22 May 2018

Kulon Progo

Warga Kulon Progo Sebut Jokowi Tidak Pedulikan Rakyat

KONFRONTASI- “Nama saya Biyem.”  Demikian, perempuan berjilbab hijau itu memperkenalkan diri ketika didatangi rumahnya di Desa Palihan, Kecamatan Temon, Kulon Progo, Jumat (8/12).

Puluhan orang mengatasnamakan Aliansi Perjuangan Rakyat Tolak Bandara mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (16/1/2018) siang.Hasil gambar untuk penindasan jokowi di kulon progo 2018

Tak hanya membawa bendera aneka warna, tampak beberapa peserta aksi membentangkan spanduk bertuliskan "Stop Penggusuran Paksa Terhadap Tanah Petani di Kulon Progo".

Puluhan petugas Kepolisian baik dari Poleresta Yogyakarta dan Polsek Danurejan juga nampak berjaga di sekitar kantor DPRD DIY.

Tepat di depan gerbang masuk kantor tersebut, peserta aksi melakukan orasi dan dilanjutkan dengan meminta akses guna bertemu anggota DPRD DIY.

Fikri M Faroek (21), koordinator aksi, mengatakan aksi yang digelar berkaitan penggusuran paksa yang terjadi pada 8-9 Januari 2018, di lahan yang rencananya akan dibangun Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Mereka menuntut agar Pemerintah menghentikan perampasan hak masyarakat Kulon Progo dalam mempertahankan lahannya.

Menurut Fikri, tindakan represif yang dilakukan oleh pihak keamanan pada kegiatan land clearing kemarin tak seharusnya dilakukan.

"Pembangunan bandara yang dilakukan oleh rezim Jokowi-Jusuf Kalla tidak pernah memikirkan kepentingan rakyat. Kenapa bisa begitu? Karena semua itu berhubungan dengan arus modal dan untuk mempertahankannya sampai melakukan tindakan represif seperti kemarin," jelasnya.

Karena itu, pihaknya mengecam keras tindakan kekerasan oknum aparat terhadap warga yang masih mempertahankan lahannya dari pembangunan Bandara NYIA.

KETERANGAN BIYEM
Di rumah berdinding batako itu, Biyem tinggal bersama suaminya, Jumari. Di rumah itu tinggal pula anak, menantu serta tiga orang cucu. Total tujuh orang tinggal di bangunan kecil yang berdiri di atas lahan yang diklaim Jumari seluas 450 meter itu.

Jumari mengingat tanah itu diperolehnya pada tahun 1995. Kini, rumah pasangan Jumari dan Biyem terancam dirobohkan oleh Angkasa Pura I untuk pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Namun, Biyem dan Jumari memilih bertahan. Rumah-rumah di sekitarnya telah rata dengan tanah. Tak hanya rumah, pemakaman di Desa Palihan pun ikut tergusur karena Angkasa Pura mengebut proses land clearing untuk pembangunan bandara.

"Saya akan bertahan sampai mati, sampai kapan pun saya tidak mau pindah dan tetap akan di sini," kata Biyem.

Menurut Biyem, dia senang tinggal di rumahnya sekarang. Nyaman, kata dia. Jumari mengatakan, dia memilih bertahan karena dia memikirkan masa depan anak cucunya.

"Anak cucu itu nantinya kan untuk bermukim di sini dan di sini ini sudah enggak ada perbandingannya enaknya, enaknya macam-macam," kata dia.

Sehari-hari, Biyem dan Jumari mengandalkan hidupnya pada ternak dan tani. Enam ekor kambing, kata Jumari sudah cukup untuk hidup.

"Gusti Allah yang mengatur," katanya.

Kiat Menhub Dekati Warga yang Tolak Bandara Kulon Progo

Konfrontasi - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya akan merangkul dan melakukan pendekatan secara persuasif kepada warga yang menolak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, Yogyakarta.

Budi yakin melalui komunikasi yang baik, persuasif, dan hati-hati, warga akan mengerti serta lebih memahami tujuan pembangunan bandara. Menurut dia, bandara dibangun justru untuk kemajuan, kemaslahatan, dan kepentingan masyarakat umum, khususnya warga Kulon Progo.

Anda Berdomisili di Kulon Progo? Dinas Pekerjaan Umum Cari Pegawai

KONFRONTASI - Sehubungan akan dilaksanakannya Kegiatan Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni Tahun Anggaran 2017 dengan sumber pendanaan berasal dari Dana Alokasi Khusus Bidang Perumahan 2017, maka Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kulon Progo Yogyakarta membutuhkan Tenaga Fasilitator.

Dinas Pekerjaan Umum sendiri merupakan unsur pelaksana Pemerintah Daerah di bidang Pekerjaan Umum yang dipimpin langsung oleh seorang Kepada Dinas (Kadin).

Tanjung Adikarto Kulon Progo Siap Diuji Coba

Konfrontasi - Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan Pelabuhan Tanjung Adikarto di Kabupaten Kulon Progo siap diuji coba pada Januari 2016.

"Sesuai konsep kami, uji coba Pelabuhan Tanjung Adikarto bisa dilaksanakan pada Januari mendatang (2016)," kata Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY Suwarman Partosuwiryo di Yogyakarta, Selasa (29/12).

Produksi Perikanan Tangkap Kulon Progo Belum Mencapai Target

Konfrontasi - Produksi perikanan tangkap di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum mencapai target karena banyak nelayan di wilayah ini yang beralih profesi.

Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Tangkap pada Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kulon Progo Prabowo Sugondo di Kulon Progo, Senin (14/12), mengatakah hingga triwulan ketiga, hasil tangkap baru mencapai 1.045,67 ton atau 50 persen dari target 2.034 ton pada 2015.

Menteri Agraria dan Tata Ruang: Pembebasan Lahan Bandara Kulon Progo Dipercepat

Konfrontasi - Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan menegaskan, pembebasan lahan untuk Bandara Kulon Progo akan dipercepat. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengembangkan pariwisata di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Lebih lanjut dia mengatakan, pengukuran tanah akan dimulai Senin, 16 November 2015. Fery bilang, tanah yang sudah siap akan langsung dikerjakan.

Tak Bisa Ekpor, Petani Gula Kelapa Kulon Progo Tanggung Kerugian Rp15,4 miliar

KONFRONTASI-Petani gula kelapa di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami kerugian sekitar Rp15,4 miliar akibat tidak bisa mengekpor gula semut sejak April hingga sekarang.

Pembina Kelompok Usaha Bersama (KUB) Gendis Manis, Desa Kalirejo, Suparyono di Kulon Progo, Rabu mengatakan produksi gula semut selama enam bulan sejak April 2015 sampai sekarang mencapai sekitar 1.028 ton.

Harga Cabai di Kulon Progo Melambung

Konfrontasi - Harga cabai di tingkat petani Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta terus melambung seiring tingginya permintaan pasar dan penurunan produksi di sentra penghasil cabai.

Petani cabai Kecamatan Galur Retno Suwarsih di Kulon Progo, Senin (10/8) mengatakan dirinya menjual cabai hasil petikan sebesar Rp40.000 per kilogram.

"Harga cabai terus melambung. Sebelumnya, harga cabai rawit hanya Rp7 ribu hingga Rp15 ribu per kg. Sekarang, harga cabai di tingkat petani berkisar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kg," kata Retno.

Harga Beras di Kulon Progo tidak Stabil

Konfrontasi - Harga beras di tingkat pengusaha penggilingan padi di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak stabil.

Lilik, pengusaha penggilingan padi di Desa Tuksono, Kulon Progo, Minggu (26/7), mengatakan bahwa sejak tiga hari terakhir, harga beras terus mengalami penaikan, dari Rp7.700,00 hingga Rp7.800,00 per kilogram menjadi Rp8.000,00--Rp8.500,00/kg.

Harga beras tidak stabil dan cenderung ada penaikan, menurut dia, disebabkan adanya isu Bulog akan membeli beras kualitas super atau premium.

Produksi Padi Kulon Progo Meningkat 6,1 Persen

KONFRONTASI-Produksi padi di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami peningkatan 6,1 persen atau 7.008 ton dari 114.702 menjadi 121.710 ton gabah kering panen pada 2014.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertan) Kulon Progo Bambang Tri Budi di Kulon Progo, Minggu, menyebutkan produksi padi 121.710 ton gabah kering giling (gkg) dari luas tanam 19.262 hektare.

Pages