30 March 2020

KPAI

Soal Pesta Bikini, KPAI: Jangan Mengais Rejeki dengan Merusak Generasi

KONFRONTASI-Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan pesta bikini pasca-Ujian Nasional yang sedianya akan diadakan oleh sebuah penyelenggara acara di Jakarta berupaya mengais rezeki dengan merusak generasi.

"Jangan mengais rejeki dengan merusak generasi," kata Asrorun di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan pihaknya sudah melihat tayangan ajakan pesta bikini dengan tema "Splash after Class". Dia meminta sekolah SMA yang terlibat dan tercantum di video itu ambil tindakan.

Waspadai Iklan 'Pop-up' Bermaterikan Pornografi

KONFRONTASI-Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Maria Advianti meminta kehati-hatian orang tua dalam memberikan gadget kepada anaknya karena terdapat aplikasi yang memiliki iklan "pop-up" (sembul) bermaterikan pornografi.

"Kami berupaya melindungi anak. Kini ada temuan kami jika iklan pop up dari suatu aplikasi menjebak atau mengarahkan kepada konten negatif," kata Maria di kantornya Menteng, Jakarta, Selasa.

Dia mencontohkan iklan sembul itu seperti materi yang dapat diklik di suatu aplikasi kemudian mengarah menuju situs permainan berisi kekerasan.

KPAI: Pemerintah Lukai Hati Rakyat Indonesia

JAKARTA - Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Susanto mengatakan pemerintah telah melakukan kesalahan karena berniat mendeportasi guru Jakarta International School (JIS) yang diduga memalsukan dokumen izin tinggal. Menurutnya, deportasi itu akan melukai hati rakyat Indonesia.

Seharusnya, lanjut Susanto, pemerintah jangan terburu-buru mendeportasi, tanpa proses hukum terhadap dugaan pemalsuan dokumen.

Pages