17 October 2019

kutu loncat

Politisi Kutu Loncat dan Parpol Pragmatis

KONFRONTASI -    Begitu banyaknya partai politik sejak gerakan Reformasi bergulir di negara ini, 20 tahun lalu. Dinamika politik yang terjadi dalam rentang waktu itu pun tak membuat jumlah partai politik atau parpol menjadi kurang dari jari tangan.

Ferdinand Hutahaean: Politik Dinasti vs Politik Kutu Loncat

Oleh: Ferdinand Hutahaean

Perjalan politik seseorang tidak ada yang bisa tebak dan duga-duga. Demikian jugalah tentang perjalanan karir politik para calon Gubernur DKI Jakarta yang saat ini sedang berlaga diajang kontestasi Pilkada yang akan dilangsungkan pada tanggal 15 Pebruari 2017 mendatang. Agenda Pilkada serentak yang akan sangat menentukan nasib masa depan bangsa kedepan. Karena kesalahan memilih akan berakibat kepada nasib bangsa.

Busuk: Ahok bertabiat Kutu Loncat, Tidak Etis dan Oportunis

JAKARTA-Keputusan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang maju Pilkada DKI melalui jalur partai politik akhirnya menimbulkan polemik. Ahok dinilai oportunis, tidak etis dan kutu loncat yang busuk, politisi busuk. Ini lantaran, Ahok dan pendukungnya, TemanAhok, sejak awal memposisikan diri sebagai antipartai politik. Kini, semuanya dilanggar.

"Kutu Loncat" di Kantor Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan: Siapa Mereka?

KONFRONTASI-Gabungan kelompok relawan Presiden Joko Widodo yang mengatasnamakan dirinya sebagai Sekretariat Bersama Partisipasi Indonesia (SBPI) menengarai, ada "kutu loncat" yang masuk ke lingkungan Istana melalui Kantor Staf Kepresidenan. Hal itu dinilai dapat melemahkan Presiden. 

Anggota SBPI, Guntur Siregar, mengungkapkan, loyalitas dan profesionalitas merupakan hal yang mutlak dimiliki orang-orang lingkungan kepresidenan. Pihaknya pun meragukan jika ada sosok yang sebelumnya dikenal berlawanan tiba-tiba menjadi orang di ring satu Presiden.

Disebut Prabowo Kutu Loncat, Ini Respon Ahok

KONFRONTASI - Ahok sapaan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pun menanggapi sindiran dari Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Keputusan  Ahok keluar dari Partai Gerindra menuai kritikan dari banyak kalangan, termasuk Prabowo. Sabtu (20/9) lalu di hadapan massa kadernya, Prabowo mengatakan, masih banyak tokoh yang setia kepada partai. Saat Prabowo menyebut "kutu loncat", kader partai pun serempak menyahut dan meneriakkan nama "Ahok". 

Inilah Kisah Ahok sebagai Politikus Kutu Loncat

KONFRONTASI - Kisah hidup dan perjalanan karir Basuki Tjahja Purnama alias Ahok selalu diwarnai aksi keluar masuk atau jadi kutu loncat. Mengkhianati partai yang tetah berjasa pada dirinya sudah merupakan hal biasa. Puncak pengkhianatan dan pembangkangan Basuki Tjahja Purnama alias Zhong Wan Xie alias Basuki Indra alias Ahok terhadap Partai Gerindra ditunjukan melalui pengunduran diri Ahok secara resmi dari Partai Gerindra. Partai pimpinan Prabowo Subianto itu merupakan partai pengusung Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu.

Disebut Kutu Loncat, Ahok Ogah Jadi Kutu Busuk

KONFRONTASI - Ahok, sapaan akrab Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja  tidak peduli disebut sebagai 'kutu loncat' karena mengundurkan diri dari Partai Gerindra. "Kutu loncat lebih baik daripada jadi kutu busuk," ujar Ahok, saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis 11 September 2014.

Seperti diketahui, sebelum menjadi wakil gubernur, pria asal Manggar, Belitung Timur itu merupakan kader Partai Golkar, yang menduduki jabatan sebagai anggota Komisi II di DPR RI.

Ahok Sebut Dirinya Kutu Loncat sejak Dulu

KONFRONTASI-Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menanggapi santai pernyataan Fadli Zon yang menudingnya sebagai "kutu loncat".

Basuki menyadari bahwa dia memang "kutu loncat" atau gemar berpindah partai politik sejak dulu

"Sudah basi. Dari dulu saya memang sudah 'kutu loncat' kok," kata pria yang akrab disapa Ahok itu, di Balaikota Jakarta, Rabu (10/9/2014).

Ahok masuk dunia politik melalui Partai Indonesia Baru (PIB). Dari PIB, Ahok "meloncat" ke Partai Golkar yang kemudian membawanya ke DPR RI.