22 August 2019

Laut China Selatan

Menhan China: Perang dengan AS Akan Jadi Bencana Dunia

Konfrontasi - Menteri Pertahanan China Wei Fenghe pada hari Minggu (2/6/2019) mengatakan perang dengan Amerika Serikat (AS) akan menjadi bencana bagi dunia. Wei mengatakan hal itu sebagai peringatan bagi Washington untuk tidak ikut campur dalam masalah Taiwan dan Laut China Selatan.

Kapal Induk AS Boyong 10 Jet Siluman ke Kawasan LCS

KONFRONTASI-Kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), USS Wasp, baru-baru ini terlihat berlayar melintasi Laut China Selatan (LCS). Kapal itu diketahui membawa sekitar sepuluh unit pesawat jet tempur siluman F-35B Lightning II.

Laporan yang pertama kali dirilis The National Interest itu mencatat bahwa kapal induk USS Wasp diduga menguji coba konsep perang kapal induk yang juga dikenal sebagai "Lightning Carrier (Pengangkut Petir)" itu.

Gagalkan Proyek Filipina di LCS, China Kirim Puluhan Kapal Perang untuk Mengintimidasi

KONFRONTASI- China dilaporkan telah mengerahkan armada hampir 100 kapal ke Pulau Thitu, salah satu dari beberapa pulau yang disengketakan di Laut China Selatan (LCS). China berupaya untuk menghentikan proyek konstruksi yang dilakukan oleh pemerintah Filipina.

Laporan yang dikeluarkan oleh Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI), sebuah lembaga think tank yang dikelola oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional, Beijing baru-baru ini mengirim kapal dari Subi Reef, yang terletak sekitar 12 mil laut dari Thitu.

Kapal Perang AS Lintasi Kawasan LCS, China Berang

KONFRONTASI-Sebuah kapal perusak berpeluru kendali milik Angkatan Laut Amerika Serikat berlayar di dekat pulau-pulau yang disengketakan di Laut China Selatan (LCS).

Kapal Perang Inggris Lintasi LCS, Beijing Murka

KONFRONTASI- Manuver kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang berlayar dekat kepulauan di Laut Cina Selatan (LCS) bulan lalu membuat murka pihak Beijing. Kepulauan tersebut diklaim milik Cina.

"Inggris telah melakukan provokasi," bunyi keluhan Cina yang disampaikan melalui sebuah pernyataan seperti dikutip kantor berita Reuters, Kamis.

Menurut keterangan dua sumber yang tak bersedia disebutkan namanya kepada Reuters, kapal perang Inggris HMS Albion mengangkut satu kontingen marinir Inggris memiliki hak melintas dekat Kepulauan Paracel.

Militer Tiongkok Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan

KONFRONTASI - Presiden China Xi Jinping memimpin gelaran alat utama militer terbesar dari yang pernah diperlihatkan sebelumnya oleh armada militernya di Laut China Selatan, Kamis.

Penggelaran tersebut juga merupakan aksi unjuk kekuatan paling terakhir di Laut China Selatan yang diperselisihkan.

Tiga Pelayar Eropa Terdampar di Laut China

Konfrontasi - Badan Keamanan Laut China (CCG) berhasil menyelamatkan tiga orang pelayar asal Eropa yang terdampar di Kepulauan Nansha, Laut China Selatan.

Setelah menerima tanda bahaya pada 1 Januari 2018, Pusat Komando CCG mengerahkan bala bantuan berupa satu unit kapal patroli ke tempat kejadian perkara.

Petugas penyelamatan CCG mendapati satu kapal layar dalam keadaan terdampar yang mengangkut tiga orang awak.

Klaim Wilayah di Laut China Selatan Harus Sesuai Hukum Internasional

KONFRONTASI-Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk ASEAN, Daniel Shields, mengatakan, klaim kemaritiman di Laut China Selatan harus sesuai hukum internasional.

"Amerika Serikat memiliki pesan konsisten pada semua tingkatan tentang pentingnya Laut China Selatan dan mempertahankan pelayaran bebas dan aturan hukum di Laut China Selatan," kata Shields, dalam percakapan jarak jauh, di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Rabu.

Konflik LCS: Agresi China dan Sikap Indonesia

KONFRONTASI-Ketika agresi Cina di Laut Cina Selatan kian menguat, TNI masih sibuk mengurus ancaman hantu komunisme dan separatisme. Mampukah TNI melindungi klaim teritorial Indonesia seperti yang diminta Presiden Joko Widodo?

China Sepakat Tak Lakukan Ekspansi Baru di Kawasan LCS

KONFRONTASI-China telah menjamin Filipina bahwa negara itu tak akan menduduki kawasan atau teritorial baru di Laut China Selatan (LCS) berdasarkan status quo baru yang dimediasi Manila sementara kedua pihak mencoba memperkuat hubungan, kata Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana.

Menteri Luar Negeri Filipina, Alan Peter Cayetano, juga mengatakan, Filipina sedang mengerjakan suatu "persetujuan komersial" dengan China untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumber-sumber gas dan minyak di kawasan-kawasan yang diperselisihkan di Laut China Selatan dengan tujuan memulai pengeboran dalam setahun.

Pada 12 Juli 2016, Mahkamah Arbitrase Internasional memenangkan gugatan Filipina bahwa China tidak berhak mengklaim perairan Laut China Selatan. Namun pemerintahan Presiden Filipina, Rodrigo Duerte, menafikan putusan Mahkamah Arbitrase Internasional yang diperjuangkan pendahulunya sejak bertahun-tahun sebelumnya. 
 
Lorenzana mengatakan dalam dengar pendapat di Kongres, Filipina dan China telah mencapai suatu modus vivendi, atau cara untuk berhubungan di Laut China Selatan yang melarang pendudukan baru pulau-pulau.

"Pihak China tak akan menduduki kawasan-kawasan baru di Laut China Selatan atau mereka tidak akan membangun fasilitas di Beting Scarborough," kata Lorenzana, kepada para pembuat undang-undang Senin malam, merujuk kepada daerah perikanan utama dekat dengan Filipina yang China blokade sejak 2015 hingga 2016.

China mengklaim hampir semua Laut China Selatan, perairan yang dilintasi kapal-kapal pengangkut barang dagangan senilai 3 triliun dolar Amerika Serikat tiap tahun. Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam juga memiliki territorial yang diklaim di kawasan itu.

Ketika ditanya tentang komentar Filipina itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, mengatakan, China memiliki kedaulatan atas Kepulauan Spratly dan perairan di dekatnya.

Pages