15 December 2019

LDII

LDII Minta Anggotanya Berperan Aktif Wujudkan Pemilu Damai

KONFRONTASI-Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Timur menginstruksikan kepada anggotanya supaya bersikap netral aktif pada saat pelaksanaan Pemilihan Umum 2019 untuk menciptakan suasana pemilu yang damai.

"LDII Sudah jelas sikapnya netral aktif. Aktif, ya, harus tidak golput," kata Ketua DPW LDII Jatim M. Amien Adhy di sela sosialisasi pengurusan sertifikat tanah dan permasalahannya serta sosialisasi partisipatif sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 di Kantor DPW LDII Jawa Timur, Rabu.

BNN Bersama LDII Bekasi Berkomitmen Perangi Bahaya Narkoba

KONFRONTASI -   Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Pengurus Cabang Lembaga Dakwa Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Bekasi Timur berkomitmen memerangi bahaya narkoba.

Puisi Kocak dari Ibu Mensos untuk Ibu "Cuma Emak yang Tahu Rasanya"

Konfrontasi - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa melantunkan sebuah puisi tentang peran besar seorang ibu dalam acara Pengajian Ibu-ibu Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Sabtu (25/6/2016). Puisi panjang itu terdengar kocak, sehingga membuat semua yang hadir tertawa.

"Ingat peran ibu, saya dikirimi puisi oleh teman, judulnya 'Hanya Emak yang Tahu Rasanya'. Saya akan bacakan puisi itu di sini," kata Khofifah disambut tepuk tangan hadirin.

Puisi Kocak dari Ibu Mensos untuk Ibu

Konfrontasi - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa melantunkan sebuah puisi tentang peran besar seorang ibu dalam acara Pengajian Ibu-ibu Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Sabtu (25/6/2016). Puisi panjang itu terdengar kocak, sehingga membuat semua yang hadir tertawa.

"Ingat peran ibu, saya dikirimi puisi oleh teman, judulnya 'Hanya Emak yang Tahu Rasanya'. Saya akan bacakan puisi itu di sini," kata Khofifah disambut tepuk tangan hadirin.

Kemajemukan Harus Diramu Menjadi Satu Kekuatan untuk Memajukan Indonesia

KONFRONTASI - Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam mengatakan, sudah bekerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait pendidikan deradikalisasi. 

"Radikalisme itu tidak cocok dengan bangsa kita yang berdasarkan Pancasila. Kemudian kita kuatkan kerukunan antar umat beragama," kata Abdullah di Komplek Istana, Jakarta, Kamis (8/1/2015) usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dia berpandangan, kemajemukan di Indonesia harus diramu menjadi satu kekuatan untuk memajukan bangsa. Tidak hanya itu, LDII juga toleran terhadap perbedaan.