15 December 2019

Lebih Parah

Resesi 2020 Diperkirakan Lebih Parah Dari 1998

KONFRONTASI -   Ekonom Indef Bhima Yudhistira menilai, resesi ekonomi saat ini jauh lebih kompleks ketimbang era 1998.

Menurut dia, perang dagang antara Cina-Amerika tidak bisa disimpulkan satu-satunya sebagai penyebab utama resesi.

Masih terdapat faktor lain seperti Brexit maupun kondisi geopolitik Asia yang juga belum membaik.

“Resesi ekonomi 2020 diperkirakan akan jadi resesi yang lebih parah dari 1998. Bahkan sepertinya akan pulih pada 2023-2024,” ujar Bhima dalam diskusi Forum Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019).

BNN Temukan Ekstasi Jenis Baru, Efeknya 10 kali Lebih Parah

KONFRONTASI -  Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan ekstasi yang mengandung zat baru. Dari sebuah sindikat yang ditangkap di Bekasi beberapa waktu lalu, narkoba itu memiliki efek 7-11 kali lebih parah dibanding ekstasi biasa.

Kepala BNN Komjen Heru Winarko mengatakan, didapatnya narkotika jenis baru itu dari hasil pengungkapan pada 12 Mei lalu di Bekasi. Dimana tiga pelaku AF, E, dan ZC diamankan dengan barang bukti sabu 182,91 kilogram. “Selain sabu, petugas juga mengamankan 48.672 butir ekstasi dari sindikat itu,” katanya, Jumat (28/6/2019).

Kejahatan Penyelundupan Lebih Parah Ketimbang Korupsi, Sebut RCW

KONFRONTASI - Kejahatan dari aksi penyeludupan di Provinsi Kepulauan Riau lebih parah dibanding korupsi, sehingga perlu mendapat perhatian serius dari pemerintahan dan institusi penegak hukum.

“Aksi penyeludupan sama seperti korupsi, tidak dapat berdiri sendiri, melainkan melibatkan berbagai pihak. Karena penyeludupan menggunakan kapal yang tidak sulit dipantau dan diamankan petugas,” kata Ketua LSM Riau Cooruption Watch Mulkansyah di Tanjungpinang, Sabtu (18/2).