGBT Pemicu Utama Kasus HIV/AIDS

KONFRONTASI- Perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), khususnya hubungan seksual sesama jenis, menjadi pemicu tertinggi kasus HIV/AIDS di Sumatera Barat pada 2018 ini, demikian hasil penelitian Perhimpunan Konselor VCT dan HIV/AIDS Indonesia.

"Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian Kesehatan terdapat 10.376 kasus HIV baru pada periode Januari sampai Maret 2018 dengan persentasi lelaki suka lelaki sebesar 28 persen," kata Khaterina Welong, seorang konselor di Perhimpunan Konselor VCT dan HIV AIDS Indonesia Sumbar, di Padang, Senin.

Ia menyampaikan hal itu pada fokus group discussion yang dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Ketua Majelis Ulama Sumbar Gusrizal Gazahar dan pemangku kepentingan terkait.

Menurutnya, jika dilihat dari kelompok umur maka penderita AIDS tertinggi ada pada rentang usia 20 sampai 29 tahun, yakni mencapai 29,3 persen.

"Artinya yang terinfeksi HIV adalah mereka yang melakukan perbuatan berisiko 10 tahun sebelumnya atau pada usia 10 tahun hingga 19 tahun," katanya.

Ia memperkirakan saat ini jumlah lelaki penyuka sesama jenis di Sumbar 14.469 orang, jumlah waria 2.501 orang dengan perkiraan pelanggan 2,5 kali lipat.

"Artinya kalau pelanggan waria adalah bapak-bapak maka masuk kategori laki-laki suka laki-laki dengan demikian total pria penyuka sesama jenis diperkirakan mencapai 20 ribu orang," kata dia.

Ia menyampaikan, berdasarkan perkiraan pada 2016 jumlah lelaki penyuka sesama jenis di Sumbar paling banyak di Padang sebanyak 5.267 orang, Kabupaten Agam 903 orang, Kabupaten Pesisir Selatan 882 orang, Kabupaten Pasaman Barat 870 orang, Kabupaten Padang Pariaman 705 orang dan Kabupaten Solok 716 orang.

Kemudian, Kabupaten Sijunjung 459 orang, Kabupaten Tanah Datar 434 orang, Kabupaten Limapuluh Kota 718 orang, Kota Pariaman 536 orang, Kabupaten Solok Selatan 339 orang, Kabupaten Dharmasraya 518 orang, Kota Solok 360 orang,

Lalu Kota Sawahlunto 153 orang, Kota Padang Panjang 135 orang, Kota Bukittinggi 185 orang, Kota Payakumbuh 333 orang, dan Kota Pariaman 217 orang.

Ia menyampaikan salah satu penyebab fenomena ini karena terjadinya krisis karakter dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat.

"Misalnya mengalami kekerasan waktu kecil, anak kehilangan figur ayah dan lainnya," kata dia.

Ia memaparkan penyuka lelaki sesama jenis ini menyasar seluruh kalangan mulai dari ASN, mahasiswa, pekerja swasta.

"Terakhir, tiga bulan lalu di Pariaman seorang ASN digerebek warga bersama salah seorang mahasiswa dari perguruan tinggi negeri di Padang," kata dia.

Selain itu hasil penelitian menemukan penggunaan internet dan media sosial berpotensi meningkatkan penularan HIV AIDS.

Terkait dengan solusi ia menyampaikan salah satunya dengan adalah penguatan peran keluarga terutama ayah dan penguatan peran tenaga pendidik.

Ia mengajak semua pihak bertekad dan berkomitmen menghentikan LGBT agar tidak meluas di Sumbar.

Pembunuh Pria Gay di Cawang Terancam Hukuman Mati

Konfrontasi - Polisi menjerat Petrus Paulus (21) dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana atas dugaan pembunuhan pria gay di Cawang, Jakarta Timur. Mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta itu terancam hukuman mati.

"Iya kita ya tetap terapkan pasal berlapis, (pembunuhan) berencana dan pembunuhan," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Tony Surya Putra dilansir detikcom, Jumat (20/4/2018).

Petrus Bunuh Ali Gara-gara Tersinggung Dimasukkan Dalam Grup LGBT

KONFRONTASI-Penyidik Polres Metro Jakarta Timur menyebutkan Petrus Paulus Ualubun (21) membunuh Ali Rahman (34) lantaran emosi dimasukkan ke grup aplikasi pesan singkat telepon selular anggota "Lesbi, Gay Biseksual dan Transgender" (LGBT).

"Intinya pelaku (Petrus) sakit hati," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Selasa.

Karena sakit hati menjadi olokan di grup "whatsapp" berisi anggota LGBT itu diungkapkan Argo, tersangka Petrus nekad menganiaya hingga menewaskan Ali.

Pengakuan Petrus kepada penyidik yang dituturkan Argo, korban mempermalukan tersangka yang menyuruh kirim foto tanpa busana untuk diperlihatkan kepada anggota grup LGBT itu.

Karena emosi, pelaku mengajak Ali bertemu di Gang Waru RT08/06 Cawang Kecamatan Kramatjati kemudian menganiaya korban menggunakan senjata tajam.

Usai menganiaya yang menewaskan Ali, tersangka Petrus melarikan diri ke rumah kakaknya di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Petugas meringkus Petrus di rumah kakaknya setelah menyelidiki percakapan melalui telepon selular milik korban.

Homoseksual Bertentangan dengan Ajaran Gereja, Gugatan Pendeta Gay Ini Kandas di Pengadilan

KONFRONTASI-Seorang pendeta gay gagal menjadi seorang padri rumah sakit setelah upaya hukumnya terhadap Church of England yang dianggapnya diskriminatif, ditolak.

Jeremy Pemberton sebelumnya dicegah untuk menjadi pejabat yang memberikan pelayanan rohani di sebuah rumah sakit. Alasannya, ia telah melangsungkan pernikahan sejenis dengan pacarnya pada tahun 2014, yang disebut bertentangan dengan keyakinan gereja.

Sesudah itu ia menggugat gereja yang dianggapnya melanggar UU Kesetaraan 2010. Ia kalah di pengadilan ketenagakerjaan pada tahun 2016.

Zulkifli Hasan: Akun LGBT dan Permusuhan Dibiarkan, Akun Dakwah Diblokir

Konfrontasi - Ketua MPR Zulkifli Hasan mengaku sedih dengan sikap pengelola media sosial di Indonesia, yang menurutnya tidak adil menutup akun instagram milik Ustaz Abdul Somad. Penutupan akun Ustaz Abdul Somad ini, menurut Zulkifli kontradiktif di tengah merebaknya akun promosi LGBT yang kian marak di media sosial.

"Hari ini sedih kita sampai instagramnya Ustaz Abdul Somad pun diblokir," ujar Ketua MPR saat peringatan setahun Bang Japar di Aula Komplek Perumahan DPR, Minggu (25/2/2018).

Pages