30 March 2020

KPAI

Sukabumi Darurat Kekerasan Seksual Anak

KONFRONTASI-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sukabumi, Jawa Barat menyebut Kabupaten Sukabumi sudah masuk dalam status darurat kekerasan seksual terhadap anak karena maraknya kasus pelecehan.

KontraS Minta KPAI Kawal Kasus Pemukulan Bocah oleh Marinir

Konforntasi - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) meminta agar Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memastikan proses hukum terhadap oknum anggota Marinir TNI Angkatan Laut yang melakukan pemukulan terhadap anak di bawah umur di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pada 9 Januari 2016.

Kebiri Solusi Tegas bagi Pelaku Paedofil

KONFRONTASI-Rencana diterbitkannya peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) tentang hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak-anak disambut baik Presiden Joko Widodo.

Menurut ketua KPAI Asrorun Ni'am, meningkatnya kekerasan terhadap anak belakangan ini karena hukum yang kurang memberikan efek jera. Karena itu, perlu solusi yang tegas bagi para pelaku kekerasan seks anak.

Kasus Kekerasan Anak: Jakarta Ada di Peringkat Pertama

KONFRONTASI-Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Arist Merdeka Sirait mencatat, Provinsi Jawa Tengah berada pada urutan ketujuh sebagai daerah dengan kasus kekerasan terhadap anak secara nasional.

“Jawa Tengah berada pada urutan ketujuh, sebanyak 1.826 kasus,” kata Arist Merdeka Sirait di Semarang, Senin (12/10).

Adapun urutan pertama daerah dengan kasus kekerasan terhadap anak, menurut KPAI, yakni DKI Jakarta. Arist mengungkapkan selama 2010 hingga 2014 tercatat telah terjadi 21,6 juta kasus pelanggaran atas hak anak.

Gandeng Polisi, KPAI Tangkap Pelaku Pemerkosaan Anak

KONFRONTASI-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi, Jawa Barat, menangkap seorang pelaku pemerkosaan dengan korban seorang anak yang masih di bawah umur.

"Penangkapan terhadap pelaku bernama Heru (22) kami lakukan bersama dengan jajaran Polresta Bekasi Kota," kata Komisioner KPAI Kota Bekasi Rury Arief Rianto di Bekasi, Sabtu.

Petugas gabungan itu mendatangi rumah pelaku di RT-008 RW-014, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi pada Jumat (9/10) siang.

Kejahatan Terhadap Anak Sudah "Lampu Merah"

KONFRONTASI-Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto, mengatakan kejahatan terhadap anak-anak Indonesia sudah bersifat “lampu merah” karena dalam banyak kasus, pelakunya merupakan orang dekat yang dikenal oleh korban maupun keluarganya.

“Ini merupakan fakta anomali di masyarakat yang perlu mendapat perhatian semua elemen masyarakat. Kita harus bergandengan tangan untuk mencegah semakin banyak korban,” kata Susanto melalui siaran persnya diterima di Jakarta, Jumat (9/10).

Kasus Kematian Evan, KPAI Akan Cek Kegiatan MOS SMP Flora

KONFRONTASI-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bekasi akan mengecek sekolah SMP Flora terkait kasus kematian pelajar sekolah tersebut, Evan Christoper Situmorang (12). Evan adalah siswa yang meninggal dua minggu setelah mengalami sakit pada kaki yang didapat usai mengikuti kegiatan masa orientasi sekolah (MOS) di SMP Flora.

KPAI : Negara jangan kalah dalam kasus Angeline

KONFRONTASI-Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengatakan dalam kasus terbunuhnya bocah perempuan Angeline di Bali, negara tidak boleh kalah.

"Negara tidak boleh kalah dengan pelaku kejahatan terhadap anak," kata Susanto kepada Antara di Jakarta, Minggu.

Susanto mengatakan kekerasan terhadap anak tidak boleh dipandang remeh karena menyangkut masa depan bangsa, sebaliknya revolusi menta harus ditempuh dan tidak berhenti pada slogan sampai tidak ada lagi anak Indonesia yang bernasib seperti Angeline.

Kasus Angeline, KPAI Menduga Masih Ada Pelaku Lainnya

KONFRONTASI-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengharapkan Kepolisian Daerah Bali mengusut tuntas kasus pembunuhan Angeline (8), bocah yang ditemukan tewas terkubur di halaman rumahnya, Jalan Sedap Malam, Denpasar, Rabu (10/6) lalu.

"Kasus ini belum final dan saya menduga masih ada pelaku lainnya yang masih ada hubungan dekat dengan korban," kata Ketua KPAI, Arist Merdeka Sirait, di Denpasar, Jumat.

Komisioner KPAI Beberkan Penyebab Maraknya Prostitusi

KONFRONTASI - Ada enam penyebab mengapa saat ini prostitusi marak. Baik prostitusi kalangan bawah, atas, artis, dengan modus atau alat yaitu media sosial. "Pertama, karena faktor eksploitasi oleh mucikari. Tak sedikit perempuan bahkan perempuan usia anak dijebak, ditipu daya, dirayu  tanpa sadar ternyata dipekerjakan sebagai PSK. Kondisi ini tentu harus diselamatkan. Karena dia menjadi korban," ujar Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Susanto Kamis (14/5/2015).

Pages